Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan
Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI, kembali menyuarakan kekhawatiran serius terhadap satu bentuk konflik yang tak terlihat oleh mata
Gatot Nurmantyo: Perang Kognitif Ancam Kelangsungan Pemerintahan Tanpa Sekali Pun Peluru Ditembakkan
Narakabar.com – Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI, kembali menyuarakan kekhawatiran serius terhadap satu bentuk konflik yang tak terlihat oleh mata telanjang namun mampu meruntuhkan fondasi sebuah negara. Dalam webinar bertajuk “Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab” yang digelar pada Rabu (19/8/2026), ia menegaskan bahwa perang kognitif berpotensi melumpuhkan pemerintahan tanpa adanya pertempuran militer secara langsung.
Mekanisme: Menggiring Pikiran, Bukan Menembak Fisik
Menurut Gatot, operasi semacam ini bekerja dengan membentuk cara pandang masyarakat terhadap isu-isu tertentu. Narasi-narasi yang telah dirancang terus digulirkan hingga publik secara tidak sadar ditarik ke kesimpulan atau sikap yang menguntungkan pihak di balik operasi tersebut. Tujuannya jelas: mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga negara, sehingga legitimasi kekuasaan ikut runtuh.
“Perang informasi modern bergerak secara senyao melalui manipulasi narasi, disinformasi, operasi psikologis. Apalagi di era kecerdasan buatan.”
Teknologi: Pisau Bermata Dua di Tengah Ketegangan Geopolitik
Gatot mengakui bahwa kemajuan teknologi membawa dua sisi yang saling bertentangan. Di satu sisi, masyarakat kini memiliki akses luas terhadap informasi dan pengetahuan. Namun di sisi lain, infrastruktur digital justru menjadi alat yang efektif untuk membentuk persepsi publik secara sistematis dan terarah.
Dalam konteks geopolitik yang kian memanas, kondisi tersebut menjelma tantangan berat bagi setiap negara. Sebuah pemerintahan dapat diserang dari dalam tanpa harus berhadapan langsung dengan kekuatan militer asing.
NATO Menetapkan Medan Pertempuran Baru
Gatot menyoroti bahwa perang kognitif kini telah berkembang menjadi salah satu domain dalam operasi politik modern. Cakupan pengaruhnya tidak terbatas pada lingkup nasional semata, melainkan juga memainkan peran dalam persaingan antarnegara. Ia bahkan menyebut bahwa aliansi pertahanan NATO telah secara resmi menetapkan perang kognitif sebagai salah satu medan pertempuran baru.
“Ini yang sangat berbahaya.”
Peran Media Sosial dan Algoritma Digital
Ancaman ini diperparah oleh masifnya penggunaan media sosial di masyarakat. Gatot menjelaskan bahwa algoritma platform digital dapat dieksploitasi untuk menyalurkan narasi tertentu secara presisi kepada kelompok sasaran. Dengan demikian, pemerintah didorong untuk memperkuat pertahanan informasi sebagai benteng terakhir menjaga kepercayaan publik di era yang semakin kompleks.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Gatot Nurmantyo Wanti wanti Prabowo Ancaman?
Gatot Nurmantyo Wanti wanti Prabowo Ancaman is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Gatot Nurmantyo Wanti wanti Prabowo Ancaman matter?
Gatot Nurmantyo Wanti wanti Prabowo Ancaman matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
