Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Ekonomi Hijau Jadi Strategi Nasional, Bisa Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2029

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read 3 views

Jakarta, Kamis (6/8/2026) — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa ekonomi hijau kini telah

Ekonomi Hijau Jadi Strategi Nasional, Bisa Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2029

Ekonomi Hijau Jadi Strategi Nasional: 5 Juta Kerja Baru di 2029

Narakabar.com – Jakarta, Kamis (6/8/2026) — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa ekonomi hijau kini telah bertransformasi dari sekadar tren internasional menjadi fondasi strategi pembangunan nasional Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Bangun Bangsa Conference 2026 dengan tema “Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia’s Future Inclusive Economy”.

Menurut Rachmat, pendekatan ini bukan lagi opsi melainkan arah kebijakan strategis bangsa. Pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan dipandangnya sebagai dua pilar yang saling menguatkan, bukan saling mengorbankan. Indonesia dinilai tidak dapat terus mengandalkan eksploitasi sumber daya alam sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

“Bagi Indonesia, ekonomi hijau bukan soal pilihan atau sekadar mengikuti tren global, melainkan arah kebijakan strategis bangsa. Pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling mengorbankan, melainkan dua pilar yang saling memperkuat,” kata Rachmat.

Dalam situasi ketidakpastian global dan perubahan iklim, Indonesia perlu meninggalkan pola lama yang bergantung penuh pada ekstraksi sumber daya alam. Paradigma pembangunan baru diperlukan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi sambil menjaga daya dukung lingkungan, memperluas kesempatan kerja, dan menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat.

Target Net Zero dan Transformasi Pekerjaan

Rachmat menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat. Ekonomi hijau juga diposisikan sebagai salah satu penggerak utama menuju target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Transisi ini diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari lima juta lapangan kerja hijau pada 2029. Selain itu, lebih dari 72 juta pekerjaan akan ditransformasi agar menjadi lebih produktif, bernilai tambah, dan berkelanjutan. Sektor-sektor seperti energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, dan pengelolaan limbah menjadi fokus utama penciptaan lapangan kerja baru.

“Melalui ekonomi hijau, kita tidak sedang menurunkan ambisi pertumbuhan, tetapi memperkuat kualitas, ketahanan, dan keberlanjutan pertumbuhan itu sendiri,” katanya.

Investasi Berbasis Masyarakat dan Tiga Langkah Utama

Transisi hijau tidak boleh hanya dinikmati kawasan industri atau pusat pertumbuhan ekonomi. Rachmat menekankan bahwa manfaat harus menjangkau desa, rumah tangga, dan komunitas di akar rumput melalui investasi berbasis masyarakat.

Implementasi ekonomi hijau dapat dilakukan melalui pembangunan energi terbarukan berbasis komunitas, pengembangan agroforestri, ekonomi biru di wilayah pesisir, hingga perluasan pembiayaan hijau bagi usaha mikro dan masyarakat.

Untuk mempercepat transisi tersebut, pemerintah menyiapkan tiga langkah utama. Pertama, reformasi regulasi dan tata kelola. Kedua, perluasan akses pembiayaan inovatif seperti blended finance dan green microfinance. Ketiga, pengembangan keterampilan hijau (green skills) guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja masa depan.

Komitmen Jangka Panjang Bangun Bangsa

William Lumentut, President Director Bentoel Group sekaligus inisiator Bangun Bangsa, menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan investasi pada manusia dan komunitas, bukan hanya pembangunan fisik.

“Bangun Bangsa Conference merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk menghadirkan dampak sosial yang lebih bermakna melalui aksi kolektif. Yang dibutuhkan adalah investasi pada manusia dan komunitas—membantu membuka peluang, membangun kapasitas, dan menciptakan akses agar masyarakat mampu tumbuh secara mandiri,” ujar William.

Program Bangun Bangsa yang dimulai sebagai proyek percontohan di Kota Malang pada 2024 kini telah berkembang ke empat kota dan kabupaten dengan lebih dari 200 penerima manfaat. Melalui konferensi ini, Bangun Bangsa mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal untuk memperluas dampak pembangunan.

Frequently Asked Questions

Berapa jumlah lapangan kerja baru yang ditargetkan dari ekonomi hijau?

Pemerintah menargetkan penciptaan lebih dari lima juta lapangan kerja hijau pada tahun 2029 melalui berbagai sektor seperti energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, dan pengelolaan limbah.

Apa target net zero emission Indonesia?

Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat melalui implementasi ekonomi hijau sebagai strategi nasional.

Bagaimana ekonomi hijau membantu masyarakat akar rumput?

Ekonomi hijau menjangkau masyarakat melalui investasi berbasis masyarakat, pembangunan energi terbarukan berbasis komunitas, pengembangan agroforestri, dan perluasan pembiayaan hijau bagi usaha mikro.

Apa saja tiga langkah utama percepatan transisi hijau?

Tiga langkah utama meliputi reformasi regulasi dan tata kelola, perluasan akses pembiayaan inovatif seperti blended finance dan green microfinance, serta pengembangan keterampilan hijau untuk tenaga kerja masa depan.

Gabung diskusi