Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Important Visit: Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Karen Martinez - narakabar.com 3 mins read 5 views

ur dan Dua Anggota Hilang Saat Operasi Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng Important Visit - Operasi penyergapan terhadap bandar narkoba di Kalteng menjadi

Important Visit: Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Important Visit: Satu Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang Saat Operasi Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Important Visit – Operasi penyergapan terhadap bandar narkoba di Kalteng menjadi sorotan utama pada Rabu dini hari, 1 Juli 2026. Tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan tindakan cepat untuk menangkap pelaku peredaran sabu, yang memicu pertarungan sengit dengan warga setempat. Hasilnya, seorang anggota polisi tewas di tempat, sementara dua petugas lainnya menghilang dalam kondisi darurat. Pengeboman ini dianggap sebagai bagian dari upaya penting dalam menegakkan hukum narkoba di wilayah Katingan Tengah.

“Kami menduga operasi ini adalah bagian dari ‘important visit’ ke Desa Tumbang Kalemei, yang bertujuan mengungkap jaringan narkoba besar. Saat ini, kami masih berusaha menemukan dua anggota yang belum ditemukan,” kata Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, Kamis (2/7/2026).

Latar Belakang Operasi dan Target Penyergapan

Operasi tersebut dipicu oleh laporan masyarakat yang mengungkap intensitas peredaran narkoba di Desa Tumbang Kalemei. Setelah penyelidikan intensif, polisi menargetkan seorang pria berinisial BIO, yang memiliki catatan sebagai residivis kasus narkotika. Kegiatan penyergapan yang dinamai “important visit” ini bertujuan untuk menghentikan aktivitas pengedaran sabu secara efektif. Selain itu, pihak kepolisian juga ingin memberikan contoh tindakan tegas dalam pemberantasan narkoba di daerah terpencil.

Persiapan operasi memakan waktu beberapa hari sebelumnya. Tim terdiri dari sebelas personel yang dibagi menjadi dua kelompok: satu untuk masuk ke rumah pelaku dan yang lain untuk memantau lingkungan. Tindakan ini diambil setelah informasi tentang lokasi penyimpanan barang bukti berhasil dikumpulkan. “Important visit” ini tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada penggalian informasi terkait jaringan narkoba yang lebih luas.

Proses Pengepungan dan Pertarungan Sengit

Saat tim tiba di desa sekitar pukul 00.30 WIB, muncul perlawanan tiba-tiba dari keluarga pelaku yang menggunakan parang dan senjata rakitan. Pertarungan berlangsung hanya dalam hitungan menit, dengan tembakan mengarah ke petugas. Satu anggota polisi, Aipda Yudhi Perdana Putra, tewas di tempat, sementara dua orang lainnya terpaksa melompat ke sungai untuk berlindung. “Situasi sangat berisiko selama ‘important visit’ ini, karena pelaku menyiapkan serangan tidak terduga,” tambah Kasat Resnarkoba.

Kondisi darurat terjadi saat warga sekitar terlibat dalam perlawanan. Mereka membawa senjata api rakitan, parang, dan balok kayu untuk mengejar petugas. Polisi terpaksa berlari ke tepian sungai dan mengambil tindakan evakuasi untuk menyelamatkan diri. “Important visit” ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam menegakkan hukum di tempat-tempat yang terbilang sulit dijangkau.

Hasil Evakuasi dan Status Dua Anggota yang Hilang

Setelah pertarungan berakhir, tiga anggota berhasil dievakuasi. Namun, kondisi mereka masih memprihatinkan, terutama karena kelelahan dan cedera akibat serangan warga. Dua petugas, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dalam pencarian intensif. “Kami tidak menyerah dalam mencari mereka, karena ‘important visit’ ini memiliki dampak besar untuk pemberantasan narkoba di Kalteng,” jelas Kapolres.

Operasi penyergapan ini menjadi peristiwa serius dalam sejarah kepolisian Katingan. Meski berhasil menangkap pelaku, kehilangan dua anggota tetap menjadi sorotan. Selain itu, peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan persiapan operasi di masa depan. Pemimpin operasi menegaskan bahwa “important visit” ini adalah langkah penting dalam menghadapi tantangan peredaran narkoba di daerah pedesaan.

Reformasi Polri dan Tanggung Jawab Pemimpin Operasi

Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menyatakan dukungan penuh terhadap tindakan “important visit” ini. Mereka berharap operasi bisa menjadi contoh efektif dalam penegakan hukum narkoba. “Kami akan terus memberikan bantuan kepada jajaran lapangan untuk mencari dua anggota yang masih hilang,” tambah Direktur Tindak Pidana Narkoba. Reformasi Polri dinilai jalan di tempat jika tidak ada tindakan tegas seperti ini, terutama dalam operasi yang berisiko tinggi.

Sejumlah warga desa menyatakan bahwa mereka tidak menyangka operasi bisa berlangsung dengan intensitas serupa. “Saya kira mereka hanya ingin menangkap pelaku, tapi justru terjadi pertarungan yang mematikan,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Kejadian ini menunjukkan bahwa “important visit” ke desa terpencil bisa menghadirkan risiko nyata, baik bagi petugas maupun warga setempat.

Gabung diskusi