Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Emily Moore - narakabar.com 3 mins read 8 views

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi melalui inisiatif inovatif yang menggabungkan teknologi energi terbarukan dengan ekonomi sirkular. Program Kuliah

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi

Narakabar.com – Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi melalui inisiatif inovatif yang menggabungkan teknologi energi terbarukan dengan ekonomi sirkular. Program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada ini berhasil menerangi jalan-jalan di Desa Wonosobo dan Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Dilaksanakan pada Juli 2026, proyek ini tidak hanya menyelesaikan masalah penerangan umum, tetapi juga menghadirkan solusi pengelolaan limbah organik melalui pembuatan briket dari serabut kelapa yang selama ini terbuang percuma.

Infrastruktur Penerangan Surya untuk Keamanan Warga

M. Farkhan Fauzan, anggota tim KKN-PPM UGM Banyuwangi, mengungkapkan bahwa kondisi infrastruktur jalan desa menjadi pemicu utama proyek ini. Ruas-ruas jalan yang gelap selama ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan mengganggu keamanan warga pada malam hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim mahasiswa memasang delapan unit lampu tenaga surya secara strategis, dengan empat unit di masing-masing Desa Wonosobo dan Rejoagung.

Salah satu lokasi penempatan dipilih di sekitar Lapangan Wonosobo Sport Center. Pemilihan titik ini mempertimbangkan tingkat iradiasi matahari agar panel surya dapat beroperasi secara optimal sepanjang hari. Mahasiswa Teknologi Rekayasa Elektro Sekolah Vokasi UGM angkatan 2023 tersebut menambahkan bahwa setiap titik hanya membutuhkan biaya sekitar Rp200 ribu, menjadikannya solusi yang sangat efisien secara finansial.

“Kalau untuk total titik yang dipasang itu ada delapan, empat di Wonosobo dan empat lagi di Rejoagung,” kata Farkhan saat ditemui di lokasi, Jumat (31/7/2026).

Lampu-lampu tersebut mampu menyala selama kurang lebih delapan jam dalam sehari. Fitur sensor gerak juga terpasang untuk meningkatkan intensitas cahaya saat ada pejalan kaki atau kendaraan melintas. Kepraktisan instalasi menjadi pertimbangan utama dalam memilih teknologi ini, mengingat keterbatasan akses listrik di daerah pedesaan.

“Pemilihan lampu tenaga surya sendiri itu berdasarkan tingkat kepraktisannya dalam menginstal… tidak membutuhkan jaringan kabel yang dihubungkan secara langsung ke grid PLN,” ungkapnya.

Ekonomi Sirkular melalui Pemanfaatan Serabut Kelapa

Selain infrastruktur penerangan, mahasiswa juga mengembangkan program pengolahan limbah yang berkelanjutan. Koordinator program briket, Layla Oktavia, menjelaskan bahwa Desa Wonosobo memiliki komoditas kelapa yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Serabut kelapa yang biasanya dibuang ternyata memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah menjadi briket berkualitas.

“Saya lihat di sini tuh komoditasnya kelapa. Jadi mungkin daripada serabut kelapanya itu cuma dibuang, sebenarnya serabut kelapa ini bisa dipakai yang lebih bermanfaat,” ujar Layla.

Menurut Layla, briket serabut kelapa memiliki beberapa keunggulan dibandingkan arang kayu konvensional. Bentuknya yang seragam membuat panas lebih merata saat digunakan. Selain itu, waktu pembakaran lebih lama dan abu yang dihasilkan tidak mudah beterbangan ke udara, sehingga lebih ramah lingkungan.

Kontribusi terhadap Pembangunan Berkelanjutan

Program KKN-PPM UGM ini dirancang secara partisipatif melalui diskusi bersama pemerintah desa dan warga. Pendekatan ini memastikan solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, mulai dari minimnya penerangan hingga masalah pengelolaan limbah organik. Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap dengan membawa dua solusi sekaligus, yaitu energi bersih dan ekonomi sirkular, menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.

Penggunaan energi surya juga menjadi bagian dari upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengembangan energi bersih dan penanganan perubahan iklim melalui pemanfaatan sumber energi ramah lingkungan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat ditiru oleh daerah lain di Indonesia.

Gabung diskusi