Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN 2026 - Perjalanan Mohamad Toriq Anwar dari keluarga petani sederhana di Banyumas menjadi inspirasi
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN
Narakabar.com – Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN 2026 – Perjalanan Mohamad Toriq Anwar dari keluarga petani sederhana di Banyumas menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda Indonesia. Seragam putih yang dikenakannya saat pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Institut Pemerintahan Dalam Negeri menyimpan cerita perjuangan luar biasa. Prestasi gemilang ini mengantarkannya sebagai salah satu lulusan terbaik IPDN tahun 2026. Kehormatan besar juga diraihnya ketika Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyematkan tanda pangkat kepadanya, bersama dua Purna Praja lainnya dalam upacara yang berlangsung di Kampus IPDN Jatinangor.
Keluarga Sederhana dengan Tekad Kuat
Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Toriq tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak mampu. Kedua orang tuanya mengandalkan hasil bertani dan beternak bebek untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Telur-telur bebek tersebut kemudian dijual ke berbagai warung di sekitar rumah mereka. Di sisi lain, kakak laki-lakinya bekerja sebagai buruh di pabrik kayu yang lokasinya tidak jauh dari kediaman keluarga. Kondisi ekonomi keluarga ini menjadi motivasi kuat bagi Toriq untuk terus belajar dan meraih pendidikan terbaik.
Dengan tekad kuat untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya, Toriq memutuskan mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN pada tahun 2022. Ia menyadari bahwa sekolah kedinasan ini menawarkan kesempatan belajar dengan biaya yang ditanggung negara, mulai dari biaya hidup hingga pendidikan. Keputusan ini bukan tanpa pertimbangan, mengingat jarak dan biaya transportasi yang harus dikeluarkan untuk mengikuti seleksi di Semarang.
Alhamdulillah saya berhasil mendapatkan peringkat 2 pada hasil akhir tesnya di Provinsi Jawa Tengah untuk di IPDN sendiri karena memang merupakan sekolah kedinasan yang ikatan dinas, di dalamnya kita dibiayai oleh negara baik biaya hidup maupun biaya pendidikan.
Mengatasi Kendala Jarak dan Biaya
Proses seleksi tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Lokasi ujian di Semarang menjadi tantangan tersendiri bagi Toriq yang berasal dari Kabupaten Banyumas. Perjalanan sejauh empat hingga lima jam dari rumah memerlukan persiapan biaya transportasi dan administrasi yang tidak sedikit. Orang tua Toriq sempat kesulitan menyediakan dana untuk keperluan tersebut. Namun, dengan dukungan penuh dari keluarga dan semangat yang membara, Toriq berhasil melewati semua tahap seleksi dengan baik.
Tesnya dilaksanakan di Semarang, sementara saya berasal dari Kabupaten Banyumas, yang letaknya itu sekitar 4 atau 5 jam dari rumah saya, jadi saya tentu harus menyediakan biaya untuk transport, ataupun untuk berkas juga. Nah, saat itu kadang orang tua saya tidak mempunyai biaya untuk itu.
Berkat bantuan dan usaha keluarga, Toriq akhirnya bisa mengikuti seluruh rangkaian seleksi. Ia berhasil melewati tahap administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar dengan nilai sekitar 455, pemeriksaan kesehatan, psikotes, hingga tes kesamaptaan. Pencapaian luar biasa ini membuatnya menjadi peringkat pertama dalam sesi seleksinya sebelum meraih posisi kedua secara keseluruhan di Jawa Tengah. Prestasi ini membuktikan bahwa ketekunan dan kerja keras dapat mengalahkan segala keterbatasan.
Mimpi yang Menjadi Nyata
Wawancara yang dilakukan di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (29/7/2026), menjadi momen berharga bagi Toriq. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam atas pencapaian ini. Menjadi salah satu dari tiga perwakilan yang mendapat kehormatan menyematkan tanda pangkat langsung dari Presiden merupakan pengalaman yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya.
Saya merasa sangat bangga dan bisa menjadi salah satu dari tiga orang perwakilan penyematan yang disematkan langsung oleh Presiden, merupakan suatu pengalaman yang sangat-sangat membanggakan, suatu mimpi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Jadi Alhamdulillah.
Pengalaman tersebut semakin memantapkan tekadnya untuk mengabdi kepada bangsa. Toriq berkomitmen penuh untuk memberikan kontribusi terbaik sebagai aparatur pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia percaya bahwa pendidikan yang diperoleh di IPDN akan menjadi fondasi kuat untuk melayani masyarakat Indonesia dengan sepenuh hati.
Kami siap mengabdi. Kami siap memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Prestasi Toriq
Apa itu IPDN dan mengapa menjadi pilihan populer? IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) adalah perguruan tinggi kedinasan yang mencetak calon aparatur pemerintah. Banyak siswa memilih IPDN karena biaya pendidikan dan hidup ditanggung negara selama masa studi.
Berapa nilai Seleksi Kompetensi Dasar yang diraih Toriq? Toriq meraih nilai sekitar 455 pada Seleksi Kompetensi Dasar, yang menjadi salah satu faktor penting dalam kelolosannya ke IPDN.
Di mana lokasi upacara penyematan tanda pangkat? Upacara berlangsung di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada tanggal 29 Juli 2026.
Apakah Toriq menjadi satu-satunya lulusan terbaik dari Jawa Tengah? Toriq meraih peringkat kedua secara keseluruhan di Jawa Tengah, namun tetap menjadi salah satu dari tiga perwakilan yang mendapat kehormatan menyematkan tanda pangkat langsung dari Presiden.
Bagaimana rencana Toriq setelah lulus dari IPDN? Toriq berkomitmen untuk mengabdi sebagai aparatur pemerintah dan memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
