Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur

Karen Martinez - narakabar.com 2 mins read 4 views

Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah Barbuk

Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur

Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur

Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah

Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa – Jaksa Agung Muda Febrie Adriansyah telah resmi mengembalikan jabatannya di Kejaksaan Agung pada hari Sabtu, 11 Juli 2026.

Pengamat politik Hendri Satrio, yang kerap disapa Hensa, mengingatkan bahwa proses hukum harus tetap berjalan jernih dan tidak dipengaruhi oleh agenda politik. Menurutnya, perpindahan posisi seorang pejabat seharusnya menjadi momentum untuk mempercepat tuntasan kasus, bukan sekadar isu jabatan.

Langkah pengunduran diri ini diharapkan memberikan ruang yang lebih luas bagi lembaga penegak hukum untuk mengusut dugaan tindak pidana khusus secara mandiri. Hensa menegaskan bahwa masyarakat berhak mengetahui siapa yang menguasai dana dan barang bukti yang ditemukan dalam penyelidikan.

“Mundur itu kan satu hal ya, yang paling penting adalah penyelesaian kasus ini. Nah pertanyaan pertamanya itu kan, itu uangnya siapa yang kemarin ketemu, terus kemudian dari mana, terus mau diapain itu uang,” kata Hensa kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).

Hensa mengingatkan bahwa integritas hukum tidak boleh tergantung pada sosok individu yang memimpin. Dia menekankan bahwa penegakan hukum harus tetap objektif, meski ada pergantian pejabat. “Jadi ya, mundur adalah langkah yang sebetulnya tidak mundur pun, seharusnya penyelesaian hukumnya itu jalan terus,” ujarnya.

Kendati begitu, Hensa menyebut ada aspek positif dari keputusan tersebut. Ia melihat ini sebagai peluang bagi aparat hukum untuk bekerja lebih leluasa tanpa hambatan internal. “Artinya ada kelegaan bagi lembaga penegak hukum, atau keleluasaan space buat aparat menyelesaikan kasus ini,” katanya.

Di sisi lain, Hensa memperingatkan agar kasus hukum tidak disalahgunakan oleh kepentingan politik. Ia khawatir jika kasus dikaitkan dengan peristiwa politik, proses hukum bisa terganggu oleh tekanan lobby. “Kalau diselesaikan dengan lobby politik, rakyat tetap tidak mendapatkan jawaban yang tegas,” ujarnya.

Menyusul penegakan hukum yang terus berjalan, Hensa juga menyoroti pentingnya investigasi lebih lanjut. Termasuk mengungkap asal-usul dana yang ditemukan di berbagai lokasi. Ia mengingatkan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Nusa Tenggara Barat (NTB) tentang pentingnya introspeksi lembaga hukum.

Gabung diskusi