Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Gedung Belum Dibangun, DPRD Usul SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Punya Punya Kelas Darurat

Karen Martinez - narakabar.com 3 mins read 20 views

Gedung Belum Dibangun DPRD Usul SDN Kebayoran Lama Selatan 09 untuk memiliki kelas darurat sebagai solusi sementara. Sebanyak 270 murid dari SDN Kebayoran

Gedung Belum Dibangun, DPRD Usul SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Punya Punya Kelas Darurat

Gedung Belum Dibangun DPRD Usul Kelas Darurat

Narakabar.com – Gedung Belum Dibangun DPRD Usul SDN Kebayoran Lama Selatan 09 untuk memiliki kelas darurat sebagai solusi sementara. Sebanyak 270 murid dari SDN Kebayoran Lama Selatan 09 di wilayah Jakarta Selatan masih menjalani pembelajaran secara bergantian sejak bangunan sekolah mereka runtuh pada akhir tahun 2024. Sistem shift ini juga melibatkan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 sebagai mitra berbagi ruang kelas. Kondisi darurat tersebut memaksa sebagian anak-anak untuk mengikuti pelajaran pada waktu siang hingga sore hari. Kepala sekolah, Kenhayati Dwi, menjelaskan bahwa jadwal berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 17.30.

“Dari jam 13.00 sampai dengan jam 17.30,” ujar Kenhayati Dwi pada Kamis (23/7/2026).

Selain perubahan waktu belajar, kegiatan ekstrakurikuler bagi 270 siswa tersebut kini harus diselipkan di luar jam pelajaran utama. Kenhayati menambahkan bahwa mereka mengatur semua jadwal dengan cermat agar tidak ada yang terlewat. Sistem pembelajaran bergantian ini memang menjadi solusi terbaik mengingat keterbatasan fasilitas yang tersedia saat ini.

“Misalnya ada yang agak pagi gitu. Kami atur, pokoknya kami atur semua jamnya,” paparnya.

Respons DPRD DKI Jakarta

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk meninjau situasi. Politikus dari partai NasDem tersebut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat Jakarta. Dalam kunjungannya, Wibi juga melihat langsung kondisi kelas-kelas yang digunakan secara bergantian oleh kedua sekolah.

“Kami dari DPRD DKI Jakarta mengajukan permohonan maaf untuk masyarakat Jakarta terhadap permasalahan ini, yang sepatutnya memang tidak terjadi. Tetapi adapun hal-hal memang yang harusnya bisa kami selesaikan dengan tepat, alhamdulillah sudah disampaikan oleh Bapak Gubernur bahwa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya akan segera ada pembangunan untuk SD 9 dan 11 Kebayoran Lama Selatan ini,” kata Wibi.

Wibi juga menekankan pentingnya kesabaran dari para orang tua murid di tengah keterbatasan yang ada saat ini. Ia menyebutkan bahwa setiap hari siswa kehilangan 120 menit waktu belajar yang harus dikembalikan. Kehilangan waktu belajar ini tentu berdampak pada kualitas pendidikan yang diterima anak-anak.

“Kami paham ada beberapa kendala. Hari ini kami kehilangan 120 menit untuk anak-anak itu mengenyam pendidikan. Jadi 120 menit ini harus kita kembalikan,” tegas politikus NasDem tersebut.

Langkah Tindak Lanjut dan Rencana Pembangunan

Wibi menyampaikan sejumlah rencana tindak lanjut, termasuk kemungkinan pembukaan kelas darurat bagi sekolah-sekolah yang kondisinya mendesak. Ia juga meminta agar inventarisasi sekolah yang perlu rehabilitasi dilakukan segera tanpa menunggu masalah muncul. Langkah ini penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Ada beberapa usulan, nanti akan kami sampaikan kepada Bu Chica dan teman-teman di Komisi E. Jadi, tolong diinventaris mana sekolah-sekolah yang kiranya sudah memang harus saatnya direhabilitasi, tolong disampaikan segera. Jangan menunggu sampai ada masalah dulu, baru itu disampaikan,” tutur Wibi.

Pembangunan sekolah dianggarkan pada tahun 2026, sesuai dengan penegasan Wibi saat meninjau lokasi. Ia juga meminta rekan-rekan di Komisi E untuk lebih aktif dalam rapat-rapat kerja agar anggaran prioritas dapat dialokasikan dengan baik. Fokus keyword “Gedung Belum Dibangun DPRD Usul” menjadi relevan dalam konteks pembahasan ini.

“Saya sebagai pimpinan juga meminta rekan-rekan di Komisi E lebih aktif lagi dalam rapat-rapat kerja. Kalau memang ini adalah anggaran prioritas, kami dorong dan kami pastikan ini menjadi teralokasi untuk Anggaran Perubahan 2026,” tegasnya.

Dengan adanya usulan tersebut, publik kini menanti realisasi pembangunan kembali sekolah agar para siswa dapat kembali belajar secara optimal. Proses pembangunan yang cepat dan berkualitas diharapkan dapat segera terwujud sesuai komitmen yang telah disampaikan.

Gabung diskusi