Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Geger 995 Senjata Api di Sekolah Jaksel, Komisi III DPR Desak Polisi Bongkar Jaringan Pelaku

William Williams - narakabar.com 4 mins read 5 views

Kawasan pendidikan di Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan publik setelah penemuan massal senjata api di dalam sebuah lembaga swasta. Insiden ini memicu

Geger 995 Senjata Api di Sekolah Jaksel, Komisi III DPR Desak Polisi Bongkar Jaringan Pelaku

Geger 995 Senjata Api di Sekolah: Polisi Desak Bongkar Jaringan

Narakabar.com – Kawasan pendidikan di Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan publik setelah penemuan massal senjata api di dalam sebuah lembaga swasta. Insiden ini memicu gelombang kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat luas. Komisi III DPR RI segera merespons dengan mendesak kepolisian untuk mengungkap jaringan pelaku di balik temuan tersebut. Geger 995 Senjata Api di Sekolah ini bukan sekadar kasus isolasi, melainkan indikasi adanya sistem penyimpanan yang terorganisir di lingkungan pendidikan.

Penemuan spektakuler ini terjadi pada 15 Juli 2026 di sebuah sekolah swasta yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Tim penyidik Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengamankan total 995 pucuk senjata api beserta berbagai jenis narkotika. Barang-barang tersebut tersimpan rapi di dalam sebuah ruangan yang sebelumnya digunakan sebagai ruang kerja Ketua Yayasan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana ratusan senjata bisa tersembunyi tanpa diketahui selama bertahun-tahun.

Desakan Komisi III DPR untuk Penyelidikan Tuntas

Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, menyampaikan kekecewaan mendalam atas temuan ini. Politisi dari partai Golkar tersebut menilai bahwa keberadaan senjata api dalam jumlah besar di lingkungan sekolah merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional. Ia menekankan bahwa kasus ini harus ditangani secara komprehensif, bukan hanya menjerat pelaku individu.

Kita menyayangkan di sekolah tempat mendidik generasi bangsa ditemukan barang-barang seperti ini, apalagi senpi dan narkoba. Kita minta polisi mengusut tuntas, karena ini melanggar Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman sangat berat.

— Soedeson Tandra, Jumat (7/8/2026)

Tandra juga mengemukakan dugaan adanya struktur kejahatan yang terorganisir. Menurutnya, fasilitas pendidikan sengaja dijadikan tempat penyimpanan alat-alat kejahatan. Ia meminta penyidik untuk tidak hanya menargetkan satu individu, melainkan melacak asal-usul senjata dan tujuan penggunaannya. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa jaringan distribusi senjata tidak terus beroperasi di luar pengawasan.

Kronologi Lengkap Penemuan di Ruang Bekas Ketua Yayasan

Tim kuasa hukum sekolah swasta di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, telah menguraikan bagaimana temuan ini terungkap secara kebetulan. Awalnya, pihak sekolah berencana membuka sebuah ruangan untuk keperluan operasional guru dan siswa. Proses pembersihan ruangan ini melibatkan beberapa pihak, termasuk staf administrasi dan petugas kebersihan.

Untung Sangaji, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, menjelaskan bahwa saat pintu ruangan dibuka bersama petugas kepolisian, mereka kaget menemukan peralatan yang dikategorikan sebagai senjata. Ia menyebutkan bahwa airsoft gun tersebut memiliki laras polos sehingga mampu membunuh. Temuan ini tidak hanya mencakup senjata api, tetapi juga berbagai aksesoris pendukung.

Dalam ruangan bekas Ketua Yayasan berinisial IWD, penyidik menemukan 995 pucuk senjata api lengkap dengan amunisi dan aksesori. Selain itu, terdapat juga alat pembuat peluru, barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja, serta VCD porno. Kondisi ini menunjukkan bahwa ruangan tersebut berfungsi sebagai gudang penyimpanan multifungsi selama periode tertentu.

Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?

— Untung Sangaji, Kamis (6/8/2026)

Langkah Hukum dan Dampak Jangka Panjang

Polres Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi bahwa laporan masyarakat mengenai temuan ini diterima pada 15 Juli 2026. Setelah verifikasi awal, penyidik telah menyusun Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan kasus. Dugaan narkoba yang ditemukan dinilai sangat mengancam stabilitas keamanan negara dan kesejahteraan generasi penerus bangsa.

Kasus ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memberikan informasi tambahan terkait jaringan distribusi senjata. Polisi membuka kesempatan bagi saksi dan pelaku untuk datang dengan sukarela. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penyelidikan dan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Geger 995 Senjata Api di Sekolah

Berapa jumlah senjata api yang ditemukan? Total 995 pucuk senjata api berhasil disita oleh Polres Metro Jakarta Selatan di dalam sebuah lembaga pendidikan swasta.

Kapan penemuan ini terjadi? Penemuan massal senjata api dan narkotika terjadi pada tanggal 15 Juli 2026 di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Siapa yang mendesak polisi untuk menyelidiki kasus ini? Komisi III DPR RI, melalui anggota Soedeson Tandra, mendesak kepolisian untuk mengungkap jaringan pelaku di balik temuan tersebut.

Apakah ada narkotika yang ditemukan bersamaan dengan senjata? Ya, selain senjata api, penyidik juga menemukan narkotika jenis sabu dan ganja, serta VCD porno di dalam ruangan yang sama.

Bagaimana status hukum kasus ini saat ini? Polres Metro Jakarta Selatan telah menyusun Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan kasus dan membuka kesempatan bagi saksi untuk memberikan keterangan.

Gabung diskusi