Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak Pinjol dan Judol: Harta Bukan Tujuan Hidup

Emily Moore - narakabar.com 4 mins read

Penguatan pemahaman keuangan menjadi perhatian dalam kegiatan Peningkatan Literasi Keuangan Syariah di Pondok Pesantren Salafiyah, Pemalang, Jawa Tengah

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak Pinjol dan Judol: Harta Bukan Tujuan Hidup

Santri di Pemalang Diingatkan Waspadai Pinjol Ilegal dan Judi Online

Narakabar.com – Penguatan pemahaman keuangan menjadi perhatian dalam kegiatan Peningkatan Literasi Keuangan Syariah di Pondok Pesantren Salafiyah, Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026). Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mengajak para santri untuk lebih cermat menghadapi berbagai tawaran keuangan, terutama pinjaman online ilegal dan judi online.

Peringatan itu disampaikan di tengah kebutuhan masyarakat untuk memiliki kemampuan mengatur pengeluaran, menyimpan dana, dan menentukan pilihan finansial secara bertanggung jawab. Bagi santri, kecakapan tersebut dipandang penting sebagai bekal kehidupan sehari-hari sekaligus langkah menuju kemandirian ekonomi.

Literasi Finansial sebagai Kebutuhan

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris menekankan bahwa kemampuan memahami keuangan tidak lagi dapat dipandang sebagai pelengkap. Ketidakpastian ekonomi membuat setiap orang perlu lebih teliti sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan uang.

“Di era ekonomi yang penuh ketidakpastian saat ini, melek finansial bukan lagi pilihan, tetapi menjadi keharusan,” ujar Haris.

Ia menilai pemahaman tentang pengelolaan keuangan dapat membantu santri menimbang kebutuhan, mengatur prioritas, serta menghindari keputusan yang berisiko. Literasi tidak berhenti pada kemampuan menghitung pemasukan dan pengeluaran, melainkan juga mencakup kesadaran atas konsekuensi dari setiap pilihan finansial.

Dalam konteks ini, kewaspadaan terhadap pinjol ilegal dan judol menjadi bagian penting dari pendidikan keuangan. Tawaran dana cepat atau janji keuntungan instan dapat terlihat menarik, tetapi berpotensi menimbulkan masalah keuangan dan mengganggu upaya membangun ketahanan ekonomi pribadi maupun keluarga.

Harta sebagai Amanah

Haris juga menggarisbawahi bahwa pendidikan keuangan di lingkungan pesantren memiliki dimensi yang lebih luas. Pengelolaan harta perlu diarahkan untuk tujuan yang bermanfaat, bukan semata-mata mengejar kepemilikan atau keuntungan sesaat.

“Harta bukan tujuan hidup, tetapi amanah untuk menghadirkan kemaslahatan,” kata Haris.

Pandangan tersebut menempatkan uang sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan secara wajar, mendukung masa depan, serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan cara pandang itu, keputusan keuangan dapat dibuat dengan lebih hati-hati dan tidak mudah dipengaruhi pola konsumsi berlebihan maupun ajakan yang menawarkan jalan pintas.

Santri dinilai mempunyai ruang besar untuk menjadi penggerak kemandirian ekonomi. Peran itu dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, mencatat pengeluaran, serta mempertimbangkan risiko sebelum menggunakan layanan keuangan. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk sikap disiplin dalam mengelola rezeki.

Menabung dan Merencanakan Masa Depan

Dalam kegiatan tersebut, penguatan literasi keuangan juga diarahkan pada pentingnya menabung dan membuat rencana keuangan sejak dini. Kebiasaan menyisihkan sebagian dana tidak harus menunggu seseorang memiliki pekerjaan atau penghasilan sendiri. Nilai utama dari menabung adalah membangun kedisiplinan serta kesiapan menghadapi kebutuhan di kemudian hari.

Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) K.M. Nuruddin mengajak santri untuk membiasakan diri menabung sejak sekarang. Ajakan itu menegaskan bahwa kemampuan menyimpan uang dapat dilatih dari nominal yang disesuaikan dengan keadaan masing-masing.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal Kurnia Tri Puspita turut mengingatkan perlunya menyisihkan bagian dari rezeki untuk tabungan. Langkah tersebut menjadi unsur penting dalam merencanakan kebutuhan masa depan, karena seseorang memiliki ruang yang lebih baik untuk mempersiapkan keperluan tanpa harus bergantung pada pilihan keuangan yang berisiko.

Perencanaan keuangan dapat dimulai dengan mengenali tujuan yang ingin dicapai. Kebutuhan rutin, tabungan, dan keperluan masa depan perlu dipertimbangkan secara seimbang. Pendekatan ini membantu seseorang tidak menghabiskan seluruh dana yang tersedia dan lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan.

Pesantren dalam Ekosistem Pemberdayaan

Kemenko PM berharap Pondok Pesantren Salafiyah dapat ikut memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat yang mandiri. Pengetahuan keuangan yang diperoleh santri diharapkan tidak hanya berguna secara pribadi, tetapi juga dapat mendukung lingkungan mereka saat menjalani kehidupan di masyarakat.

Pesantren memiliki posisi penting untuk menumbuhkan pemahaman mengenai penggunaan harta yang bertanggung jawab. Saat literasi keuangan dipadukan dengan nilai amanah dan kemaslahatan, santri dapat memiliki landasan yang lebih kuat untuk menghindari praktik ilegal, membangun kebiasaan menabung, dan merencanakan masa depan dengan lebih bijak.

Pesan utama dari kegiatan di Pemalang ini adalah perlunya sikap waspada, terukur, dan disiplin dalam mengelola uang. Pinjol ilegal dan judi online bukan jalan untuk menyelesaikan persoalan ekonomi. Sebaliknya, pemahaman finansial, kebiasaan menyimpan sebagian rezeki, serta perencanaan yang dilakukan sejak awal dapat menjadi pijakan bagi kemandirian yang lebih berkelanjutan.

Frequently Asked Questions

What is Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak?

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak matter?

Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi