Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?

Sarah Jackson - narakabar.com 2 mins read 17 views

Pidato yang menyentuh hati disampaikan oleh Megawati Soekarnoputri saat meresmikan Monumen Kudatuli di gedung DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin

Megawati: Hai TNI-Polisi, Kalian Tuh Sebetulnya Datang dari Mana?

Megawati Menggugah TNI-Polisi: Kembalilah Sebagai Pelindung Rakyat

Narakabar.com – Pidato yang menyentuh hati disampaikan oleh Megawati Soekarnoputri saat meresmikan Monumen Kudatuli di gedung DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026). Ketua Umum partai tersebut tidak hanya membuka monumen bersejarah, tetapi juga menyampaikan teguran keras kepada aparat keamanan negara.

Dalam peringatan tiga dekade peristiwa kelam 27 Juli 1996, Megawati menekankan bahwa TNI dan Polri harus kembali pada fungsi aslinya. Menurut beliau, kedua institusi tersebut seharusnya menjadi pelindung rakyat, bukan sekadar alat kekuasaan yang menindas.

Menyadarkan Diri dari Pengorbanan Pahlawan

Megawati memulai sambutannya dengan mengingatkan pentingnya Pancasila sebagai fondasi bangsa. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak datang begitu saja, melainkan melalui pengorbanan nyawa yang tak terhitung jumlahnya.

“Hal-hal seperti ini sudah banyak dilupakan oleh yang namanya para pemimpin kita sendiri. Bahwa yang namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia itu adalah penuh dengan pengorbanan,” ujar Megawati.

Menurutnya, banyak pihak yang mulai melupakan nilai-nilai perjuangan tersebut. Ia merasa miris melihat bagaimana kekuasaan sering kali membutakan nurani hingga mengorbankan rakyat kecil.

Teguran Langsung kepada TNI dan Polri

Dengan nada tegas, Megawati menyasar langsung institusi TNI dan Polri. Ia mengingatkan bahwa kedua institusi tersebut sebenarnya berasal dari rakyat dan diberi kesempatan untuk membela rakyatnya.

“Hai TNI, hai Polisi, kalian tuh datangnya sebetulnya… datang dari mana? Kalian itu pun sebenarnya anak rakyat yang telah diberi kesempatan untuk apa? Untuk membela rakyatmu! Camkan kata-kata saya ini!” tegas Megawati.

Ia juga mengajak seluruh warga negara, terutama generasi muda, untuk merenungi pengorbanan para pahlawan yang makamnya tak bernama di Taman Makam Pahlawan. Posisi yang dinikmati aparat dan pejabat saat ini, menurutnya, adalah berkat darah para pejuang.

Kekuatan Rakyat yang Takkan Mati

Megawati memberikan peringatan filosofis mengenai kekuatan rakyat kecil yang diistilahkannya sebagai “akar rumput”. Ia menegaskan bahwa kekuatan rakyat tidak akan pernah bisa dimatikan meski terus ditekan.

“Ingat! Bahwa saya mengatakan akar rumput itu mau diinjak, mau dibunuh, pasti suatu saat akan kembali timbul,” pungkasnya.

Sebelum menutup pidatonya, Megawati mengingatkan bahwa bulan depan bangsa Indonesia akan merayakan 17 Agustus 2026. Ia bertanya kepada hadirin apakah mereka tidak akan insaf bahwa kemampuan mereka menjadi seperti sekarang ini adalah berkat darah para pejuang dan anak-anak muda yang waktu itu pun seperti mereka yang ada di sana.

Megawati juga menyinggung bahwa Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, dengan tanda-tanda yang mulai terlihat. Ia berharap agar hal-hal seperti yang terjadi 30 tahun lalu tidak terulang kembali.

Gabung diskusi