Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Sarah Jackson - narakabar.com 4 mins read

Tim pencarian dan pertolongan gabungan memperluas operasi di perairan Laut Jawa setelah Kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan dalam pelayaran Surabaya

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Pencarian Penumpang Virgo Transport 8 Diperluas dengan Dukungan Udara

Narakabar.com – Tim pencarian dan pertolongan gabungan memperluas operasi di perairan Laut Jawa setelah Kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan dalam pelayaran Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu, 13 September 2026. Fokus utama operasi adalah menemukan serta mengevakuasi 243 penumpang dan anggota kru yang tercantum dalam manifes kapal.

Selain kapal-kapal yang melakukan penyisiran di laut, unsur udara dikerahkan untuk membantu pengamatan area pencarian yang luas. Langkah ini ditempuh agar korban yang masih berada di perairan dapat lebih cepat terdeteksi, terutama di tengah kondisi laut yang memerlukan penanganan segera.

Hingga perkembangan sementara yang disampaikan dalam operasi tersebut, enam orang tercatat meninggal dunia. Sejumlah penyintas telah diangkat oleh kapal niaga dan kapal perbantuan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Pesawat dan Helikopter Dikerahkan

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa unsur udara sudah dilibatkan sejak insiden diketahui pada pagi hari. Pengamatan dari udara dipadukan dengan pencarian yang terus dilakukan armada di permukaan laut.

“Operasi ini juga melibatkan unsur SAR udara, di mana Basarnas mengoperasikan sejak ada kejadian tadi pagi,” kata Syafii kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

Basarnas mengirim satu pesawat dari Skadron 400 TNI AL di Surabaya. Kekuatan tersebut turut didukung helikopter Polri dan pesawat CN-235 milik TNI Angkatan Laut. Keterlibatan beberapa instansi menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pencarian di Laut Jawa.

“Kemudian didukung satu pesawat helikopter milik Polri. Kemudian didukung oleh pesawat dari TNI AL jenis CN-235,” ucap Syafii.

Satu pesawat Karavan milik BNPB juga dialihkan untuk memperkuat misi kemanusiaan ini. Pesawat tersebut sebelumnya menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Pengalihan aset memperlihatkan kebutuhan mendesak akan kemampuan pemantauan tambahan dalam operasi penyelamatan di laut lepas.

“Dan mulai tadi siang kita diperbantu satu pesawat yang sedang melaksanakan karhutla, yaitu pesawat Karavan dari BNPB,” tambahnya.

Evakuasi Dilakukan oleh Empat Kapal

Evakuasi korban melibatkan sedikitnya empat kapal niaga dan kapal penyelamat yang berada di sekitar zona kecelakaan. Setiap kapal membawa jumlah penyintas yang berbeda, sementara korban yang membutuhkan pertolongan medis disiapkan untuk mendapat penanganan lanjutan setelah tiba di pelabuhan.

TB Mauhau 9 mengevakuasi total 16 orang. Rinciannya, 14 orang selamat, satu orang mengalami luka berat, serta satu korban ditemukan meninggal dunia. Dalam operasi terpisah, TB TCP membawa enam korban, terdiri dari seorang penyintas dan lima korban meninggal.

“Kemudian yang kedua, TB TCP mengevakuasi enam korban. satu orang selamat dan lima orang dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

MV Haida menjadi salah satu kapal dengan jumlah evakuasi terbesar, yakni 69 orang yang berhasil diselamatkan. Sementara KM Cahaya Bahari mengangkat 22 penumpang dalam keadaan selamat. Para korban yang telah berada di kapal-kapal tersebut diarahkan menuju fasilitas pelabuhan di Banjarmasin untuk proses penerimaan dan perawatan berikutnya.

Perjalanan menuju pelabuhan menjadi tahap penting dalam operasi karena penyintas perlu segera memperoleh pemeriksaan kondisi fisik dan bantuan medis apabila diperlukan. Bagi keluarga penumpang, proses evakuasi juga menjadi bagian krusial untuk memastikan keberadaan setiap nama dalam manifes kapal.

“Beberapa kapal sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan yang ada di Banjarmasin ini, dan diperkirakan kapal pertama adalah MV Haida membawa 69 orang,“ tandasnya.

Penyisiran Laut Tetap Menjadi Prioritas

Pencarian melalui udara dan laut dijalankan secara bersamaan agar area operasi dapat dipantau dari berbagai arah. Pesawat serta helikopter berperan membantu pengamatan visual, sedangkan kapal-kapal SAR dan armada perbantuan melaksanakan pendekatan serta evakuasi apabila korban ditemukan.

Dengan jumlah manifes mencapai 243 orang, identifikasi dan pencocokan data penumpang menjadi bagian penting dari penanganan insiden ini. Operasi SAR difokuskan untuk menemukan seluruh korban sesegera mungkin dan membawa mereka ke tempat yang aman.

Peristiwa yang menimpa Virgo Transport 8 kembali menegaskan pentingnya respons lintas lembaga dalam keadaan darurat di perairan. Koordinasi antara Basarnas, TNI AL, Polri, BNPB, kapal niaga, serta unsur penyelamat lain diperlukan untuk mempercepat pencarian dan memastikan para penyintas memperoleh pertolongan.

Tim gabungan masih mengintensifkan pencarian terhadap penumpang dan kru yang belum ditemukan. Perkembangan evakuasi akan bergantung pada hasil penyisiran lanjutan di Laut Jawa serta proses penanganan korban yang telah berhasil dibawa menuju Banjarmasin.

Frequently Asked Questions

What is Kapal Virgo Transport 8 Terbalik Tim SAR?

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik Tim SAR is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kapal Virgo Transport 8 Terbalik Tim SAR matter?

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik Tim SAR matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi