Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang, Warga Kampung Bali Bingung Cari Kontrakan Baru

Elizabeth Martin - narakabar.com 4 mins read

Rencana penataan kawasan kumuh di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menimbulkan kecemasan bagi penghuni rumah petak yang tinggal di sekitar kali

Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang, Warga Kampung Bali Bingung Cari Kontrakan Baru

Warga Kampung Bali Menanti Kepastian Penataan Tanah Abang

Narakabar.com – Rencana penataan kawasan kumuh di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menimbulkan kecemasan bagi penghuni rumah petak yang tinggal di sekitar kali. Sejumlah warga belum memperoleh kepastian mengenai jadwal pelaksanaan program tersebut, sementara kemungkinan harus pindah membuat mereka mulai memikirkan biaya tempat tinggal pengganti.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana melakukan penataan di kawasan tersebut. Bagi warga yang rumahnya berada dekat aliran kali, rencana itu berpotensi langsung memengaruhi keberlanjutan tempat tinggal mereka. Ketidakjelasan waktu pelaksanaan menjadi persoalan tersendiri karena warga tidak mengetahui kapan harus mulai mencari kontrakan baru.

Kartika Belum Tahu Waktu Pindah

Kartika, warga RT 01 Kelurahan Kampung Bali, menjadi salah satu penghuni yang menghadapi situasi tersebut. Pada Jumat, 9 Oktober 2026, ia menyampaikan bahwa dirinya telah mendengar informasi mengenai kemungkinan penggusuran. Namun, ia belum mengetahui bulan maupun waktu pasti penataan akan dimulai.

“Tahu, tapi enggak tahu bulan berapa. Katanya mau digusur, makanya kan aku disuruh pindah di situ,” kata Kartika.

Bangunan yang ditempati Kartika berada di sekitar kawasan kali. Informasi yang sampai kepadanya menyebut area permukiman itu akan terkena penataan, termasuk bangunan dengan jarak kurang lebih dua meter dari kali. Kondisi tersebut membuat keluarga penghuni rumah petak berada dalam posisi menunggu sambil mempertimbangkan kemungkinan relokasi.

“Kena semuanya di sini, katanya cuma dua meter doang dari kali,” ujarnya.

Kartika tinggal bersama suami dan anaknya. Tanpa jadwal yang jelas, ia merasa sulit menentukan kapan harus meninggalkan kontrakan saat ini. Mencari tempat tinggal baru bukan hanya soal menemukan lokasi, melainkan juga memastikan harga sewanya tetap dapat dijangkau oleh kondisi keuangan keluarga.

Untuk sementara, ia memilih menanti langkah lanjutan dari pemerintah. Bila penataan benar-benar dilakukan dan warga diminta meninggalkan lokasi, ia akan pindah. Namun, sebelum ada keputusan yang jelas, ia belum ingin mengambil langkah terburu-buru.

“Ya pindah, iya makanya itu gimana ya mau pindah juga bingung, makanya aku tunggu digusur aja lah langsung pindah,” tuturnya.

Harga Kontrakan Menjadi Pertimbangan Utama

Saat ini, Kartika menempati rumah petak dengan tarif Rp15 ribu per hari. Jika dihitung dalam sebulan, biaya sewanya sekitar Rp450 ribu. Angka itu dirasakan masih sesuai dengan kemampuannya karena telah mencakup kebutuhan air dan listrik.

Bagi penghuni kontrakan dengan pengeluaran yang terbatas, biaya sewa harian maupun bulanan menjadi penentu utama ketika harus berpindah. Kenaikan kecil masih mungkin diterima, tetapi lonjakan harga dapat mengubah pilihan lokasi dan kualitas hunian yang bisa dijangkau. Situasi inilah yang membuat kepastian penataan penting bagi warga agar mereka memiliki waktu menyiapkan pilihan tempat tinggal.

Kartika berharap memperoleh kontrakan baru dengan harga yang tidak terpaut jauh dari tempat yang ditempatinya sekarang. Ia masih dapat menerima tambahan biaya sekitar Rp5 ribu sampai Rp20 ribu. Harapan tersebut berkaitan dengan kebutuhan keluarganya untuk tetap memiliki tempat tinggal yang dapat dibayar secara rutin.

“Paling beda goceng, 20 ribu gitu ya enggak apa-apa,” katanya.

Di sisi lain, ia merasa keberatan apabila harus menyewa tempat dengan kondisi serupa tetapi dikenai tarif Rp30 ribu per hari. Dalam pandangannya, biaya sebesar itu seharusnya memberikan pilihan hunian lain yang lebih layak untuk dipertimbangkan.

“Enggak mau lah, sayang. Mendingan sekalian kan ngontrak di tempat lain,” ujarnya.

Penataan Membutuhkan Kejelasan bagi Penghuni

Penataan permukiman di sekitar kali membawa konsekuensi langsung bagi warga yang telah membangun kehidupan sehari-hari di kawasan tersebut. Selain kebutuhan mencari alamat baru, penghuni perlu memperhitungkan biaya pindahan, jarak menuju tempat bekerja atau sekolah, serta keterjangkauan layanan dasar di lingkungan baru. Bagi keluarga penyewa rumah petak, waktu persiapan dapat menjadi faktor yang sangat menentukan.

Kepastian mengenai cakupan wilayah, tahapan pelaksanaan, dan waktu pemindahan akan membantu warga memahami pilihan yang harus disiapkan. Informasi yang jelas juga penting agar penghuni tidak hanya mengandalkan kabar dari lingkungan sekitar ketika menentukan masa depan tempat tinggal mereka.

Kartika menegaskan akan mengikuti keputusan yang nantinya diambil pemerintah. Ia tidak menutup kemungkinan untuk pindah apabila diminta, tetapi akan tetap bertahan di kontrakan sekarang bila rencana tersebut tidak jadi dilaksanakan.

“Ikutin alurnya aja, suruh pindah ya pindah, kalau enggak jadi ya tetap di sini,” pungkas Kartika.

Hingga kepastian penataan diterima warga, keluarga seperti Kartika masih berada dalam masa menunggu. Mereka harus menyeimbangkan kebutuhan untuk bersiap dengan keterbatasan informasi mengenai kapan perubahan di Kampung Bali akan benar-benar dimulai.

Frequently Asked Questions

What is Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang Warga?

Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang Warga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang Warga matter?

Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang Warga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi