Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern
Profil Raja Harald V Raja Norwegia menjadi sorotan dunia setelah sang monark menghembuskan napas terakhir pada hari Jumat, tepat setelah pukul 06.35 waktu
Profil Raja Harald V: Warisan dan Akhir Era
Narakabar.com – Profil Raja Harald V Raja Norwegia menjadi sorotan dunia setelah sang monark menghembuskan napas terakhir pada hari Jumat, tepat setelah pukul 06.35 waktu setempat, di usia 89 tahun. Ia adalah penguasa tertua di antara seluruh kepala negara Eropa dan telah mengemban tanggung jawab kerajaan selama 35 tahun penuh. Kepergiannya menutup satu babak panjang dalam sejarah monarki Skandinavia yang tak pernah terulang.
Pewarisan Takhta dan Garis Keturunan
Putra kandungnya, Haakon, kini secara resmi menduduki posisi sebagai raja Norwegia yang baru. Dengan kepergian sang ayah, cucu perempuan almarhum, Ingrid Alexandra, otomatis menempati urutan pertama dalam daftar calon pewaris tahta kerajaan. Harald meninggalkan seorang istri yang telah menemaninya selama 57 tahun, yakni Queen Sonja, dua orang anak, serta lima cucu. Transisi kekuasaan ini terjadi di tengah tekanan internal keluarga yang cukup berat.
Tantangan yang Menyelimuti Keluarga Kerajaan
Queen Consort Mette-Marit, istri Haakon, tengah berjuang melawan persoalan kesehatan serius. Sorotan publik juga terus menyasar hubungannya di masa lampau dengan mendiang Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal. Di sisi lain, putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya baru saja divonis hukuman penjara empat tahun terkait kasus pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga. Kombinasi isu-isu tersebut membuat masa berkabung keluarga kerajaan berlangsung di bawah pengawasan media yang sangat ketat.
Peringatan Nasional dan Respons Internasional
Perdana Menteri Jonas Gahr Støre menyampaikan bahwa seluruh rakyat Norwegia sedang berduka. Ia menegaskan bahwa bangsa itu ditinggalkan dengan rasa terima kasih yang mendalam atas kehidupan panjang penuh pengabdian yang telah diberikan almarhum untuk negaranya. Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional secara resmi, dan ribuan warga berkerumun di luar istana kerajaan di Oslo untuk menyampaikan penghormatan terakhir.
Ungkapan belasungkawa berdatangan dari berbagai penjuru Eropa, mencakup keluarga kerajaan Swedia, Denmark, dan Inggris, serta sejumlah pemimpin politik dunia. Raja Charles dari Inggris menyatakan bahwa keluarganya turut berduka, lalu menambahkan:
“Seorang sahabat yang kebaikan, belas kasih, dan rasa tanggung jawabnya yang mendalam bergema dari seberang lautan dan melintasi dekade.”
Sementara itu, Raja Frederik dan Ratu Mary dari Denmark mengenang almarhum sebagai pria baik yang memiliki binar di matanya serta hati yang besar.
Kondisi Medis Sebelum Wafat
Kesehatan sang raja merosot tajam dalam beberapa hari terakhir. Penyebabnya adalah penumpukan cairan di dalam tubuh yang dipicu oleh gangguan darah. Kondisi tersebut kemudian memicu komplikasi infeksi yang semakin memperburuk keadaan fisiknya hingga akhirnya tidak tertolong. Tim medis istana telah berupaya melakukan penanganan intensif, namun kondisi tidak menunjukkan perbaikan berarti.
Akar Kehidupan dan Jalan Menuju Takhta
Harald lahir pada 21 Februari 1937 sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara dan satu-satunya putra laki-laki dalam keluarganya. Pada masa itu, konstitusi Norwegia secara tegas menetapkan bahwa hanya ahli waris pria yang berhak mewarisi gelar kerajaan. Baru pada tahun 1991, ketika genap berusia 53 tahun, ia pertama kali naik takhta. Sesuai keinginan pribadi keduanya, ia dan Sonja menggelar upacara pemberkatan yang mengadopsi tradisi Abad Pertengahan di Katedral Nidaros Trondheim pada 23 Juni 1991.
Setelah upacara tersebut, pasangan kerajaan melakukan kunjungan selama 10 hari ke wilayah selatan Norwegia, dilanjutkan dengan tur 22 hari yang mencakup empat wilayah paling utara negara itu pada tahun 1992. Langkah-langkah awal inilah yang menjadi fondasi bagi tiga dekade lebih pengabdian yang ia jalani hingga akhir hayatnya.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui
Kapan Raja Harald V wafat? Sang raja menghembuskan napas terakhir pada hari Jumat, setelah pukul 06.35 waktu setempat, di usia 89 tahun, setelah 35 tahun menduduki takhta Norwegia.
Siapa yang menggantikan posisi sebagai raja Norwegia? Putra kandungnya, Haakon, kini resmi menjadi raja Norwegia. Cucu perempuan mereka, Ingrid Alexandra, menempati urutan pertama dalam garis suksesi.
Berapa lama masa berkabung nasional yang ditetapkan pemerintah Norwegia? Pemerintah menetapkan masa berkabung nasional secara resmi. Ribuan warga berkumpul di luar istana kerajaan di Oslo untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada mendiang.
Apa penyebab langsung wafatnya? Penumpukan cairan di dalam tubuh akibat gangguan darah memicu komplikasi infeksi yang memperburuk kondisi fisiknya hingga tidak tertolong.
