Special Plan: Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
Special Plan: Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar Pengembangan Investigasi dan Penguatan Bukti Special
Special Plan: Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
Pengembangan Investigasi dan Penguatan Bukti
Special Plan – Penyidik Polda Metro Jaya, dalam kerangka Rencana Khusus (Special Plan), sedang mengejar tiga kasus dugaan korupsi yang melibatkan Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejaksaan Agung. Dalam rangka memperkuat proses penyelidikan, tim investigasi telah memanggil minimal 15 saksi dari berbagai lokasi, termasuk kegiatan di Sentul yang menjadi pusat perhatian. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh untuk menggali informasi yang relevan dengan kasus, terutama mengenai transaksi dan aktivitas yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi.
Proses penggeledahan di berbagai lokasi seperti kafe, money changer, apartemen, dan rumah pribadi Febrie terus berjalan intensif. Dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya pada Jumat (10/7/2026), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa penelusuran mencakup pihak-pihak yang berperan langsung atau tidak langsung dalam kasus. Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya keberlanjutan Special Plan dalam memastikan tidak ada bukti yang terlewat.
“Dalam rangka Rencana Khusus ini, kami tidak hanya menelusuri saksi terkait, tetapi juga mencari sumber informasi yang bisa memberi petunjuk jelas. Pemeriksaan di Sentul, khususnya di rumah Febrie, menjadi bagian kunci dari strategi penyelidikan yang sedang kami lakukan,” kata Budi dalam pengumumannya.
Penguatan Kolaborasi dan Penyitaan Bukti
Pengembangan investigasi di bawah Special Plan memperlihatkan koordinasi yang lebih ketat antara Polda Metro Jaya dan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri. Dalam penyelidikan ini, tim penyidik menyita berbagai barang bukti, termasuk dokumen, uang tunai, dan benda elektronik yang ditemukan di lokasi-lokasi yang digeledah. Salah satu barang bukti yang menarik perhatian adalah bingkai foto keluarga yang ditemukan di rumah pribadi Febrie di Sentul, meski foto tersebut tidak akan dipublikasikan untuk melindungi privasi.
Keterangan dari saksi-saksi yang diperiksa dalam rangka Special Plan menunjukkan bahwa selain sopir dan karyawan gedung, petugas keamanan di Sentul juga menjadi fokus pemeriksaan. Mereka diperiksa untuk melacak kegiatan yang berpotensi terkait dengan korupsi. Dalam kesempatan ini, Direktur Penindakan Kortastipidkor Polri Brigjen Robertus Yohanes De Deo memberi penjelasan bahwa pihak kepolisian memastikan setiap langkah dalam penyelidikan tetap terstruktur dan transparan.
“Kami memandang bahwa Rencana Khusus ini harus berjalan dengan akurat dan cepat. Pemeriksaan saksi serta penyitaan barang bukti adalah bagian tak terpisahkan dari upaya kami untuk mengungkap tuntas dugaan korupsi yang melibatkan Febrie Adriansyah,” tambah De Deo.
Detail Saksi dan Penyelidikan di Sentul
Penggeledahan di Sentul melibatkan sejumlah saksi kunci, termasuk dari kafe de’Clan dan money changer yang menjadi lokasi utama penyelidikan. Dari kafe de’Clan, penyidik mengantarkan dua saksi yang diperiksa secara terpisah, sementara dari money changer, empat saksi dengan inisial DH, HH, ER, dan RP diperiksa untuk memberikan keterangan terkait alur dana dan transaksi yang diduga mencurigakan. Selain itu, satu saksi dari rumah di Gandaria juga diperiksa, dengan nama DR, yang diperkirakan memiliki informasi penting tentang hubungan antara Febrie dengan pihak-pihak terkait.
Dalam upaya memperkuat Special Plan, penyidik juga menggali keterangan dari individu yang berperan sebagai pengawal atau sekuriti di rumah Febrie. Pihak kepolisian menyatakan bahwa petugas keamanan ini diperiksa untuk melihat apakah mereka memiliki pengetahuan atau peran dalam menyembunyikan barang bukti. Proses ini memastikan bahwa setiap aspek kehidupan Febrie di Sentul, termasuk aktivitas sosial dan keuangan, menjadi bagian dari investigasi yang mendalam.
Kontinuitas dan Evaluasi Proses Penyidikan
Penyidikan di bawah Special Plan terus berjalan dengan penuh komitmen untuk menyelesaikan kasus secara menyeluruh. Kombes Victor Dean Mackbon, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa tim penyidik akan melanjutkan pemeriksaan hingga semua saksi yang relevan diperiksa. Proses ini juga mencakup evaluasi terhadap metode investigasi untuk memastikan tidak ada kekurangan dalam pengumpulan bukti.
Beberapa aspek dalam penyelidikan yang terkait dengan Special Plan, seperti keterlibatan pihak keamanan di Sentul, menunjukkan bahwa upaya penegakan hukum tidak hanya fokus pada keuangan tetapi juga pada jalur-jalur informasi yang bisa menyelamatkan korupsi. Penyidik menyatakan bahwa setiap saksi, termasuk petugas keamanan, diperiksa dengan hati-hati untuk memastikan konsistensi dalam pengungkapan fakta.
Privasi dan Reputasi dalam Investigasi
Salah satu langkah penting dalam Special Plan adalah menjaga privasi pihak yang terlibat, terutama keluarga Febrie. Dalam konferensi pers, Budi Hermanto menjelaskan bahwa foto keluarga yang ditemukan di rumah pribadi Febrie tidak akan dipublikasikan untuk mencegah potensi konflik atau stigma yang tidak seharusnya terjadi. “Kami ingin menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap proses penyelidikan,” ujarnya.
Komitmen terhadap Special Plan juga diwujudkan melalui penyampaian hasil investigasi secara berkala. Dengan menampilkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka terus memperkaya keterangan dari saksi dan menganalisis hubungan antar pihak yang terlibat. Proses ini dirancang untuk menciptakan narasi yang jelas dan komprehensif, serta memastikan bahwa setiap aspek kasus diberi perhatian yang layak.
