Special Plan: Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?
Special Plan: Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?
Special Plan: Indonesia Punya Potensi Energi Surya Terbesar, Mengapa Pemanfaatannya Masih Minim?
Special Plan – Indonesia, dengan wilayah yang luas dan sumber energi matahari yang sangat besar, memiliki kapasitas energi surya mencapai 3.294 gigawatt (GW), menjadikannya salah satu negara dengan potensi terbesar di dunia. Namun, hingga 2026, hanya sekitar 1,6 GW dari kapasitas tersebut yang berhasil dioperasikan, atau kurang dari 0,1 persen dari total potensi. Masalah ini menjadi sorotan dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi dedieselisasi dan ketahanan energi nasional.
Potensi Energi Surya dan Tantangan Pemanfaatan
Dari segi teknis, Indonesia memiliki kondisi geografis yang sangat mendukung pengembangan energi surya, terutama di daerah dengan radiasi matahari tinggi seperti Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua. Meski demikian, pemanfaatan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) masih terbatas karena berbagai hambatan, termasuk ketersediaan modal, regulasi yang kurang optimal, serta kebutuhan infrastruktur pendukung. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah merancang Special Plan untuk mempercepat pengembangan PLTS, tetapi realisasi masih jauh dari harapan.
Kontribusi PLTS dalam Pemenuhan Energi Wilayah Terpencil
Salah satu tujuan utama Special Plan adalah mengatasi kesenjangan akses listrik di wilayah terpencil, terutama daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Dalam forum Indonesia Solar Summit 2026, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis ESDM, Andriah Feby Misa, menjelaskan bahwa PLTS menjadi solusi strategis untuk mendorong elektrifikasi daerah yang jauh dari jaringan PLN. Teknologi seperti PLTS individu yang dihubungkan baterai dan PLTS komunal dianggap efektif untuk memastikan pasokan energi siang dan malam.
“Kita perlu mempercepat pemanfaatan PLTS sebagai bagian dari Special Plan, karena ini bisa mengurangi ketergantungan pada PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang mahal dan rentan gangguan pasokan BBM,” kata Feby dalam sesi media briefing, Kamis (9/7).
Perkembangan dan Kinerja di Papua Selatan
Kasus sukses pengembangan PLTS dapat dilihat di Papua Selatan, tempat rasio elektrifikasi melalui jaringan PLN baru mencapai 77,16 persen. Dengan penambahan PLTS individual, angka tersebut meningkat menjadi 99,79 persen, menunjukkan potensi besar teknologi ini dalam meningkatkan akses energi. Namun, ada 5.758 desa dan 4.310 dusun yang masih belum teraliri listrik, sehingga Kementerian ESDM menargetkan pembangunan 10.068 PLTS komunal pada 2027–2029 sebagai bagian dari Special Plan.
Kritik dan Saran dari Ahli
Sejumlah lembaga seperti Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai bahwa pendekatan infrastruktur saja tidak cukup untuk mengoptimalkan penggunaan energi surya. Mereka menekankan bahwa Special Plan perlu diimbangi dengan regulasi yang lebih mendukung, seperti kebijakan net-metering untuk meningkatkan daya tarik investasi. Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan Penyimpanan Energi IESR, His Muhammad Bintang, menambahkan bahwa karakteristik modular PLTS memungkinkan penyesuaian lokasi secara fleksibel, tanpa harus menunggu perluasan jaringan transmisi.
“PLTS bukan hanya menjadi alat untuk menambah energi terbarukan, tetapi juga bisa mendorong dedieselisasi dan mengurangi emisi karbon secara signifikan,” ujar Bintang.
Kendala dalam Implementasi Special Plan
Implementasi Special Plan masih menghadapi tantangan, terutama di sektor rumah tangga dan industri. Di tingkat rumah tangga, ketiadaan skema net-metering membuat investasi PLTS atap kurang menarik, sementara di sektor komersial dan industri, kuota pemasangan yang terbatas memperlambat pertumbuhan. Selain itu, kesenjangan dalam teknologi penyimpanan energi dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang manfaat PLTS juga menjadi hambatan utama.
Untuk mempercepat pencapaian target, Kementerian ESDM perlu mengoptimalkan peran PLTS dalam Special Plan dengan mengintegrasikan kebijakan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dengan mengeksploitasi potensi energi surya secara maksimal, Indonesia dapat mempercepat transisi energi, memperkuat ketahanan nasional, dan menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam penggunaan sumber daya terbarukan.
