Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Internasional

Latest Program: Donald Trump Resmi Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Dimulai Kembali

Elizabeth Martin - narakabar.com 2 mins read 16 views

ald Trump Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Kembali Berlangsung Latest Program - Kembali memicu ketegangan global, Amerika Serikat mengambil langkah strategis

Latest Program: Donald Trump Resmi Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Dimulai Kembali

Donald Trump Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Kembali Berlangsung

Latest Program – Kembali memicu ketegangan global, Amerika Serikat mengambil langkah strategis dengan mengirimkan surat resmi ke Kongres. Tindakan ini menandai kembalinya konflik militer antara AS dan Iran, yang sebelumnya sempat dihentikan sementara.

Peristiwa Penyebab Ketegangan

Pada 10 Juli 2026, Presiden Donald Trump mengirimkan surat ke Kongres AS yang memicu perang kembali. Surat ini menunjukkan keputusannya untuk mengaktifkan kembali blokade terhadap pelabuhan Iran serta menerapkan tarif khusus bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Langkah ini ditempuh sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal bendera netral, yang telah memicu kekhawatiran tentang pelebaran perang di wilayah Timur Tengah.

Trump menegaskan dalam media sosial bahwa kembali memberlakukan blokade Iran adalah bagian dari “Latest Program” pemerintahannya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh negara dapat memanfaatkan jalur perairan Selat Hormuz secara adil, sementara Iran mengecam langkah tersebut sebagai upaya ekspansi kekuasaan AS.

Dampak Ekonomi dan Politik

Kenaikan harga minyak mentah global langsung terjadi setelah berita kembalinya agresi militer. Harga Brent tercatat melonjak 7,8 persen menjadi 81,92 dolar per barel, mencerminkan ketakutan pasar terhadap gangguan jalur perdagangan. Selain itu, kebijakan tarif khusus kapal maritim juga memicu kontroversi internasional, dengan Iran menganggap Selat Hormuz sebagai jalur yang harus dikendalikan sepenuhnya.

Menurut laporan Komando Sentral AS, serangan udara terhadap Iran berlangsung selama tiga malam berturut-turut hingga Selasa, 14 Juli 2026. Operasi ini mengakhiri pelonggaran sementara blokade yang diberlakukan sejak pertengahan April lalu. Trump mengklaim bahwa serangan ini tidak melibatkan pasukan darat, sehingga mengurangi risiko korban sipil, tetapi tetap menjadi bagian dari strategi “Latest Program” untuk menekan ancaman militer terhadap keamanan sekutu.

Sebagai tindakan hukum, Trump memberi waktu 60 hari bagi Kongres AS untuk menyetujui atau menolak operasi militer. Surat tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk anggota kongres dan negara-negara mitra. Beberapa politisi mengkritik kebijakan yang dianggap memperkuat posisi AS secara monopoli, sementara yang lain mendukung langkah ini sebagai tindakan pencegahan.

Konflik antara AS dan Iran sebenarnya telah dimulai pada 28 Februari 2026, saat pasukan gabungan AS-Israel melakukan serangan terhadap target musuh. Perjanjian damai sementara yang ditandatangani bulan lalu kini terancam akibat aksi saling tembak yang terus berlanjut. “Latest Program” Trump dianggap sebagai upaya untuk memperkuat dominasi geopolitik AS di wilayah Timur Tengah, yang memiliki peran penting dalam pasokan minyak global.

“Kita memberlakukan kembali BLOKADE IRAN,” tulis Trump dalam media sosial Senin lalu. “Semua negara lain akan mendapatkan penggunaan Selat yang adil dan terbuka.”

Langkah Trump dalam “Latest Program” ini juga menggambarkan perubahan prioritas kebijakan luar negeri AS. Setelah sebelumnya berfokus pada kesepakatan nuklir Iran, pemerintahan Trump kembali memperketat hubungan militer dengan sekutu regional. Tindakan ini menimbulkan perdebatan tentang keseimbangan antara keamanan nasional dan hubungan perdagangan global.

Gabung diskusi