Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

Elizabeth Martin - narakabar.com 4 mins read

Isu kebakaran hutan dan lahan kembali disuarakan melalui aksi damai dengan bentuk yang tidak biasa di Jakarta. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, koalisi komunitas

Sindir Pemerintah soal Karhutla, Enter Nusantara Demo Sambil Joget

Enter Nusantara Gelar Aksi Sunyi dan Menari untuk Soroti Karhutla

Narakabar.com – Isu kebakaran hutan dan lahan kembali disuarakan melalui aksi damai dengan bentuk yang tidak biasa di Jakarta. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, koalisi komunitas Enter Nusantara berkumpul di depan gedung Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sambil mengenakan headphone, mendengarkan musik, dan menari.

Aksi tersebut tidak memakai pengeras suara besar ataupun bentuk protes yang mengganggu kawasan sekitar. Peserta membawa poster-poster bernada sindiran tentang penanganan karhutla, sementara musik diputar melalui perangkat pemutar piringan hitam dan didengarkan masing-masing melalui headphone.

Suasana yang dibangun sengaja dibuat ringan, tertib, dan terbuka bagi warga yang ingin memahami pesan aksi. Enter Nusantara ingin mengingatkan bahwa masalah kebakaran hutan dan lahan tetap memerlukan perhatian, sekalipun penyampaiannya dilakukan lewat ekspresi yang lebih santai.

Musik dan Gerak Tubuh sebagai Bahasa Solidaritas

Di lokasi, peserta terlihat berjoget mengikuti musik yang mereka dengarkan secara pribadi. Pilihan headphone membuat aksi berlangsung tanpa kebisingan yang berlebihan serta tidak menghambat lalu lintas di sekitar gedung ASEAN.

Di balik konsep tersebut, terdapat kritik terhadap situasi ketika isu publik mudah tenggelam oleh tekanan sehari-hari, arus informasi, dan berbagai suara yang saling bersaing. Karhutla bukan hanya tema di poster, melainkan persoalan yang ingin kembali dihadirkan dalam perhatian masyarakat melalui cara yang mudah didekati.

Community Partnership Project Enter Nusantara, Fajar, menyampaikan bahwa aksi ini mengajak warga mengambil jeda dari rutinitas dan melihat persoalan lingkungan yang masih berlangsung di sekitar mereka. Baginya, ruang untuk berhenti sejenak juga dapat menjadi awal untuk membangun kepedulian bersama.

“Ya, karena gini, hari ini kita kalau kita melihat persoalan, kadang kita bersuara pemerintah juga sedikit tidak mendengarkan, terus juga dengan segala kebisingan, dengan segala kestresan yang ada warga hari ini, jadi kita mengajak masyarakat untuk sedikit rehat sejenak, kita coba relax dulu coba kita melihat sebenarnya apa yang terjadi di sekitar kita dengan aksi-aksi yang lebih fun,” kata Fajar di depan gedung ASEAN, Rabu (21/10/2026).

Sindiran tanpa Mengganggu Ruang Publik

Pesan yang dibawa dalam aksi itu tetap serius: kebakaran hutan dan lahan perlu terus diperbincangkan dan direspons. Namun, Enter Nusantara memilih tidak menjadikan kemarahan sebagai satu-satunya bahasa protes. Poster sindiran, musik, serta tarian dipakai sebagai medium untuk menyampaikan aspirasi tanpa menciptakan situasi yang tegang.

Pendekatan ini juga memperlihatkan bahwa demonstrasi dapat memiliki banyak bentuk. Aksi publik tidak selalu harus ditandai kerumunan yang bising atau konfrontasi. Dalam kegiatan ini, gerakan tubuh dan ekspresi kreatif justru dipakai untuk mengundang perhatian terhadap isu lingkungan yang dampaknya dapat dirasakan luas.

Karhutla sendiri menjadi persoalan yang penting dibicarakan karena berkaitan dengan kondisi lingkungan, ruang hidup, dan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan perlindungan dari bencana. Melalui aksi di depan gedung ASEAN, peserta menempatkan isu tersebut dalam ruang publik sambil mengajak orang-orang yang melintas untuk menengok kembali urgensinya.

Menghindari Pola Aksi yang Berujung Saling Serang

Fajar menjelaskan bahwa konsep yang lebih tenang dipilih untuk mengurangi kemungkinan aksi berkembang menjadi saling serang. Ia menyinggung bentuk demonstrasi yang menampilkan pembakaran ban atau luapan kemarahan secara terbuka, yang dinilai dapat memicu respons keras, termasuk serangan buzzer dan intervensi dari pihak negara.

“Kalau kita aksinya bakar ban atau marah-marah, biasanya nanti itu buzzer banyak yang menyerang, bahkan dari pihak negara pun banyak yang mengintervensi kita kalau aksi kita itu terlalu keras,” ujarnya.

Karena pertimbangan itu, Enter Nusantara menekankan cara penyampaian yang lebih menyenangkan. Bagi kelompok ini, bentuk aksi bukan sekadar soal menarik perhatian, tetapi juga soal menciptakan ruang solidaritas yang memungkinkan lebih banyak orang merasa dekat dengan isu karhutla.

Pilihan memakai headphone juga memiliki makna tersendiri. Peserta berada dalam satu aksi bersama, tetapi masing-masing mendengarkan musik secara personal. Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap masalah lingkungan dapat tumbuh dari pengalaman individu, lalu bertemu dalam tindakan kolektif di ruang publik.

Ajakan untuk Tidak Membiarkan Karhutla Terlupakan

Aksi damai itu berlangsung tertib hingga selesai. Tidak ada gangguan terhadap arus kendaraan di sekitar gedung ASEAN, sementara pesan kritik tetap terlihat melalui poster dan aktivitas para peserta. Bentuknya mungkin jauh dari demonstrasi konvensional, tetapi tujuan utamanya tetap sama: menjaga agar persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak hilang dari percakapan publik.

Enter Nusantara memilih mengedepankan solidaritas ketimbang kemarahan sebagai pusat aksi. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membuka kemungkinan bahwa perhatian terhadap masalah besar dapat dibangun melalui perjumpaan yang lebih hangat, kreatif, dan mudah diakses masyarakat.

“Aksinya yang lebih fun aja yang penting kita mengajak masyarakat untuk bersolidaritas dibanding aksi yang kita bakar ban atau lain sebagainya,” pungkas Fajar.

Melalui musik, poster, dan tarian, aksi 21 Oktober 2026 itu menjadi pengingat bahwa kritik terhadap penanganan karhutla dapat disampaikan dengan cara yang beragam. Di tengah tekanan dan kebisingan yang kerap menyertai kehidupan sehari-hari, Enter Nusantara menawarkan jeda untuk melihat kembali persoalan lingkungan serta pentingnya kepedulian bersama.

Frequently Asked Questions

What is Sindir Pemerintah soal Karhutla Enter Nusantara?

Sindir Pemerintah soal Karhutla Enter Nusantara is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sindir Pemerintah soal Karhutla Enter Nusantara matter?

Sindir Pemerintah soal Karhutla Enter Nusantara matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi