Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Temuan Senjata Api di Sekolah Jaksel Harus Diusut, Dalih Ekstrakurikuler Dipertanyakan

Elizabeth Martin - narakabar.com 3 mins read 2 views

Sebuah temuan senjata api di sekolah di Jakarta Selatan telah memicu sorotan publik yang luas. Suparji Ahmad, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar

Temuan Senjata Api di Sekolah Jaksel Harus Diusut, Dalih Ekstrakurikuler Dipertanyakan

Temuan Senjata Api di Sekolah Jaksel: Investigasi Diperlukan

Narakabar.com – Sebuah temuan senjata api di sekolah di Jakarta Selatan telah memicu sorotan publik yang luas. Suparji Ahmad, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, meminta aparat berwenang melakukan investigasi komprehensif terhadap ratusan senjata yang ditemukan di sekolah swasta tersebut. Penemuan ini terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026, dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai legitimasi penyimpanan senjata di lingkungan pendidikan.

Menurut Suparji, penyitaan barang bukti saja tidak cukup. Pengusutan harus mencakup analisis mendalam mengenai alasan keberadaan senjata-senjata tersebut. Pemahaman motif di balik penemuan ini menjadi kunci untuk menentukan langkah selanjutnya. Pihak berwajib perlu memastikan bahwa tidak ada celah hukum yang terlewatkan dalam proses investigasi.

“Perlu didalami motifnya apa, ya karena di sekolah kok sampai ada itu (senjata) motifnya apa. Maka harus didalami lebih lanjut,” ujar Suparji kepada Suara.com pada hari yang sama.

Aspek legalitas kepemilikan setiap senjata menjadi fokus utama. Aparat perlu memverifikasi apakah semua senjata memiliki izin resmi yang masih berlaku. Asal-usul perolehan senjata juga harus ditelusuri secara rinci, mulai dari kemungkinan pembelian, titipan, hingga penerimaan sebagai hadiah. Proses verifikasi ini akan menentukan apakah senjata-senjata tersebut legal atau tidak.

“Ada bukti izinnya enggak gitu. Terus kemudian perlu didalami tentang perolehannya gimana,” tambahnya.

Jika ditemukan senjata tanpa izin, maka pengambilalihan harus segera dilakukan. Sebaliknya, senjata yang memiliki legalitas tetap perlu dievaluasi kelayakan penyimpanannya di kawasan pendidikan. Kasus ini juga membuka peluang untuk memeriksa是否存在 kepemilikan serupa di lokasi lain. Penertiban harus dilakukan secara sistematis untuk mencegah masalah serupa di masa depan.

“Perlu ditertibkan, kalau enggak punya izin ya diambil kan. Terus kalau memang punya izin ya penempatannya harus tepat, apakah di sekolahan kan gitu. Kemudian apakah tempat lain ada enggak gitu kan?” jelasnya.

Dalih Ekstrakurikuler Temuan Senjata Api di Sekolah Dipertanyakan

Salah satu dalih yang muncul adalah persiapan senjata untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak. Namun, Suparji menilai argumen ini perlu dikaji ulang dengan lebih kritis. Latihan menembak seharusnya tidak menggunakan senjata api sungguhan karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, terutama di tengah pengaruh media yang dapat menciptakan obsesi tertentu pada anak-anak.

“Kalau menembak kan ya mestinya kan dengan yang bukan senjata beneran tapi ya sarananya, alatnya itu kan bukan seperti itu, itu kan membahayakan,” tegasnya.

Dalih ekstrakurikuler tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan menyeluruh, termasuk verifikasi waktu perolehan senjata dan konfirmasi apakah senjata-senjata tersebut pernah digunakan dalam kegiatan sekolah sebelumnya. Bukti konkret diperlukan untuk mendukung klaim ini.

“Jadi kalau argumentasinya untuk ekstrakurikuler saya kira perlu dipertanyakan. Kenapa kok menggunakan senjata seperti itu. Ya, dan apakah selama ini sudah dipakai atau enggak kan,” paparnya.

Mengenai kemungkinan penerapan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan senjata api ilegal, Suparji berpendapat bahwa tindakan pidana tidak serta-merta dapat diterapkan. Meskipun secara normatif kepemilikan ilegal dapat ditindak, faktor keabsahan izin perlu dipertimbangkan terlebih dahulu. Pendekatan edukatif mungkin lebih efektif sebelum langkah hukum diambil.

“Ya kalau secara normatif kepemilikan yang ilegal kan bisa. Tapi ya kan harus dilihat apakah dia resmi atau enggak. Jadi ya karena menurut saya lebih baik diedukasi dulu lah, ya. Di pembinaan dulu lah. Jangan langsung dipidana nanti terlalu prematur nih, ya,” pungkasnya.

FAQ: Temuan Senjata Api di Sekolah

Apa yang harus dilakukan aparat terkait temuan senjata api di sekolah? Aparat perlu melakukan investigasi menyeluruh, termasuk verifikasi legalitas kepemilikan, asal-usul perolehan, dan evaluasi kelayakan penyimpanan di lingkungan pendidikan.

Apakah dalih ekstrakurikuler menembak valid untuk menyimpan senjata api? Menurut ahli hukum, dalih ini perlu dibuktikan dengan pemeriksaan waktu perolehan dan konfirmasi penggunaan sebelumnya. Latihan menembak seharusnya menggunakan alat bukan senjata sungguhan.

Berapa jumlah senjata api yang ditemukan? Sebanyak 995 senjata api ditemukan di sekolah tersebut, memicu desakan dari Komisi III DPR agar polisi membongkar jaringan pelaku.

Kapan temuan senjata api ini terjadi? Penemuan ini terjadi pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan.

Apakah pemilik senjata akan langsung dipidana? Tidak serta-merta. Suparji menyarankan pendekatan edukatif dan pembinaan terlebih dahulu sebelum tindakan pidana diterapkan, terutama jika ada izin resmi.

Gabung diskusi