Korsleting Listrik Hanguskan Deretan Lapak di Jakarta Barat
Api melanda deretan lapak di Jalan Gaharu Gang Batako No. 12, RT 12/RW 03, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin malam, 28 September
Kebakaran Lapak di Joglo Padam Setelah Petugas Kerahkan 19 Mobil Damkar
Narakabar.com – Api melanda deretan lapak di Jalan Gaharu Gang Batako No. 12, RT 12/RW 03, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Senin malam, 28 September 2026. Kebakaran tersebut menghanguskan area sekitar 500 meter persegi dan berdampak pada 12 kepala keluarga atau 24 jiwa.
Peristiwa ini diduga dipicu gangguan pada instalasi listrik. Meski sejumlah tempat tinggal warga terdampak, tidak ada korban meninggal maupun warga yang mengalami luka dalam kejadian tersebut.
Laporan Diterima Menjelang Pukul 20.00 WIB
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan atau Sudis Gulkarmat Jakarta Barat menerima informasi kebakaran sekitar pukul 19.53 WIB. Petugas segera mengirimkan armada awal ke lokasi guna menahan api agar tidak menjalar lebih luas di kawasan lapak tersebut.
“Informasi segera ditindaklanjuti, dengan mengerahkan armada dan di lokasi. Untuk pengerahan awal delapan unit armada dengan 40 petugas damkar,“ ujar Kepala Seksi Operasi Sudis Gulkarmat Jakarta Barat Syaiful Kahfi dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Delapan unit kendaraan pemadam dengan 40 personel menjadi pengerahan pertama. Namun, api yang terus membesar membuat tim di lapangan membutuhkan tambahan kekuatan untuk mempercepat pengendalian kebakaran.
Penambahan armada dilakukan ketika kondisi di lokasi memerlukan dukungan lebih besar. Sebanyak 11 mobil pemadam berikut 55 petugas kemudian dikerahkan, sehingga total penanganan melibatkan 19 unit mobil dan 95 personel.
“Kami kerahkan lagi 11 unit mobil damkar dengan 55 petugas damkar ke lokasi kebakaran. Total ada 19 unit mobil pemadam kebakaran dan 95 personil,“ lanjut Syaiful.
Api Terkendali Pukul 20.17 WIB
Dengan pengerahan personel dan kendaraan tersebut, kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.17 WIB. Setelah api utama padam, pekerjaan petugas belum berakhir. Tim melanjutkan penyisiran serta pendinginan di area yang terbakar untuk memastikan tidak ada titik panas yang berisiko memunculkan api kembali.
Tahap pendinginan berlangsung hingga seluruh penanganan dinyatakan selesai pada pukul 22.14 WIB. Proses ini penting dilakukan pada lokasi kebakaran lapak karena sisa material yang terbakar dapat menyimpan panas, terutama di bagian-bagian yang tertutup atau sulit dijangkau saat pemadaman awal.
“Luas area yang terbakar sekira 500 meter,“ jelas Syaiful.
Kebakaran yang terjadi pada malam hari itu memusnahkan area lapak seluas kurang lebih 500 meter persegi. Luasnya lokasi yang terdampak menjadi salah satu alasan petugas perlu menambah armada dan personel selama operasi berlangsung.
Dua Belas Keluarga Terdampak
Dampak paling besar dirasakan warga yang menghuni kawasan tersebut. Sebanyak 12 kepala keluarga, dengan total 24 orang, terdampak akibat kebakaran. Kehilangan tempat tinggal atau ruang usaha dalam peristiwa semacam ini bukan hanya berkaitan dengan kerusakan bangunan, tetapi juga kebutuhan warga untuk kembali menata kehidupan sehari-hari setelah api padam.
Dugaan awal mengarah pada fenomena listrik atau korsleting. Pemeriksaan penyebab kebakaran tetap menjadi bagian penting untuk mengetahui titik awal api dan mencegah risiko serupa di kemudian hari. Pengelolaan instalasi listrik yang layak, penggunaan peralatan sesuai kapasitas, serta pemeriksaan kabel yang telah menua menjadi hal yang relevan bagi kawasan permukiman dan lapak dengan aktivitas listrik yang padat.
“Sebanyak 12 KK atau 24 jiwa yang terdampak peristiwa kebakaran. Dugaan sementara kebakaran akibat fenomena listrik,“ papar Syaiful lagi.
Dalam kondisi kebakaran, kecepatan penyampaian informasi kepada petugas menjadi faktor penting. Warga juga perlu menjaga akses lingkungan agar kendaraan pemadam dapat mencapai titik kejadian tanpa hambatan. Ruang gerak petugas, sumber air, dan koordinasi warga di sekitar lokasi dapat membantu proses penanganan ketika situasi darurat terjadi.
Petugas memastikan insiden di Joglo ini tidak menimbulkan korban fisik. Keterangan tersebut menjadi kabar yang melegakan di tengah kerugian material serta dampak terhadap puluhan warga yang terdampak.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini,“ pungkas Syaiful dalam laporannya.
Setelah operasi selesai, perhatian utama tertuju pada pemulihan warga terdampak dan penanganan sisa kebakaran di lokasi. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan listrik, khususnya pada lingkungan dengan bangunan yang berdekatan dan penggunaan sambungan listrik yang beragam.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Korsleting Listrik Hanguskan Deretan Lapak di Jakarta?
Korsleting Listrik Hanguskan Deretan Lapak di Jakarta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Korsleting Listrik Hanguskan Deretan Lapak di Jakarta matter?
Korsleting Listrik Hanguskan Deretan Lapak di Jakarta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
