Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Sarah Jackson - narakabar.com 3 mins read 2 views

Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi dimulai pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Upacara apel resmi digelar di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Fondasi Karakter Siswa

Narakabar.com – Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi dimulai pada hari Sabtu, 1 Agustus 2026. Upacara apel resmi digelar di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, dengan kehadiran Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebagai Pengambil Upacara. Acara ini menandai dimulainya penempatan para taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian ke berbagai titik Sekolah Rakyat tahun 2026.

Sebanyak lebih dari seribu taruna terpilih untuk mengikuti program pendampingan ini. Setiap Sekolah Rakyat akan menerima lima taruna yang bertugas mendampingi siswa selama lima hari penuh. Kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sehingga para siswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya sambil mendapatkan bimbingan dari para taruna.

Gus Ipul: Taruna Sebagai Role Model Kedisiplinan

Gus Ipul menjelaskan bahwa kehadiran para taruna di Sekolah Rakyat memiliki tujuan mulia. Mereka diharapkan dapat menjadi teladan kedisiplinan serta melatih siswa dalam manajemen hidup berasrama. Pengalaman berharga yang dimiliki para taruna akan dibagikan kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan pendampingan.

Para Taruna tahu persis rasanya jauh dari rumah, tidur bukan di kamar sendiri, bangun pagi tanpa disuruh orang tua, itulah yang harus ditularkan kepada siswa sekolah rakyat, kata Gus Ipul.

Upacara apel dimulai tepat pukul 06.58 WIB. Setelah upacara selesai, Gus Ipul didampingi oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono untuk meninjau demonstrasi pemberian bimbingan. Demonstrasi ini melibatkan siswa-siswa dari SRMA 20 Sleman dan SRMA 43 Magelang yang mendapat pendampingan langsung dari para taruna.

Dalam demonstrasi tersebut, para taruna menunjukkan berbagai kegiatan menarik. Mulai dari bimbingan kerapihan lemari dan kasur, materi psikologi lapangan, hingga latihan baris berbaris. Semua kegiatan dirancang untuk membentuk karakter siswa secara holistik.

Tujuh Poin Utama Selama Masa Pendampingan

Dalam amanatnya, Gus Ipul menyampaikan tujuh poin penting yang harus dikuatkan oleh para taruna. Ketujuh hal tersebut meliputi kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, wawasan nusantara, ekstrakurikuler dan kegiatan kelompok, kebersihan diri dan lingkungan asrama, bela negara, serta kegiatan keagamaan.

Ini adalah fondasi karakter yang akan menopang anak-anak itu jauh setelah para Taruna pulang dari sana. Untuk itu, saya menitipkan pesan kepada para Taruna. Dampingi siswa-siswa sekolah rakyat dengan penuh empati, jadilah kakak yang menjadi teladan bagi siswa-siswa sekolah rakyat, ujarnya.

Garis Merah: Anti Bullying dan Kekerasan

Gus Ipul juga menekankan pentingnya menjaga garis merah dalam kegiatan ini. Tidak boleh terjadi bullying, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi. Ketiga hal tersebut merupakan garis merah yang tidak bisa ditawar oleh siapapun, termasuk oleh para taruna sendiri.

Tiga hal ini adalah garis merah yang tidak bisa ditawar oleh siapapun termasuk oleh kita semua. Maka jika melihat hal-hal seperti itu terjadi kita punya kewajiban untuk menghentikannya, membimbing dan kemudian mengarahkannya untuk berbuat yang lebih positif, tegasnya.

Sementara itu, Danjen Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha juga memberikan motivasi kepada para siswa Sekolah Rakyat. Ia menekankan pentingnya ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan dan rintangan.

Kamu harus tangguh hadapi tantangan, rintangan, hambatan, dan ancaman. Tangguh, kalau kamu tidak tangguh, kamu bukan pejuang, kata Wisnu.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari berbagai instansi. Antara lain Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Wadanjen Akademi TNI Marsekal Muda TNI Wayan Superman, serta pejabat terkait lainnya dari Polri dan Kemensos.

Gabung diskusi