Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read 4 views

Batal Hadir di Zikir Monas — Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak hadir secara langsung dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang berlangsung

Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag

Prabowo Batal Hadir di Zikir Monas, Kirim Salam via Menag

Narakabar.com – Batal Hadir di Zikir Monas — Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak hadir secara langsung dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang berlangsung Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Keputusan ini diambil karena adanya tugas kenegaraan yang tidak dapat ditunda. Sebagai gantinya, Presiden menitipkan salam hangat melalui Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang hadir di lokasi acara. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian resmi peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Agenda Kenegaraan Menghalangi Kehadiran Presiden

Menurut sumber resmi, Presiden Prabowo Subianto memiliki jadwal kegiatan kenegaraan yang padat pada malam tersebut. Agenda yang harus diselesaikan meliputi pertemuan dengan para duta besar dan pejabat asing yang sedang berada di Indonesia. Oleh karena itu, keputusan untuk batal hadir di Zikir Monas diambil dengan pertimbangan bahwa tugas negara memiliki prioritas yang sama pentingnya dengan acara keagamaan nasional.

Menteri Agama Nasaruddin Umar yang mewakili Presiden menyampaikan pesan bahwa kehadiran Prabowo secara fisik memang tidak terwujud, namun doa dan dukungan beliau tetap menyertai seluruh peserta. “Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk hadir bersama-sama kita pada malam ini, namun karena keterbatasan waktu dan tugas negara, beliau menitipkan salam melalui saya,” jelas Menag di hadapan puluhan ribu peserta yang memadati area Monas.

Prosesi Zikir dan Doa Kebangsaan

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan dimulai pukul 17.00 WIB dan berakhir pada pukul 21.30 WIB. Selama berlangsungnya kegiatan, para peserta melakukan zikir bersama, membaca doa untuk keselamatan negara, serta mendengarkan tausiyah dari para ulama dan tokoh agama. Suasana khidmat dan penuh kehangatan terasa di seluruh area Monumen Nasional saat ribuan jamaah berdoa bersama untuk Indonesia.

“Insya Allah, mudah-mudahan tanpa mengurangi karena beliau ada juga tugas kenegaraan yang sangat penting dan beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya,” ujar Menag Nasaruddin Umar menambahkan.

Pengamanan dan Fasilitas untuk Peserta

Polda Metro Jaya mengerahkan total 7.643 personel gabungan demi mengamankan jalannya acara. Sistem pengamanan berlapis diterapkan mulai dari sterilisasi lokasi, patroli rutin, pengaturan lalu lintas, hingga penyediaan pos kesehatan dan jalur evakuasi. Personel yang terlibat berasal dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Jakarta.

Panitia membuka tiga akses masuk bagi peserta, yaitu Pintu Timur Laut, Pintu Tenggara, dan Pintu Barat Daya Monas. Sebanyak 22 kantong parkir telah disiapkan untuk menampung sekitar 1.450 bus, 3.680 mobil, dan 50 sepeda motor. Penyediaan fasilitas ini bertujuan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi acara, mengingat antusiasme masyarakat yang tinggi untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Salam dari Presiden untuk Seluruh Bangsa

Ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara ini tidak mengurangi makna dan semangat Zikir dan Doa Kebangsaan. Kehadiran beliau tetap disambut hangat melalui utusan resmi, Menag Nasaruddin Umar. Ribuan masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk berpartisipasi dalam zikir dan doa bersama merasa bangga dan terhormat karena salam dari Presiden dapat sampai kepada mereka.

Acara ini juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antarumat beragama di Indonesia. Dengan batal hadir di Zikir Monas karena tugas negara, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik adalah ketika setiap keputusan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan bangsa dan negara secara menyeluruh. Salam hangat yang dikirimkan melalui Menag menjadi simbol bahwa kehadiran Presiden tetap dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, meskipun secara fisik beliau tidak berada di lokasi acara.

Gabung diskusi