Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan

Christopher Williams - narakabar.com 3 mins read 5 views

Surabaya menjadi tuan rumah acara penting bagi industri media nasional pada Kamis, 30 Juli 2026. Perhelatan yang dikenal sebagai Jatim Media Summit 2026 ini

Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan

Jatim Media Summit 2026: Kolaborasi Kunci Masa Depan Media

Narakabar.com – Surabaya menjadi tuan rumah acara penting bagi industri media nasional pada Kamis, 30 Juli 2026. Perhelatan yang dikenal sebagai Jatim Media Summit 2026 ini menghadirkan para pemimpin industri dari berbagai sektor, mulai dari media tradisional, platform digital, hingga perusahaan teknologi keuangan. Acara ini bertujuan untuk membahas arah transformasi bisnis media di era yang terus berubah.

Media Tidak dalam Krisis, Hanya Perlu Adaptasi

Banyak pihak yang mengira industri media sedang mengalami masa-masa sulit. Namun, pandangan ini perlu diluruskan. Industri media nasional sebenarnya tidak mengalami krisis. Masalah utamanya terletak pada ketidakmampuan sebagian perusahaan media untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat dan kemajuan teknologi digital. Hendra Hutagalung, perwakilan dari Penyiar Suara Surabaya, menyampaikan hal ini dengan jelas dalam paparannya.

“Media sedang tidak krisis. Yang sedang bermasalah adalah kita masih menjalankan bisnis media dengan cara yang lama,” tegas Hendra.

Menurut Hendra, kekuatan utama media saat ini bukan lagi sekadar menyampaikan informasi kepada publik. Melainkan, media harus mampu membangun trust atau kepercayaan publik. Ia menyebut kepercayaan kini menjadi mata uang paling berharga dibandingkan sekadar mengejar jumlah klik maupun pendapatan iklan semata.

Evolusi Suara Surabaya ke Ekosistem Digital

Suara Surabaya terus melakukan transformasi dari radio konvensional menjadi ekosistem media digital yang komprehensif. Ekosistem ini menggabungkan radio, portal berita, media sosial, podcast, hingga siaran langsung di berbagai platform digital. Yang menarik, pendengar tidak lagi diposisikan sebagai audiens pasif, melainkan mitra aktif yang ikut menyuplai informasi.

“Pendengar bukan sekadar audiens, tetapi bagian dari ekosistem informasi. Dari situlah kepercayaan dibangun,” katanya.

Pendengar dapat melaporkan berbagai kejadian seperti kemacetan, kecelakaan, hingga persoalan sosial lainnya. Informasi yang mereka berikan kemudian akan diverifikasi oleh tim redaksi sebelum dipublikasikan. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara media dan masyarakat.

Media Lokal Butuh Naluri Bisnis yang Tajam

Abdul Qohar, seorang tokoh media, menekankan bahwa media lokal harus memiliki naluri bisnis yang tajam. Selain mengandalkan iklan konvensional, media perlu mengembangkan lini usaha lainnya. Media harus berubah dari sekadar penyedia informasi menjadi problem solver bagi masyarakat maupun dunia usaha.

Selain memperkuat kanal digital, Suara Surabaya juga memperluas sumber pendapatan melalui berbagai intellectual property atau IP. Beberapa program yang dikembangkan antara lain Jazz Traffic Festival, Ramadan Vaganza, Suara Surabaya Academy, hingga program pelatihan komunikasi bagi pelaku UMKM di Jawa Timur.

Kolaborasi sebagai Fondasi Transformasi Digital

Marchelo, Corporate Communication Lead Bank Jago, menilai bahwa transformasi digital tidak bisa dilakukan secara sendirian. Menurutnya, keberhasilan Bank Jago dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai ekosistem digital seperti GoTo, Bibit, dan Stockbit. Hal ini memungkinkan layanan keuangan dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat luas.

“Konsepnya sederhana, seperti orang tua dulu membagi uang menggunakan amplop. Sekarang kami digitalisasikan dalam satu aplikasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep utama Bank Jago adalah membantu pengguna mengelola keuangan secara sederhana melalui fitur Pocket. Fitur ini memungkinkan satu rekening memiliki banyak kantong dana sesuai tujuan, mulai dari operasional bisnis, dana darurat, investasi, hingga kebutuhan sehari-hari.

Pesan kolaborasi ini menjadi benang merah dalam sesi Jatim Media Summit 2026 di Surabaya. Acara yang mempertemukan pelaku media, industri digital, hingga perusahaan teknologi keuangan ini menunjukkan bahwa masa depan media ada di kolaborasi, bukan sekadar pemberitaan. Transformasi bisnis media di era baru memerlukan sinergi antar berbagai pihak untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Gabung diskusi