Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Latest Update: Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sarah Jackson - narakabar.com 3 mins read 10 views

Latest Update: 18 Kg Ganja dari Amerika-Rusia Diselundupkan ke Bali dengan Trik Rahasia Latest Update - Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta

Latest Update: Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Latest Update: 18 Kg Ganja dari Amerika-Rusia Diselundupkan ke Bali dengan Trik Rahasia

Latest Update – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) baru saja mengungkap kasus penyelundupan ganja dan hasis yang melibatkan warga negara Amerika Serikat dan Rusia. Selama periode Maret hingga Juni 2026, total 18.585 gram narkotika berhasil disita dari dua jalur penyelundupan berbeda, salah satunya melalui koper yang dibuat dengan kompartemen rahasia. Kasus ini menegaskan upaya pelaku untuk menghindari deteksi pemeriksaan ketat di bandara.

Modus Penyelundupan: Kejelian dalam Kemasan

Latest Update – Modus penyelundupan ganja dari Amerika Serikat dan Rusia terbongkar setelah petugas bea dan cukai memeriksa barang kiriman yang dikemas sebagai ‘luggage’. Ganja seberat 10.785 gram ditemukan dalam paket yang disampaikan ke Bali. Sementara itu, warga Rusia berinisial KK (52) disergap saat membawa hasis 7.800 gram, yang disembunyikan dalam kompartemen rahasia di bagian bawah koper. Teknik ini memanfaatkan kesenjangan pengawasan di jalur darat, dengan target utama wisatawan asing yang memasuki Bali.

“Kirimannya disusun sedemikian rupa agar sulit diduga. Barang dikemas sebagai ‘luggage’ dan bergerak di bawah radar pemeriksaan bandara,” jelas Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, Kepala Kantor Bea Cukai Soetta, Rabu (24/6/2026).

Pengembangan Kasus: Tindak Lanjut oleh BNN

Latest Update – Setelah menangkap dua pelaku Rusia, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memperluas penyelidikan dengan menelusuri jaringan internasional yang terlibat. Keduanya diduga bertugas sebagai pengendali dan penerima barang, dengan satu di antaranya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terlibat langsung dalam pengiriman dari luar negeri. BNN juga menginvestigasi apakah kedua pengiriman narkoba ini memiliki tujuan yang sama atau saling terpisah.

“Kasus ini menunjukkan kejelian pelaku dalam memanipulasi sistem pengawasan. Mereka menyesuaikan skenario agar barang tidak terdeteksi selama pemeriksaan udara,” terang Tery Zakiar Muslim, Direktur Interdiksi BNN RI.

Detail Penyelundupan: Teknik yang Disesuaikan dengan Target

Latest Update – Analisis awal menunjukkan bahwa ganja dan hasis yang diselundupkan disasar langsung ke komunitas turis asing di Bali. Pelaku memanfaatkan koper yang terlihat biasa untuk menyembunyikan narkoba, sementara cara pengiriman dari Amerika Serikat mengandalkan alur logistik yang terencana. Selain itu, para pelaku memanfaatkan waktu keberangkatan dan pemeriksaan yang terlewat, sehingga dapat memasukkan barang secara sembunyi-sembunyi.

Penyelundupan ini memperlihatkan peningkatan strategi para pelaku narkoba dalam merayap masuk ke pasar Bali. Dengan mengandalkan keahlian dalam pengemasan dan pengendalian alur distribusi, mereka mampu mengelabui petugas di berbagai tingkat pemeriksaan. Pelaku juga berupaya menghindari kesadaran pengguna narkoba di Bali, agar tidak terdeteksi sejak awal.

Analisis dan Dampak pada Wisata Bali

Latest Update – Kasus ini memberikan dampak besar pada industri pariwisata Bali, yang sejak lama menjadi target utama penyelundupan narkoba. Pemerintah Daerah Bali dan BNN sedang berupaya menegaskan kembali kepercayaan wisatawan asing dengan meningkatkan operasi pengawasan di bandara dan tempat-tempat transit. Selain itu, BNN juga mengeluarkan peringatan khusus kepada pengunjung yang terlibat dalam aktivitas penggunaan narkoba di daerah wisata.

Analisis menunjukkan bahwa Bali menjadi destinasi utama karena adanya permintaan tinggi terhadap ganja dan hasis di kalangan turis. Modus penyelundupan yang digunakan kali ini dianggap lebih canggih dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan potensi merusak reputasi Bali sebagai kota wisata yang aman. Oleh karena itu, BNN dan Bea Cukai terus meningkatkan langkah-langkah untuk menutup celah kejahatan di sektor logistik.

Langkah Selanjutnya: Penyelidikan dan Penindakan

Latest Update – Penyelidikan terus berjalan dengan pendekatan terpadu antara Bea Cukai dan BNN. Para pelaku yang telah ditangkap diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui jumlah barang yang tersisa dan siapa saja yang terlibat dalam jaringan ini. Sementara itu, pihak berwenang juga sedang mengecek alur logistik dari luar negeri, terutama dari Amerika Serikat dan Rusia, untuk memastikan tidak ada celah baru.

Pelaku dapat menghadapi hukuman mati atau penjara seumur hidup berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kasus ini dianggap sebagai contoh nyata bagaimana jaringan narkoba global terus berinovasi dalam menyasar pasar Bali. Dengan memanfaatkan trik koper kompartemen, mereka berhasil menghindari pemeriksaan ketat di bandara dan mengarahkan narkoba langsung ke target yang terpilih.

Gabung diskusi