Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Prabowo Buka-bukan Soal Kerusuhan dan Propaganda Sosmed: Impian Mereka Indonesia Pecah!

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read

Prabowo Buka bukan Soal Kerusuhan menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mengingatkan adanya risiko kerusuhan, propaganda, dan permainan opini di

Prabowo Buka-bukan Soal Kerusuhan dan Propaganda Sosmed: Impian Mereka Indonesia Pecah!

Prabowo Buka bukan Soal Kerusuhan dan Propaganda Media Sosial

Narakabar.com – Prabowo Buka bukan Soal Kerusuhan menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mengingatkan adanya risiko kerusuhan, propaganda, dan permainan opini di media sosial. Menurutnya, berbagai cara tersebut dapat digunakan untuk memunculkan ketidakpuasan publik serta mengurangi kepercayaan masyarakat kepada negara.

Pernyataan itu disampaikan dalam program “Prabowo Menjawab” saat ia berbicara dengan jurnalis dan pimpinan media. Awalnya, pembahasan menyinggung langkah pemerintah menegakkan hukum terhadap sejumlah praktik dalam kegiatan ekspor, termasuk under invoicing.

Under invoicing merupakan pelaporan nilai ekspor yang lebih rendah daripada nilai transaksi sebenarnya. Prabowo menilai praktik semacam itu perlu ditangani karena berkaitan dengan kepatuhan usaha, tata kelola perdagangan, dan kepentingan nasional.

Penegakan Hukum Dinilai Memicu Perlawanan

Dalam penjelasannya, Prabowo mengatakan tindakan tegas terhadap praktik ilegal yang telah berlangsung lama tentu memiliki risiko. Pihak yang selama ini diuntungkan dari pelanggaran tersebut, menurutnya, dapat memberikan reaksi ketika kepentingannya terganggu.

Karena itu, ia meminta jajaran Kabinet Merah Putih tidak gentar dalam menghadapi tindakan yang bertentangan dengan hukum. Prabowo menekankan bahwa pemimpin harus berani mengambil keputusan demi menjaga kepentingan bangsa, termasuk ketika langkah itu membawa tekanan politik.

Prabowo Buka bukan Soal Kerusuhan juga dikaitkan dengan kekhawatirannya atas upaya menghambat kebijakan pemerintah. Ia menilai perlawanan tidak hanya dapat terjadi melalui tindakan langsung, tetapi juga lewat pembentukan opini yang membuat masyarakat merasa tidak puas dan ragu terhadap negara.

Media Sosial dan Penyebaran Narasi Menyesatkan

Prabowo menyoroti media sosial sebagai ruang yang sangat cepat dalam menyebarkan informasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kecepatan tersebut juga bisa dipakai untuk menyebarkan berita palsu, informasi tanpa konteks, maupun narasi yang sengaja dibuat untuk memengaruhi persepsi publik.

“Cara mereka sekarang untuk menghadang Indonesia yang saya lihat, ya tinggal itu: bikin kerusuhan, main di sosmed, ya kan, timbulkan ketidakpuasan, rasa tidak percaya.”

Ia mengatakan kebohongan yang diulang secara terus-menerus dapat dianggap benar oleh sebagian orang, terutama mereka yang tidak memiliki akses terhadap informasi lengkap. Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah informasi di ruang digital.

“Kalau kebohongan diulangi-ulangi ulangi terus, nah itu lama-lama orang yang sederhana, yang tidak punya akses, dia kira itu bener.”

Menurut Prabowo, teknologi merupakan pisau bermata dua. Teknologi dapat mendukung komunikasi dan digitalisasi, tetapi juga dapat menjadi sarana propaganda jika dipakai untuk menyebarkan informasi menyesatkan. Literasi digital menjadi penting agar masyarakat mampu memeriksa sumber, konteks, dan kebenaran suatu kabar.

Dugaan Unsur Asing dan Ancaman Perpecahan

Prabowo juga membuka kemungkinan adanya kepentingan asing di balik propaganda yang dibicarakannya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut harus ditangani secara hati-hati serta berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau menurut saya, ya tadi sekali lagi kan kita harus hati-hati karena semua berdasarkan bukti. Tapi kalau saya sih, saya merasa ada.”

Ia menilai pihak tertentu dapat memiliki kepentingan agar Indonesia tetap lemah dan tidak solid. Dalam pandangannya, perpecahan bangsa akan membuat Indonesia lebih rentan menghadapi tekanan serta lebih sulit memperjuangkan kepentingannya di tengah persaingan global.

“Intinya ingin… ingin Indonesia tetap lemah. Karena ujungnya impian mereka Indonesia pecah. That is their dream.”

Prabowo Buka bukan Soal Kerusuhan menegaskan pentingnya persatuan, penegakan hukum, dan kewaspadaan terhadap propaganda. Ia mengajak semua pihak untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjaga kepentingan Indonesia.

FAQ Seputar Pernyataan Prabowo

Apa yang dimaksud Prabowo tentang propaganda di media sosial?

Prabowo merujuk pada penyebaran narasi atau informasi yang dapat menimbulkan ketidakpuasan dan rasa tidak percaya kepada negara. Ia mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.

Mengapa praktik under invoicing disinggung?

Praktik tersebut disinggung dalam konteks penegakan hukum terhadap pelaporan nilai ekspor yang tidak sesuai dengan nilai sebenarnya. Prabowo menilai pemerintah perlu bertindak terhadap pelanggaran yang merugikan tata kelola perdagangan.

Bagaimana masyarakat menghadapi informasi menyesatkan?

Masyarakat dapat memeriksa sumber berita, membandingkan informasi dengan sumber tepercaya, membaca konteks secara utuh, dan tidak langsung menyebarkan kabar yang belum terbukti benar.

Gabung diskusi