Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Internasional

Key Discussion: Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Emily Moore - narakabar.com 3 mins read 19 views

Key Discussion: ASEAN Pemimpin Indo-Pasifik Terbuka dan Inklusif Key Discussion - Kamis (9/7/2026) di Jakarta, Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr.

Key Discussion: Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Key Discussion: ASEAN Pemimpin Indo-Pasifik Terbuka dan Inklusif

Key Discussion – Kamis (9/7/2026) di Jakarta, Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, mengemukakan pentingnya menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap terbuka dan inklusif di tengah semakin memanasnya dinamika geopolitik global. Dalam Key Discussion yang dihadiri oleh para pemimpin politik, akademisi, dan perwakilan diplomatik, ia menekankan bahwa keterbukaan dan kerja sama antar-negara adalah kunci utama untuk menghadapi tantangan masa depan serta memperkuat stabilitas kawasan.

Visi Keterbukaan dan Inklusivitas dalam Kebijakan Regional

Key Discussion ini menyoroti bahwa pendekatan Indo-Pasifik yang terbuka dan inklusif dapat menjadi jembatan bagi negara-negara Asia Tenggara dalam menghadapi perubahan tatanan global. Dr. Kao menggarisbawahi bahwa dengan memperkuat norma-norma bersama, kawasan ini bisa menjadi pusat inovasi dan keamanan yang saling menguntungkan. “Kita perlu membangun kerangka kerja sama yang mendorong keterbukaan, sambil tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas dan ketahanan,” ujarnya, menegaskan pentingnya kolaborasi antar-negara dalam menghadapi ancaman ekonomi, perubahan iklim, dan ketegangan geopolitik.

Kuliah Perdana ERIA–ASEAN AOIP Series

Sebagai bagian dari Key Discussion yang diinisiasi oleh ERIA, peluncuran seri kuliah AOIP menjadi langkah strategis untuk memperkaya wacana kebijakan regional. Seri ini bertujuan memperluas pemahaman mengenai peran Indo-Pasifik dalam membentuk keseimbangan global, khususnya dalam menghadapi fragmentasi ekonomi dan persaingan kekuatan yang semakin intens. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif tentang kebutuhan mengembangkan infrastruktur, transformasi digital, dan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

Kerja Sama dalam Tantangan Global

Key Discussion juga menyoroti bahwa di tengah tekanan dari perubahan geopolitik dan fragmentasi ekonomi, kerja sama nyata antar-negara menjadi lebih penting dari sebelumnya. Dr. Kao menekankan bahwa kolaborasi dalam bidang infrastruktur berkelanjutan, keamanan ekonomi, dan pengelolaan rantai pasok maritim adalah faktor kritis dalam memastikan Indo-Pasifik tetap menjadi kawasan yang stabil dan inklusif. “Kita perlu menegaskan bahwa Indo-Pasifik bukan hanya tempat kompetisi, tetapi juga ruang untuk kerja sama yang berkelanjutan,” tambahnya, menyoroti keterlibatan aktif ASEAN dalam memperkuat kebijakan regional.

Progres Implementasi ASEAN-Jepang

Dalam Key Discussion, Dr. Kao menyinggung progres yang telah dicapai dalam kerja sama ASEAN-Jepang. Dari total agenda aksi Rencana Implementasi, sekitar 81 persen sudah selesai, menunjukkan komitmen kuat kedua pihak dalam kolaborasi strategis. Capaian ini berpotensi mendorong kebijakan yang lebih koheren, baik dalam hal keamanan ekonomi maupun kebijakan perdagangan. “Kita perlu terus mengembangkan mekanisme yang efektif untuk memastikan implementasi ini berjalan stabil dan berkelanjutan,” katanya, menegaskan bahwa keterbukaan dan inklusivitas akan menjadi basis utama bagi keberhasilan kerja sama regional.

Kemitraan ERIA dan JIIA untuk Masa Depan Indo-Pasifik

Key Discussion dilanjutkan dengan Simposium Khusus ERIA–JIIA FOIP–AOIP, yang digelar untuk merayakan dekade keberadaan konsep Free and Open Indo-Pacific (FOIP). Acara ini menjadi platform bagi para pembuat kebijakan dan akademisi untuk mendiskusikan bagaimana AOIP dan FOIP dapat saling melengkupi dalam mendukung keamanan, stabilitas, serta pertumbuhan ekonomi kawasan. Dalam sesi diskusi, para peserta menyoroti bahwa kedua pendekatan ini tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga pada aspek geopolitik, seperti kebijakan luar negeri dan hubungan internasional yang berimbang.

Penguatan Sentralitas ASEAN dalam Tatanan Global

Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, menyatakan bahwa peluncuran seri kuliah dan simposium ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sentralitas ASEAN dalam dinamika global. “Key Discussion ini menegaskan bahwa ASEAN tetap menjadi pilar utama dalam mengembangkan Indo-Pasifik yang terbuka dan inklusif,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan kawasan ini bergantung pada dialog yang terstruktur dan kerja sama yang saling menguntungkan, termasuk kolaborasi dengan mitra seperti Jepang dan lembaga internasional lainnya.

Langkah-Langkah Menuju Keterbukaan yang Berkelanjutan

Key Discussion menjadi penting dalam mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keterbukaan dan inklusivitas Indo-Pasifik. Duta besar dari negara-negara mitra, pemangku kepentingan ASEAN, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi hadir untuk mendiskusikan strategi yang lebih luas. ERIA berharap rangkaian acara ini mampu memperkuat dialog kebijakan berbasis riset, serta mendorong inisiatif baru yang menciptakan kepercayaan antar-negara. “Dengan membangun norma yang konsisten, kita bisa menciptakan kawasan yang lebih kuat dan lebih adaptif terhadap tantangan masa depan,” pungkas Tetsuya, yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Gabung diskusi