Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Internasional

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel secara eksplisit dalam pernyataan yang mengguncang kawasan. Perdana Menteri Israel itu menempatkan Ankara pada

Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel, Sejajar dengan Hizbullah

Netanyahu Menyatakan Turki Setara Hizbullah dalam Peta Ancaman Israel

Narakabar.com – Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh Israel secara eksplisit dalam pernyataan yang mengguncang kawasan. Perdana Menteri Israel itu menempatkan Ankara pada posisi yang sama dengan Hizbullah dalam hierarki ancaman pertahanan negaranya. Pernyataan tersebut dilontarkan di tengah ketegangan politik domestik menjelang pemilihan umum Oktober, sehingga banyak pengamat menilai ada dimensi elektoral yang tak bisa diabaikan dari langkah ini.

Eskalasi Militer di Pangkalan Abu al-Dahar

Puncak ketegangan terjadi ketika jet tempur Israel menghantam Pangkalan Udara Abu al-Dahar di wilayah utara Syria. Menurut klaim Tel Aviv, area tersebut sedang dipersiapkan Ankara untuk pengerjaan infrastruktur pertahanan militer. Otoritas pertahanan Israel menegaskan bahwa intervensi di Syria merupakan langkah krusial yang tidak dapat dinegosiasikan dan harus dilaksanakan segera.

Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Katz, sebagaimana dikutip CNN Internasional, menyatakan bahwa intelijen telah mengungkap rencana penempatan alutsista Turki di lokasi tersebut. Sumber militer merinci bahwa Ankara bermaksud menempatkan personel, drone, serta sistem pertahanan udara di pangkalan itu. Kehadiran instalasi semacam itu dinilai berpotensi mempersempit ruang gerak udara Israel di seluruh kawasan timur laut.

Respons Ankara dan Jalur Diplomasi

Pemerintah Turki menolak keras narasi ancaman yang dilontarkan Tel Aviv. Ankara menyebut alasan Israel tidak masuk akal dan menuduh Netanyahu sengaja memicu instabilitas regional demi kepentingan politik pemilu Oktober. Pemerintah Turki juga menegaskan bahwa kerja samanya dengan Syria berlandaskan dasar hukum yang sah dan tidak memerlukan izin pihak ketiga.

Data intelijen mengenai rencana pengerjaan militer telah dibagikan kepada pemerintah Amerika Serikat serta Presiden Syria Ahmed Al-Sharaa. Kedua pihak tersebut sebelumnya menjalin dialog intensif untuk menjaga stabilitas kawasan. Kepala badan intelijen Mossad, Roman Goffman, bahkan menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Syria Asaad al-Shaibani di Yordania guna meredam ketegangan yang memuncak setelah serangan udara.

Perang Verbal dan Agenda Pemilu

Sejak Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh secara terbuka, serangan verbal terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan terus dilancarkan melalui akun resmi kantor Perdana Menteri Israel. Perselisihan kedua pemimpin ini telah berlangsung lama dan kian meruncing sejak pecahnya perang di Gaza, Lebanon, dan Iran. Netanyahu juga secara tegas menentang rencana penjualan pesawat tempur F-35 Amerika Serikat kepada Ankara, langkah yang dianggapnya akan mengubah keseimbangan militer kawasan.

Amos Harel, analis senior keamanan dari surat kabar Haaretz, menilai dua aspek berjalan bersamaan dalam peristiwa ini. Menurutnya, potensi ancaman militer Turki dan kepentingan politik domestik Netanyahu sama-sama memiliki peran kuat. Harel menjelaskan bahwa Netanyahu menerapkan doktrin baru pasca-serangan 2023, yakni menyerang lebih dulu di setiap front pertempuran. Israel sendiri telah menduduki zona penyangga seluas 400 kilometer persegi di Syria sejak jatuhnya rezim Assad pada 2024.

Pengamat dan politisi oposisi menilai momentum gempuran udara ini sangat sarat agenda pemilu. Yair Golan menyebut operasi militer tersebut sangat provokatif dan membahayakan keselamatan negara. Mantan Perdana Menteri Ehud Barak menuding Netanyahu sengaja menciptakan krisis untuk menakut-nakuti pemilih menjelang hari pemungutan suara. Pemimpin oposisi Yair Lapid menyindir tindakan pemerintah yang dianggap terlalu mengagungkan serangan militer.

“Di Timur Tengah, menyerang saat diperlukan itu penting. Namun jika Anda sudah menyerang, tetaplah diam,” kata Yair Lapid.

FAQ

Apa yang dimaksud Netanyahu dengan menempatkan Turki setara Hizbullah? Netanyahu mengategorikan Ankara sebagai episentrum ancaman keamanan baru bagi Israel, sejajar dengan posisi Hizbullah dalam peta pertahanan. Artinya, Turki kini diperlakukan sebagai lawan strategis utama, bukan sekadar negara tetangga yang berselisih pandangan.

Apakah pernyataan ini berdampak langsung pada hubungan bilateral? Benjamin Netanyahu Umumkan Turki Musuh dalam konteks eskalasi militer di Syria, sehingga hubungan diplomatik kedua negara diperkirakan akan semakin tegang. Namun Ankara menolak narasi tersebut dan menegaskan kerja samanya dengan Syria sah secara hukum internasional.

Bagaimana respons komunitas internasional terhadap eskalasi ini? Intelijen mengenai rencana militer di Abu al-Dahar telah dibagikan kepada Amerika Serikat dan Presiden Syria Ahmed Al-Sharaa. Pertemuan Mossad–Syria di Yordania menunjukkan upaya diplomasi paralel untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menjaga stabilitas kawasan.

Gabung diskusi