Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Kementerian Kehutanan tengah mempersiapkan langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia yang kompetitif. Melalui program Green Jobs for Social
Reformasi SDM Kehutanan: Indonesia Siap Raih Visi Emas 2045
Narakabar.com – Kementerian Kehutanan tengah mempersiapkan langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia yang kompetitif. Melalui program Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) yang bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), pemerintah telah menggelar konsultasi nasional. Pertemuan ini bertujuan menyusun kerangka pengembangan SDM kehutanan yang mencakup periode 2025 hingga 2045, sejalan dengan visi Indonesia Emas.
Acara yang digelar secara hibrida di Jakarta pada hari Jumat, 24 Juli 2026, ini merupakan langkah krusial dalam merancang arah jangka panjang pengembangan SDM sektor kehutanan. Upaya tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045 serta agenda transformasi yang sedang berjalan di bidang kehutanan.
Dua Sesi Pembahasan Utama
Kegiatan konsultasi ini dibagi menjadi dua sesi penting. Pada sesi pertama, para peserta membahas temuan-temuan strategis terkait pengembangan SDM kehutanan menuju tahun 2045. Topik yang diangkat meliputi proyeksi kebutuhan tenaga kerja, hasil wawancara mendalam, tantangan dalam pengembangan kompetensi, serta pembagian peran antarpihak seperti pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra pembangunan.
Sementara itu, sesi kedua fokus pada rancangan Kerangka Strategis Nasional. Diskusi mencakup visi, arah kebijakan, mekanisme koordinasi, tata kelola, serta prioritas implementasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Transformasi sektor kehutanan telah menghadirkan kebutuhan kompetensi baru, terutama dalam bidang perdagangan karbon, pembiayaan iklim, bioekonomi, jasa lingkungan, restorasi ekosistem, perhutanan sosial, pemanfaatan teknologi digital, dan smart forestry.
Proyeksi Okupasi dan Kompetensi Baru
Hasil analisis awal menunjukkan adanya 208 okupasi yang diproyeksikan akan berkembang di sektor kehutanan. Dari total tersebut, sebanyak 33 okupasi dikategorikan sebagai keterampilan tinggi, sedangkan 17 okupasi telah memiliki standardisasi. Menariknya, sekitar 70 hingga 80 persen jabatan yang diproyeksikan berkembang juga memperoleh konfirmasi kuat dari hasil wawancara dengan para pemangku kepentingan.
Beberapa kompetensi yang semakin dibutuhkan antara lain spesialis pembiayaan iklim, pengelola sumber daya genetik, spesialis ekonomi sirkular, tenaga agroforestri, spesialis pengembangan masyarakat, pengelola konflik sosial, serta tenaga profesional yang mendukung pengembangan bisnis hijau.
Perubahan ini menuntut SDM kehutanan yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga mampu bekerja lintas disiplin, memahami dinamika sosial, mengembangkan inovasi, serta beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Penguatan Sistem dan Regenerasi
Konsultasi strategis juga mengidentifikasi perlunya penguatan sistem manajemen talenta dan jalur pengembangan karier, baik bagi aparatur sipil negara maupun tenaga nonaparatur. Pengembangan kompetensi perlu diarahkan untuk memperkuat kepemimpinan, kemampuan bisnis kehutanan, penguasaan teknologi, serta kapasitas menghadapi perubahan dan ketidakpastian.
Selain itu, keterhubungan antara lembaga pendidikan, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga sertifikasi perlu terus diperkuat. Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja harus dapat tersirkulasi dengan baik agar lulusan pendidikan dan pelatihan kehutanan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan di tingkat tapak dan dunia industri.
Kerangka Strategis Nasional juga diarahkan untuk memperkuat regenerasi SDM kehutanan melalui penyediaan jalur masuk bagi talenta muda, pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan kualitas pelatihan dan sertifikasi, serta penguatan daya saing SDM kehutanan pada tingkat nasional, ASEAN, dan internasional.
Kolaborasi Multipihak untuk Masa Depan
Konsultasi tersebut melibatkan sekitar 50 peserta yang mewakili kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah vokasi kehutanan, lembaga pelatihan dan sertifikasi, dunia usaha, asosiasi, pengelola Kesatuan Pengelolaan Hutan, pendamping perhutanan sosial, serta mitra pembangunan.
Seluruh masukan dan rekomendasi peserta akan menjadi bahan penyempurnaan Kerangka Strategis Nasional Pengembangan SDM Kehutanan Tahun 2025–2045. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bersama dalam membangun ekosistem pengembangan SDM kehutanan yang terintegrasi, implementatif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan kehutanan hingga tahun 2045.
Melalui kolaborasi multipihak, Kementerian Kehutanan berkomitmen membangun SDM kehutanan yang profesional, adaptif, inovatif, dan mampu mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan sekaligus membuka semakin banyak peluang pekerjaan hijau bagi generasi mendatang.
