Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat
Teheran tengah mempercepat langkah untuk memperoleh keanggotaan resmi di New Development Bank (NDB), lembaga pembiayaan pembangunan yang terkait dengan
Iran Dorong Keanggotaan NDB BRICS untuk Memperluas Akses Pendanaan
Narakabar.com – Teheran tengah mempercepat langkah untuk memperoleh keanggotaan resmi di New Development Bank (NDB), lembaga pembiayaan pembangunan yang terkait dengan kelompok BRICS. Bagi Iran, langkah tersebut dipandang penting untuk membuka pilihan pendanaan baru bagi proyek nasional, terutama di bidang energi dan infrastruktur, di tengah tekanan ekonomi yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Upaya itu juga mencerminkan keinginan Iran mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan internasional yang selama ini didominasi mata uang dan institusi Barat. Dengan bergabung ke NDB, Iran berharap pembiayaan proyek dapat semakin mengandalkan mata uang nasional negara-negara anggota, sehingga transaksi tidak semata-mata bergantung pada jalur keuangan konvensional.
Pemerintah Iran Memproses Pendaftaran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan proses pengajuan keanggotaan NDB sedang diupayakan oleh pemerintah. Pernyataan itu disampaikan ketika ia menanggapi pertanyaan media mengenai kemungkinan Iran masuk ke bank pembangunan BRICS.
Kami sedang mengupayakan hal ini.
Keterlibatan Iran dalam NDB berpotensi memperluas ruang gerak negara tersebut dalam mencari pembiayaan pembangunan. Selama ini, sanksi ekonomi dalam skala besar telah memberi dampak besar terhadap hubungan keuangan Iran dengan dunia luar. Karena itu, pembentukan jalur kerja sama yang lebih mandiri menjadi salah satu agenda utama Teheran.
NDB dapat menjadi salah satu instrumen yang mendukung agenda tersebut. Lembaga ini diarahkan untuk membiayai pembangunan di negara-negara anggota dan dapat memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama ekonomi. Bagi Iran, akses semacam itu dinilai relevan bagi kebutuhan pembangunan jangka panjang yang memerlukan sumber pendanaan alternatif.
Fokus pada Energi dan Infrastruktur
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan arti penting NDB saat menghadiri forum bisnis BRICS di New Delhi pada Jumat, 11 September. Ia memandang bank tersebut diharapkan menjalankan fungsi utama dalam pembiayaan proyek infrastruktur dan energi di berbagai negara anggota kelompok itu dengan menggunakan mata uang nasional.
Penekanan pada pembiayaan berbasis mata uang lokal memiliki makna strategis. Penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan dan pendanaan dapat membantu negara-negara anggota memperluas pilihan transaksi lintas batas. Dalam konteks Iran, pendekatan itu diharapkan mengurangi kerentanan terhadap pembatasan yang muncul dari sistem pembayaran internasional yang selama ini menjadi bagian dari tekanan geopolitik.
Energi menjadi sektor penting dalam agenda Iran. Negara tersebut ingin memperoleh ruang yang lebih besar untuk mendukung proyek-proyek pembangunan tanpa bergantung secara penuh pada mekanisme pembiayaan yang sulit diakses akibat sanksi. Infrastruktur juga menjadi perhatian karena pembangunan transportasi, energi, dan konektivitas membutuhkan pendanaan berjangka panjang serta kerja sama dengan mitra internasional.
Sinyal dari Bank Sentral
Keinginan Iran masuk ke NDB bukan muncul secara mendadak. Otoritas moneter negara itu telah memberi isyarat mengenai arah kebijakan tersebut sebelum pernyataan Menteri Luar Negeri Iran. Pada Agustus 2026, Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati menyampaikan bahwa Iran akan segera bergabung dengan NDB milik BRICS.
Pada kesempatan yang sama, Hemmati juga menyoroti dorongan Iran untuk memperkuat kerja sama mata uang, baik secara bilateral maupun multilateral, dengan negara-negara BRICS. Kebijakan itu menunjukkan bahwa pengajuan keanggotaan NDB merupakan bagian dari strategi yang lebih luas, bukan sekadar langkah administratif untuk masuk ke satu lembaga keuangan.
Iran secara rutin menyerukan hadirnya mekanisme finansial yang independen dan berkelanjutan. Dorongan tersebut berkaitan dengan pengalaman negara itu menghadapi berbagai pembatasan ekonomi selama bertahun-tahun. Dalam situasi demikian, diversifikasi mitra ekonomi dan saluran transaksi menjadi unsur penting bagi stabilitas ekonomi domestik.
BRICS dan Perubahan Lanskap Ekonomi Global
BRICS sendiri dibentuk pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China. Afrika Selatan kemudian bergabung pada 2011. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok tersebut menarik minat lebih besar dari negara-negara berkembang yang mencari forum kerja sama ekonomi dan politik di luar struktur tradisional yang lama mendominasi hubungan internasional.
Perluasan keanggotaan BRICS terus berlangsung sejak 2024, seiring meningkatnya minat sejumlah negara untuk terlibat dalam jaringan kerja sama tersebut. Bagi negara-negara yang menghadapi keterbatasan akses pada sistem keuangan global, BRICS menawarkan ruang dialog mengenai perdagangan, investasi, penggunaan mata uang nasional, dan pembangunan bersama.
Dalam kerangka itu, NDB memiliki posisi khusus karena berhubungan langsung dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan. Keanggotaan di bank tersebut tidak serta-merta menghapus seluruh tantangan ekonomi Iran, namun dapat memberi tambahan pilihan dalam mengelola proyek dan hubungan ekonomi internasional.
Proses Iran mengejar keanggotaan NDB berlangsung bertepatan dengan agenda penting BRICS di India. Tahun ini, India memegang kepemimpinan bergilir kelompok tersebut dan menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-18 di New Delhi pada 12–13 September. Forum itu menjadi panggung bagi negara-negara anggota untuk membahas arah kerja sama berikutnya, termasuk penguatan posisi ekonomi dan keuangan blok tersebut.
Bagi Teheran, dorongan masuk ke NDB menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi yang lebih luas. Targetnya bukan hanya memperoleh pembiayaan, melainkan juga memperkuat hubungan dengan negara-negara BRICS serta memperbesar penggunaan mekanisme transaksi yang tidak bergantung pada satu pusat keuangan global.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS?
Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS matter?
Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
