Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa – Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa - Pada Jumat (10/7/2026), sejumlah ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di
Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa – Pada Jumat (10/7/2026), sejumlah ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Mereka menuntut investigasi menyeluruh terhadap dugaan korupsi yang melibatkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Protes dengan Tema #BersihBersihKejagung
Aksi yang diusung dengan tema “#BersihBersihKejagung” ini menyoroti temuan barang bukti dari penggeledahan penyidik Kortastipidkor Polri terkait kasus yang sedang diselidiki. Massa menuntut transparansi dan independensi dalam proses hukum, serta evaluasi menyeluruh terhadap kejaksaan.
Desakan untuk Penegakan Hukum yang Objektif
Para peserta aksi meminta DPR RI dan pemerintah memastikan proses hukum berjalan tanpa intervensi. Mereka menilai dugaan korupsi yang menyeret Febrie Adriansyah berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Kejaksaan Agung hari ini dipercaya publik untuk menangkap koruptor, tapi apa yang teman-teman lihat hari ini, sebuah bentuk kejahatan telah terjadi di tubuh Kejaksaan Agung,” ujar salah satu orator.
Empat Tuntutan Mahasiswa
Dalam aksinya, mahasiswa mengajukan empat tuntutan kepada DPR dan pemerintah:
- Mendesak DPR RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, sistem pengawasan internal, dan akuntabilitas kelembagaan Kejaksaan.
- Meminta penegak hukum, termasuk Polri, menangani dugaan korupsi terkait pasokan batu bara PLTU, PT Asabri, dan PT Krakatau Steel secara profesional.
- Mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan proses hukum, serta mencegah intervensi yang mengganggu keadilan.
- Mengajukan supaya Komisi III DPR mengawal kasus hukum dan memanggil Jaksa Agung RI untuk pertanggungjawaban dugaan pelanggaran kode etik.
KPK Siap Bantu Supervisi
Massa menyebutkan bahwa kasus Jampidsus Febrie Adriansyah menjadi sorotan setelah penyidik menggeledah rumah pribadinya dan mengadakan konferensi pers di Kejaksaan Agung. Mereka menilai dugaan korupsi ini berdampak luas bagi masyarakat.
Sejumlah mahasiswa dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) menyampaikan bahwa ini adalah pengkhianatan terbesar terhadap konstitusi Indonesia.
Reporter: Cornelius Juan Prawira
