Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?
Antartika: Bagaimana Bisa Sampai ke Sana? Nanoplastik ditemukan di Antartika - Wilayah Antartika, yang dikenal sebagai kawasan terpencil dan masih alami, kini
Nanoplastik Ditemukan di Antartika: Bagaimana Bisa Sampai ke Sana?
Nanoplastik ditemukan di Antartika – Wilayah Antartika, yang dikenal sebagai kawasan terpencil dan masih alami, kini terungkap tidak bebas dari dampak polusi. Penelitian terbaru mengungkap adanya nanoplastik di daerah yang jauh dari aktivitas manusia, memicu pertanyaan tentang cara partikel plastik super kecil itu mencapai Kutub Selatan.
Perspektif tentang Nanoplastik
Nanoplastik merujuk pada serpihan plastik dengan ukuran di bawah satu mikrometer, jauh lebih kecil dari mikroplastik. Ukuran ini membuatnya sulit terlihat, bahkan melalui mikroskop biasa.
Mekanisme Terbentuknya
Partikel nanoplastik muncul ketika plastik berukuran besar mengalami pelapukan akibat sinar UV, gelombang laut, atau proses alami lainnya. Proses ini menghasilkan fragmen kecil yang mudah terbawa oleh aliran udara.
Perjalanan ke Kutub Selatan
Karena bobot ringan dan ukuran yang minim, nanoplastik bisa terbawa angin hingga ribuan kilometer, termasuk menuju wilayah terpencil seperti Antartika. Ini menjelaskan bagaimana partikel plastik bisa mencapai daerah yang sebelumnya dianggap terjauh dari kontaminasi manusia.
Temuan Penelitian
Penelitian yang dipublikasikan dalam Scientific Reports menganalisis 13 sampel tanah permukaan dan empat sampel tanah di kedalaman 20 sentimeter di Lembah Taylor dan Wright, wilayah McMurdo Dry Valleys, pada Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 54 persen dari sampel yang dianalisis mengandung nanoplastik.
Jenis Plastik yang Teridentifikasi
Enam jenis plastik berhasil terdeteksi, dengan polipropilena menjadi dominan (41,9 persen), diikuti oleh partikel aus ban (29,6 persen), dan polietilena sebanyak 14,6 persen.
“Penelitian tentang nanoplastik masih terbatas karena pendeteksinya memerlukan teknik analisis khusus,” kata ahli kimia lingkungan Eric Lichtfouse, seperti dikutip Vice.
Ketiga penelitian sebelumnya juga menemukan partikel plastik di berbagai lapisan lingkungan Antartika, menegaskan bahwa polusi plastik kini menjangkau hampir seluruh penjuru Bumi. Hal ini menyoroti betapa luas dampak sampah plastik, bahkan di lokasi yang terlihat paling jauh dari sumbernya.
Kontaminasi yang Tak Terduga
Temuan ini mengejutkan karena Antartika tidak memiliki penduduk asli atau aktivitas industri yang signifikan. Namun, kenyataannya menunjukkan bahwa polusi plastik tidak terbatas pada wilayah perkotaan, melainkan telah menyebar ke titik-titik yang dianggap paling bersih.
