Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP

Sarah Martinez - narakabar.com 2 mins read 14 views

Survei terbaru dari lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat adanya tren penurunan yang signifikan dalam tingkat kepuasan masyarakat

Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP

PDIP Tanggap Penurunan Kepercayaan Masyarakat terhadap Presiden Prabowo

Narakabar.com – Survei terbaru dari lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat adanya tren penurunan yang signifikan dalam tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data yang dirilis pada Juli 2026, angka kepuasan publik tercatat berada di level 51,1 persen. Angka ini mencerminkan penurunan drastis sebesar 30,1 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, menandai perubahan sentimen yang cukup tajam di kalangan masyarakat Indonesia.

Penurunan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh melemahnya sentimen positif di tiga sektor utama yang menjadi perhatian publik. Sektor ekonomi, politik, serta penegakan hukum mengalami pelemahan kepercayaan yang saling berkaitan. Deni Irvani, Direktur Eksekutif SMRC, menjelaskan bahwa hasil survei ini dipresentasikan dalam studi komprehensif berjudul Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden yang dirilis melalui kanal SMRC TV.

Metode Survei yang Lebih Komprehensif

Merespons temuan tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya metode survei yang tidak hanya mengandalkan angka-angka statistik semata. Ia menekankan bahwa pendekatan kualitatif juga harus diintegrasikan untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi sebenarnya di masyarakat.

“Ya sebenarnya survei menyuarakan itu. Meskipun survei yang tepat juga harus dilakukan dengan pendekatan kualitatif ya, tidak hanya kuantitatif, agar betul-betul tertangkap oleh rakyat,” kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Fenomena Chilean Paradox dan Dampaknya

Hasto juga menyoroti fenomena yang disebut sebagai Chilean Paradox oleh ekonom Muhammad Chatib Basri. Fenomena ini mengacu pada penurunan kelas menengah yang hidup dalam kondisi miskin. Hal tersebut dinilai sangat berbahaya karena kekritisan mereka dapat memicu risiko sosial dan politik jika tidak ditangani dengan kebijakan yang tepat sasaran.

Menurut Hasto, semua pihak baik di dalam maupun luar pemerintah perlu bekerja keras menyelesaikan berbagai persoalan politik hingga ekonomi. Ia menambahkan bahwa sektor riil dan isu politik ekonomi memerlukan tindakan cepat serta kesatuan langkah dari seluruh elemen bangsa untuk mencegah eskalasi masalah yang lebih besar.

Tren Penurunan dalam Sembilan Bulan Terakhir

Dalam periode sembilan bulan terakhir, kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo mengalami penurunan tajam yang konsisten. Angka kepuasan turun dari 81,2 persen pada November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Sebaliknya, kelompok warga yang tidak puas menunjukkan peningkatan signifikan dari 16 persen menjadi 46,9 persen dalam rentang waktu yang sama.

Hanya 4,8 persen responden yang menyatakan tingkat kepuasan sangat tinggi terhadap kinerja presiden saat ini. Deni Irvani menegaskan bahwa penurunan tingkat kepuasan publik ini berkaitan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mengharapkan perbaikan yang lebih konkret dan terukur dari pemerintahan saat ini.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi PDIP dan pemerintahan Prabowo untuk segera mengambil langkah-langkah strategis. Dengan memperhatikan berbagai masukan dari survei dan analisis kualitatif, diharapkan dapat dirumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kepuasan publik yang menurun juga menjadi indikator penting untuk evaluasi kinerja pemerintahan ke depan.

Gabung diskusi