Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Key Strategy: Jazilul Desak PDIP Tegas jadi Partai Oposisi atau Koalisi, Deddy Sitorus: Memangnya Dia Siapa?

David Moore - narakabar.com 3 mins read 10 views

Strategy: Deddy Sitorus Tegaskan PDIP Harus Fokus pada Konsensus Internal Key Strategy dalam politik saat ini menuntut PDIP mengambil sikap yang tegas dan

Key Strategy: Jazilul Desak PDIP Tegas jadi Partai Oposisi atau Koalisi, Deddy Sitorus: Memangnya Dia Siapa?

Key Strategy: Deddy Sitorus Tegaskan PDIP Harus Fokus pada Konsensus Internal

Key Strategy dalam politik saat ini menuntut PDIP mengambil sikap yang tegas dan jelas dalam menjaga konsensus internal partai. Dalam wawancara dengan Suara.com, Kamis (18/6/2026), Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menanggapi kritik dari Ketua Fraksi PKB Jazilul Fawaid yang meminta PDIP tegas dalam menjadi partai oposisi atau koalisi. Deddy menilai desakan tersebut terkesan tidak memahami peran PDIP dalam sistem tata negara Indonesia.

Kritik terhadap Fokus Eksternal PDIP

Jazilul Fawaid dituding oleh Deddy Sitorus terlalu sering mengintervensi urusan partai lain. Deddy menekankan bahwa PDIP harus mengutamakan pembangunan konsensus dalam diri sendiri sebelum menentukan sikap politik secara eksternal. “Lebih baik Jazilul mengurus partainya sendiri daripada mempermasalahkan orang lain,” ujar Deddy, sambil menyoroti bahwa peran PDIP bersifat dinamis dan tidak bisa dipaksakan.

Deddy juga menyebutkan bahwa desakan untuk menjadikan PDIP sebagai partai oposisi atau koalisi terasa terlalu mendesak, terutama dalam situasi yang belum jelas. Ia menyoroti bahwa keputusan PDIP selalu diambil melalui mekanisme resmi, seperti kongres dan rakernas, yang mencerminkan kepentingan seluruh anggota partai. “Jazilul harus memahami bahwa PDIP bukan hanya pihak yang berkepentingan, tapi juga bagian dari sistem yang lebih luas,” tambah Deddy.

Perbedaan Konseptual antara Sistem Parlementer dan Presidensial

Deddy Sitorus menegaskan bahwa dalam sistem parlementer, seperti Inggris, konsep oposisi memiliki makna yang jelas, dengan adanya kabinet bayangan yang berperan sebagai pihak yang berideologi berlawanan. Namun, di Indonesia yang menganut sistem presidensial, oposisi lebih bersifat strategis, bukan konseptual. “PDIP berperan sebagai penyeimbang kekuasaan, bukan hanya sebagai oposisi,” jelas Deddy.

Menurut Deddy, penjelasan Jazilul tentang oposisi terkesan kurang tepat dalam konteks tata negara Indonesia. Ia menilai bahwa PDIP memiliki tanggung jawab untuk menjadi pihak yang menjaga stabilitas demokrasi, bukan hanya berperan sebagai pihak yang mengkritik. “Key Strategy dalam PDIP adalah menghindari perpecahan internal dan memastikan keputusan politik sesuai dengan kepentingan rakyat,” tambah Deddy, yang menekankan pentingnya kestabilan partai dalam dinamika politik.

Konsistensi dalam Pemahaman Ideologi Partai

Deddy Sitorus juga mengkritik kurangnya pemahaman Jazilul terhadap ideologi Pancasila sebagai fondasi tata negara Indonesia. Menurut Deddy, PDIP memegang konsep ideologi tunggal sebagai prinsip utama, sehingga tidak perlu terus-menerus menuntut partai lain untuk menyesuaikan diri dengan posisi PDIP. “Key Strategy PDIP adalah menjaga koherensi ideologi, bukan mengikuti tuntutan dari pihak eksternal,” kata Deddy, yang menilai desakan Jazilul bisa mengganggu kestabilan partai.

Deddy menekankan bahwa PDIP telah menetapkan kebijakan yang jelas sejak lama, termasuk peran sebagai penyeimbang kekuasaan dalam sistem presidensial. Ia menyatakan bahwa desakan Jazilul justru menunjukkan kurangnya kemampuan untuk memahami dinamika politik secara mendalam. “Key Strategy ini tidak bisa diubah seenaknya, karena sudah disepakati oleh seluruh pengambil kebijakan partai,” ujarnya, sambil mengingatkan bahwa partai harus tetap konsisten dengan prinsip yang telah diputuskan.

Komitmen PDIP pada Demokrasi dan Peran Internal

Deddy Sitorus memastikan bahwa PDIP tetap berkomitmen menjaga stabilitas demokrasi, baik melalui konsensus internal maupun koordinasi dengan partai-partai lain. Ia menilai bahwa Key Strategy PDIP adalah memastikan keputusan politik didasarkan pada pertimbangan yang matang, bukan hanya tekanan eksternal. “PDIP tidak bisa menjadi partai yang berubah-ubah karena satu desakan,” tutur Deddy, yang menyoroti pentingnya proses internal dalam menentukan posisi partai.

Menurut Deddy, keberhasilan partai dalam membangun konsensus internal adalah kunci untuk menjaga kekuatan politik dan relevansi PDIP di tengah masyarakat. Ia menambahkan bahwa desakan Jazilul untuk memaksa PDIP menjadi oposisi atau koalisi lebih baik dijawab dengan dialog yang konstruktif, bukan kritik yang berlebihan. “Key Strategy dalam semua keputusan PDIP adalah menjaga keberlanjutan partai sebagai pilar demokrasi,” pungkas Deddy, yang menegaskan bahwa PDIP tetap fokus pada visi dan misi yang telah direncanakan secara jangka panjang.

Gabung diskusi