Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Latest Program: Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya

Karen Martinez - narakabar.com 3 mins read 8 views

Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya Latest Program - Kasus korupsi terkait program Latest Program Makan Bergizi Gratis

Latest Program: Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya

Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya

Latest Program – Kasus korupsi terkait program Latest Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menunjukkan kemajuan signifikan. Setelah penyidik melakukan investigasi terhadap ponsel milik tersangka Sony Sonjaya, jumlah nama-nama yang diduga terlibat dalam skandal ini melonjak dari 26 menjadi 41 orang. Peningkatan ini membuka kemungkinan adanya keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak dalam penyimpangan dana program pangan sosial tersebut.

Penyelidikan Berlanjut, 41 Nama Terungkap

Penyidik mengungkap bahwa sebagian besar dari 41 nama tersebut berasal dari kalangan politisi. Krisna Murti, kuasa hukum Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa usulan tambahan yang ditemukan dalam pemeriksaan ponsel mengandung nama-nama baru yang tidak sebelumnya terdaftar dalam investigasi awal. “Tabel permohonan yang terdapat di WhatsApp Sony Sonjaya menunjukkan indikasi bahwa beberapa nama dianggap memenuhi syarat sebagai mitra program, meskipun ada dugaan penyalahgunaan kuasa,” kata Krisna saat diwawancarai di Gedung Bundar, Kamis (18/6/2026).

Indikasi Penggelembungan Harga Ditemukan

Di samping identifikasi tambahan nama, penyidik juga menemukan bukti praktik penggelembungan harga dalam pengadaan barang pendukung MBG. Barang-barang yang terlibat mencakup 21.801 unit sepeda motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, dan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci. Keseluruhan dugaan penyimpangan ini dinilai memberikan dampak negatif terhadap pelaksanaan program yang seharusnya menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Penyidik menilai bahwa kontribusi dari daftar nama yang terungkap memperlihatkan adanya sistem penyimpangan yang terstruktur. Sejumlah yayasan yang diduga terkait dengan pihak BGN dikabarkan tidak memenuhi kriteria sebagai mitra SPPG, menyebabkan penyaluran bantuan makanan menjadi tidak efisien. Kasus ini pun kini menjadi sorotan publik, dengan berbagai pihak menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana.

Skandal MBG: Konflik Kepemimpinan dan Tuntutan Mahasiswa

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi MBG periode 2025–2026, yakni Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, Asep Yusuf Somantri (AYS), dan Andri Mulyono. Dadan Hindayana, mantan kepala BGN, digantikan oleh Nanik S Deyang setelah diberhentikan dari jabatannya. Penyidikan terhadap Sony Sonjaya kini dilanjutkan dengan pemeriksaan lebih lanjut pada 18 Juni 2026, guna mengungkap peranannya dalam skema korupsi ini.

Sementara itu, mahasiswa kembali turun ke jalan untuk menuntut pengungkapan transparansi program MBG. Pimpinan DPR disebut siap melakukan pertemuan dengan massa mahasiswa besok, guna mendiskusikan penambahan nama-nama yang diduga terlibat. Krisna Murti menegaskan bahwa kebanyakan dari 41 nama tersebut berasal dari kalangan politisi, yang memperkuat dugaan adanya campur tangan kekuasaan dalam penyimpangan dana.

Keterlibatan Yayasan dan Tantangan Pelaksanaan

Kasus MBG kini menyoroti peran yayasan dalam pengelolaan program. Menurut penyidik, MBG seharusnya diadministrasikan oleh Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi banyak pemberian bantuan dialihkan ke yayasan yang memiliki hubungan dengan pejabat BGN. Beberapa yayasan tersebut diduga tidak memenuhi kriteria sebagai mitra SPPG, sehingga memungkinkan terjadinya kecurangan dalam distribusi bantuan makanan.

Perluasan kasus ini juga memicu pertanyaan terhadap efektivitas pengawasan internal dan eksternal terhadap program pangan sosial. Mahasiswa serta aktivis mengkritik sistem pengadaan yang tidak transparan, sementara masyarakat penerima manfaat merasa kecewa karena bantuan yang seharusnya dialokasikan untuk masyarakat miskin justru disalahgunakan. Dengan 41 nama yang terungkap, kasus MBG kini menjadi fenomena korupsi yang menunjukkan pengaruh luas dari kebijakan dan manajemen program tersebut.

Gabung diskusi