Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Special Plan: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Siswa Biasakan Cek Komposisi dan Tanggal Kedaluwarsa Makanan

David Moore - narakabar.com 3 mins read 7 views

Special Plan: Menteri Pendidikan Ajak Siswa Cek Komposisi Makanan Special Plan - Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan

Special Plan: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ajak Siswa Biasakan Cek Komposisi dan Tanggal Kedaluwarsa Makanan

Special Plan: Menteri Pendidikan Ajak Siswa Cek Komposisi Makanan

Special Plan – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengumumkan Special Plan yang bertujuan mengajak siswa membiasakan mengecek komposisi bahan dan tanggal kedaluwarsa makanan. Program ini diluncurkan sebagai bagian dari kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada acara di Jakarta, Senin, 28 Juni 2026, dalam rangka menumbuhkan pola pikir kritis di kalangan generasi muda.

Special Plan menekankan pentingnya pendidikan pangan yang menjadi bagian dari kurikulum sekolah. Mu’ti menyampaikan bahwa kebiasaan ini tidak hanya membantu siswa memahami informasi nutrisi, tetapi juga mencegah risiko konsumsi makanan yang tidak layak. Dalam wawancara, ia menyoroti bahwa keamanan pangan merupakan salah satu isu yang sangat relevan dalam masa transisi menuju Indonesia Emas 2045, di mana kesehatan dan keterampilan berpikir kritis menjadi aset penting bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial.

Program SAPA: Membentuk Budaya Pemantauan Pangan

Program Special Plan ini dikenal sebagai SAPA (Sistem Ajaran Pangan dan Pemantauan), yang dirancang untuk mengintegrasikan pengetahuan tentang bahan makanan dan tanggal kedaluwarsa ke dalam pelajaran di sekolah. Mu’ti menjelaskan bahwa SAPA akan melibatkan pelatihan langsung kepada siswa, guru, serta orang tua, sehingga edukasi bisa mencapai lingkaran keluarga dan sekolah. Menurutnya, pendekatan ini akan membentuk kebiasaan sehat yang berkelanjutan.

Sebagai contoh, dalam Special Plan, siswa akan diberikan panduan cara membaca label kemasan makanan, serta simulasi praktis untuk memeriksa komposisi bahan dan kualitas produk. Mu’ti menambahkan bahwa selain mengecek tanggal kedaluwarsa, siswa juga diajarkan cara membedakan bahan-bahan alami dari bahan tambahan kimia yang bisa merugikan kesehatan. Kebiasaan ini, katanya, akan menjadi fondasi untuk pengambilan keputusan bijak di masa depan.

“Pemahaman tentang keamanan pangan adalah kunci menjaga kesehatan dan mengurangi risiko penyakit yang bisa terjadi dari konsumsi makanan tidak layak. Dengan Special Plan, kita ingin memastikan siswa memiliki keterampilan memilah produk pangan secara mandiri,” ujar Mu’ti.

Kolaborasi dengan BPOM: Memperkuat Edukasi Pangan di Sekolah

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyambut baik inisiatif Special Plan ini. Ia menegaskan bahwa edukasi pangan harus menjadi prioritas nasional, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks. Ikrar menambahkan bahwa BPOM akan memberikan bantuan dalam menyusun materi pelajaran dan mengadakan sesi konsultasi tentang standar keamanan pangan.

“Dalam Special Plan, kita tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pangan aman adalah tanggung jawab bersama. Kebiasaan memeriksa komposisi dan tanggal kedaluwarsa akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda,” tutur Ikrar.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), sekitar 10 persen populasi global mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan terkontaminasi, dengan angka kematian mencapai 420 ribu orang per tahun. Di Indonesia, riset menunjukkan 10 hingga 22 juta kasus diare terjadi setiap tahun karena makanan yang tidak aman, sehingga Special Plan diharapkan menjadi langkah efektif dalam mengurangi angka tersebut. Program ini juga bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas pangan secara terpadu.

Dengan Special Plan, pemerintah menargetkan 100% sekolah dasar dan menengah di Indonesia dapat melaksanakan SAPA dalam tiga tahun ke depan. Selain itu, program ini juga akan menyebarluaskan informasi melalui media sosial dan kampanye lokal untuk memastikan masyarakat luas memahami pentingnya keamanan pangan. Ikrar menekankan bahwa Special Plan bukan sekadar pelajaran, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam kesehatan nasional.

Special Plan akan dilengkapi dengan sistem pengawasan yang ketat, termasuk pengujian kualitas makanan di sekitar lingkungan sekolah. Mu’ti berharap, melalui Special Plan, siswa tidak hanya menjadi konsumen cerdas, tetapi juga calon produsen dan pengusaha yang peduli pada standar pangan. Pendidikan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan, di mana kehati-hatian dalam konsumsi pangan menjadi bagian dari budaya hidup sehat.

Gabung diskusi