Aspal Jalan Kebon Sirih Terus Rusak, DKI Akhirnya Ganti dengan Beton
Aspal Jalan Kebon Sirih Terus mengalami kerusakan parah sehingga Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengambil keputusan strategis untuk mengganti lapisan aspal
Aspal Jalan Kebon Sirih Terus Rusak: Solusi Beton untuk Tanah Labil
Narakabar.com – Aspal Jalan Kebon Sirih Terus mengalami kerusakan parah sehingga Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengambil keputusan strategis untuk mengganti lapisan aspal dengan beton. Langkah inovatif ini diambil setelah serangkaian evaluasi mendalam menunjukkan bahwa kondisi tanah di bawah permukaan jalan sangat labil dan tidak mampu menahan beban aspal konvensional. Proyek perbaikan yang mencakup panjang 350 meter ini dimulai dari area Gedung Telkom hingga mencapai Lemhannas dan dijadwalkan selesai total pada September 2026 mendatang.
Agar aktivitas kendaraan tidak terganggu secara signifikan, seluruh pekerjaan konstruksi dibagi menjadi dua tahap pengerjaan yang cermat. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa keputusan beralih ke beton ini muncul karena ruas jalan tersebut terus-menerus mengalami kerusakan dalam waktu singkat setelah sebelumnya diperbaiki. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah karena berdampak langsung pada kenyamanan masyarakat Jakarta.
“Kebon Sirih itu jalannya setelah kami aspal, berapa bulan kemudian ini selalu bleeding aspalnya, selalu rusak,” kata Wondo di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Evaluasi lebih lanjut menggunakan teknologi geo-radar mengonfirmasi bahwa lapisan tanah di sepanjang ruas jalan memang tidak stabil. Berdasarkan temuan tersebut, Dinas Bina Marga menilai bahwa pengaspalan ulang tidak akan memberikan solusi permanen. Oleh karena itu, metode pembetonan dipilih sebagai alternatif terbaik untuk mengatasi masalah yang sudah berlangsung lama. Aspal Jalan Kebon Sirih Terus menjadi sorotan publik karena frekuensi perbaikannya yang tinggi dibandingkan ruas jalan lainnya.
“Makanya kami lakukan dengan pembetonan,” lanjut Wondo dengan tegas.
Rute pembetonan ini membentang kurang lebih 350 meter, dimulai dari depan Gedung Telkom Indibiz dan berakhir di depan Gedung Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Dinas Bina Marga menargetkan seluruh proyek selesai pada bulan September 2026 mendatang. Selama proses konstruksi berlangsung, masyarakat diharapkan bersabar terhadap kemungkinan adanya penyempitan jalan yang akan terjadi secara bertahap.
Heru Suwondo menambahkan bahwa metode pembetonan ini memiliki potensi untuk diterapkan pada ruas-ruas jalan lainnya di Jakarta yang memiliki karakteristik tanah serupa. “Kalau memang ada jalan seperti itu, ya akan kami tangani,” ujarnya. Strategi ini menunjukkan komitmen pemerintah DKI dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara berkelanjutan.
Saat ini, fokus utama pembetonan masih tertuju pada Jalan Kebon Sirih. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Dinas Bina Marga, ruas jalan ini tercatat sebagai jalur yang paling sering mengalami perbaikan berulang dibandingkan jalan-jalan lainnya di Jakarta. Aspal Jalan Kebon Sirih Terus menjadi contoh nyata bagaimana kondisi tanah mempengaruhi ketahanan permukaan jalan.
Proses konstruksi pembetonan di Jalan Kebon Sirih dibagi menjadi dua tahap untuk memastikan jalan tetap dapat dilalui meskipun terjadi penyempitan. “Kan sekarang masih yang tengah nih kami kerjain. Begitu yang tengah selesai, nanti lari ke pinggir,” tutup Wondo. Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan rute perjalanan mereka selama proyek berlangsung hingga selesai sepenuhnya.
