Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi Pengguna AI, Harus Cetak Inovator Masa Depan
Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi pengguna teknologi saja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik)
Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi Pengguna AI, Harus Cetak Inovator Masa Depan
Narakabar.com – Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi pengguna teknologi saja. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) secara aktif mendorong generasi muda untuk menjadi pencipta teknologi, bukan sekadar konsumen pasif. Langkah strategis ini terlihat jelas dari penyelenggaraan Jakarta Robotic Games 2026 yang digelar di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen kota dalam mencetak talenta digital yang siap menghadapi tantangan global.
Kompetisi bertema “Belajar Teknologi, Menciptakan Masa Depan” ini berhasil menarik partisipasi 252 tim yang berasal dari 120 institusi pendidikan. Peserta mencakup berbagai jenjang, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas. Acara tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem inovasi lokal sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia di bidang robotika, kecerdasan artifisial, dan transformasi digital secara komprehensif.
Peran Gubernur dalam Mendorong Inovasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para juara dalam ajang tersebut. Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini bergerak sangat pesat, terutama dalam bidang artificial intelligence, robotika, big data, dan internet of things. Menurut gubernur, Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi kota yang mengonsumsi teknologi, tetapi harus menjadi pusat penciptaan inovasi.
“Saat ini, dunia bergerak cepat sekali menuju era artificial intelligence, robotika, big data, internet of things. Itulah yang membedakan era dulu dan sekarang. Dengan acara seperti ini, harapan saya akan lahir anak-anak yang menjadi inovator dan kreator untuk masa depan,” ujar Pramono.
Pemimpin daerah ini juga menekankan pentingnya kolaborasi multi-pihak. Ia mengusulkan agar kegiatan serupa melibatkan perguruan tinggi, komunitas, serta sektor industri teknologi agar pembinaan talenta tidak terhenti hanya pada ajang kompetisi belaka. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi pengguna, tetapi juga produsen teknologi.
Proyeksi dan Potensi Internasional
Ke depannya, Jakarta Robotic Games direncanakan menjadi agenda rutin tahunan yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Gubernur meyakini bahwa peserta memiliki kemampuan luar biasa untuk merancang solusi terhadap tantangan perkotaan. Ia melihat potensi besar bagi Jakarta untuk berkompetisi di kancah internasional dalam bidang teknologi.
“Anak-anak dengan usia seperti itu sudah bisa menciptakan kreativitas tentang sister city, pengaturan kemacetan, dan sebagainya. Karena itu, saya yakin Jakarta memiliki modal untuk berkompetisi di tingkat internasional,” imbuh eks Sekretaris Kabinet tersebut.
Pramono juga berbagi pengalaman berdialog dengan para juara. Ia terkesan dengan kemampuan mereka yang sejak usia muda telah berhasil menciptakan berbagai inovasi. Menurutnya, generasi ini memiliki pola pikir berbeda yang memungkinkan mereka menghadirkan terobosan bagi Jakarta maupun Indonesia. Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi kota metropolitan biasa, tetapi harus menjadi laboratorium inovasi digital.
“Saya semakin yakin, masa depan Jakarta ada di tangan anak-anak seperti mereka. Mereka memiliki cara berpikir yang berbeda sehingga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan. Dari kompetisi ini akan lahir para inovator dan problem solver bagi Jakarta, bahkan Indonesia,” tuturnya.
Rangkaian Kompetisi dan Kategori
Proses kompetisi dimulai dengan babak penyisihan yang diselenggarakan di Balai Kota Jakarta pada 17–18 Juni 2026. Selanjutnya, para peserta melanjutkan ke babak final yang berlangsung di Jakarta Fair Kemayoran pada 26–28 Juni 2026. Rangkaian acara ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan wadah bagi generasi muda untuk berkreasi.
Peserta bersaing dalam tiga kategori utama, yaitu Coding Robot Application, Robot Soccer, dan Robot Kreatif. Ketiga kategori ini menguji kemampuan teknis, kerja sama tim, serta keterampilan pemecahan masalah para peserta. Melalui kompetisi ini, Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi penonton perkembangan teknologi, tetapi menjadi bagian aktif dalam menciptakan masa depan digital.
Selain fokus pada teknologi, pembangunan pesat di kawasan PIK juga menjadi perhatian dalam upaya menyelamatkan mangrove pesisir Jakarta, menunjukkan komitmen kota terhadap keberlanjutan lingkungan. Hal ini memperkuat visi bahwa Jakarta harus menjadi kota yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga berkelanjutan secara ekologis.
