Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Main Agenda: Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Elizabeth Martin - narakabar.com 3 mins read 20 views

r Siswa Sekolah Rakyat Main Agenda kembali menjadi sorotan setelah Kementerian Sosial (Kemensos) bersama TNI mengumumkan kolaborasi strategis dalam

Main Agenda: Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos dan TNI Kolaborasi Bina Karakter Siswa Sekolah Rakyat

Main Agenda kembali menjadi sorotan setelah Kementerian Sosial (Kemensos) bersama TNI mengumumkan kolaborasi strategis dalam meningkatkan pembinaan karakter siswa Sekolah Rakyat. Dalam upaya ini, sebanyak 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) akan ditugaskan sebagai pengawas dan pembimbing di lingkungan belajar para siswa. Tujuan utamanya adalah memperkuat disiplin, rapi, serta tanggung jawab sosial dalam proses pendidikan nasional.

Program Pembinaan Karakter yang Dibangun Bersama

Kolaborasi ini diluncurkan pada pertemuan di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/6/2026). Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menjelaskan bahwa Main Agenda ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan harmonisasi antara pendidikan formal dan non-formal. “Dengan melibatkan Taruna Akmil, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih terstruktur dan berorientasi pada nilai-nilai kebersihan serta keteraturan,” tambahnya.

“Setelah skema kerja sama dibuat oleh Mabes TNI dan Kemensos, nantinya setiap Sekolah Rakyat akan didampingi oleh lima Taruna. Mereka akan membimbing siswa maupun guru dalam aspek kebersihan dan ketertiban,” jelas Agus Jabo.

Kemensos menargetkan program ini akan diterapkan di seluruh 178 Sekolah Rakyat yang ada di Indonesia. Pemilihan Taruna Akmil sebagai pengasuh didasari pada kemampuan mereka dalam menginstalasi sikap tanggung jawab, kerja keras, dan rasa percaya diri. “Main Agenda ini bukan hanya untuk memperbaiki kebersihan fisik, tapi juga untuk membangun kebiasaan baik secara psikologis dan sosial,” tambahnya.

Persiapan dan Penempatan Taruna Akmil

Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen R. Sidiharta Wisnu Graha mengatakan pihaknya telah menyiapkan 1.000 Taruna Tingkat 1 dan 2 untuk mengimplementasikan program ini. “Mereka akan diberi pelatihan khusus agar bisa memenuhi standar pembinaan karakter yang diharapkan oleh Kemensos,” tambah Wisnu. Selain itu, penempatan Taruna akan dilakukan secara bertahap, mengingat ada beberapa penyesuaian dalam kurikulum Sekolah Rakyat.

“Taruna yang dikirimkan mencakup pengasuh dari berbagai tingkat, sehingga dapat memastikan pengaruh pembentukan karakter secara menyeluruh,” kata Wisnu.

Beberapa materi yang akan diajarkan antara lain cara merapikan pakaian seragam, mengatur seprai, memperbaiki kerapian lemari, serta teknik menyemir sepatu. Program ini rencananya akan dimulai pada awal Agustus 2026, dengan durasi satu minggu. Adapun pemilihan waktu ini dipertimbangkan agar tidak mengganggu semester pendidikan utama siswa.

Tujuan dan Manfaat Program Bina Karakter

Program Main Agenda ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat, yang memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan adanya Taruna Akmil, para siswa akan diberi contoh langsung tentang disiplin, kebersihan, dan sikap sopan. “Ini adalah langkah konkret untuk menciptakan generasi muda yang lebih mandiri dan bertanggung jawab,” ungkap Wakil Menteri Saifullah Yusuf dalam wawancara terpisah.

Kemensos juga menyatakan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk adaptasi siswa ke lingkungan baru. Selain bimbingan langsung, ada juga rencana pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Main Agenda ini bukan hanya untuk Sekolah Rakyat, tapi juga menjadi model bagi institusi pendidikan lain,” tambah Saifullah.

Respons Masyarakat dan Kritik Terhadap Program

Respons masyarakat terhadap kolaborasi antara Kemensos dan TNI tergantung pada cara implementasi. Beberapa pihak menyambut baik upaya ini, karena dianggap bisa mengatasi kelemahan pendidikan di daerah terpencil. Namun, ada juga kritik bahwa program ini bisa jadi kurang berfokus pada aspek akademik.

“Main Agenda ini memang menarik, tapi kita juga perlu memastikan bahwa para Taruna Akmil tidak hanya fokus pada disiplin, tapi juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkembang secara intelektual,” kata seorang guru Sekolah Rakyat di Jawa Barat.

Kemensos berkomitmen untuk mengintegrasikan aspek akademik dengan pembinaan karakter. Mereka akan bekerja sama dengan para pengajar untuk menyusun rencana pembelajaran yang seimbang. “Kami berharap program ini bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pendidikan,” tambah Wakil Menteri Saifullah Yusuf.

Langkah Selanjutnya dan Harapan Masa Depan

Sebagai langkah selanjutnya, Kemensos akan melakukan evaluasi berkala terhadap keberhasilan program Main Agenda. Evaluasi ini akan melibatkan pengamatan langsung dari Taruna Akmil dan lapangan. “Kami ingin memastikan bahwa program ini memberikan dampak nyata pada tingkah laku siswa,” ujar Agus Jabo Priyono.

Harapan utama dari program ini adalah membentuk siswa yang tidak hanya pintar, tetapi juga berbudi luhur dan siap menghadapi tantangan kehidupan. Dengan bantuan Taruna Akmil, Kemensos ingin menumbuhkan lingkungan belajar yang lebih konsisten dan memiliki standar nasional. “Main Agenda ini adalah bagian dari visi membangun Indonesia yang lebih mandiri dan berakhlak,” pungkas Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di acara peluncuran program.

Gabung diskusi