Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

Robert Wilson - narakabar.com 3 mins read 2 views

```html Investasi Rp1 Triliun Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan

Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

Narakabar.com – “`html Investasi Rp1 Triliun Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan

Investasi Rp1 Triliun Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

Kecamatan Legok di Kabupaten Tangerang, Banten, kini menjadi lokasi strategis untuk pengembangan kawasan peternakan sapi terintegrasi yang ambisius. Inisiatif besar ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan bagi masyarakat DKI Jakarta melalui penyediaan daging sapi berkualitas. Luas lahan yang digunakan mencapai 20 hektare dan akan dioperasikan oleh Perumda Dharma Jaya, sebuah badan usaha milik daerah (BUMD) milik pemerintah provinsi DKI Jakarta yang berpengalaman dalam pengelolaan aset strategis.

Kawasan yang dikenal dengan nama Ciangir ini mendapat persetujuan penggunaan lahan melalui Surat Nomor 1880/UD.02.01 yang diterbitkan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta pada 23 Juni 2026. Dokumen tersebut merupakan tindak lanjut dari persetujuan Barang Milik Daerah (BMD) yang telah disahkan sebelumnya. Proses perizinan yang transparan memastikan legalitas proyek ini untuk jangka panjang.

Infrastruktur dari Hulu hingga Hilir yang Komprehensif

Konsep pembangunan dirancang secara komprehensif mencakup seluruh rantai pasok dari hulu hingga hilir. Bagian hulu akan dilengkapi kandang penggemukan modern, kandang karantina, gudang pakan, bunker silase, laboratorium terstandarisasi, jembatan timbang, serta area loading dan unloading yang efisien. Sementara itu, sisi hilir akan memiliki rumah potong hewan (RPH), cold storage berkapasitas besar, dan fasilitas pengolahan daging yang memenuhi standar internasional.

Kawasan ini juga menyertakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang ramah lingkungan, perkantoran operasional, serta cadangan lahan untuk hijauan pakan ternak. Produksi pakan akan dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi terkini untuk memastikan kualitas dan kontinuitas pasokan. Sistem ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku dari luar daerah.

Jadwal Pembangunan dan Nilai Investasi Strategis

Pembangunan infrastruktur kawasan dijadwalkan dimulai pada November 2026 dengan target penyelesaian bertahap. Total nilai investasi yang dialokasikan mencapai satu triliun rupiah untuk seluruh tahap pembangunan. Tahap pertama pembangunan akan berfokus pada kawasan peternakan sapi sebagai fondasi pengembangan jangka panjang. Tahap selanjutnya akan mencakup diversifikasi ternak dan fasilitas pendukung.

“Kawasan ini akan dikelola sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta,” ujar Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, Jumat (31/7/2026).

“Kemudian juga untuk ayam, ikan, dan sebagainya,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang menyebut peternakan sapi sebagai langkah awal pengembangan kawasan tersebut menjadi sentra agrikultur terpadu.

Proyek ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal di sekitar kawasan Legok. Dengan kapasitas produksi yang direncanakan, kawasan ini akan berkontribusi signifikan terhadap stabilitas harga daging sapi di pasar Jakarta. Koordinasi antar instansi pemerintah menjadi kunci keberhasilan implementasi proyek strategis nasional ini.

Perumda Dharma Jaya akan bertanggung jawab penuh atas operasional harian kawasan peternakan. Sistem monitoring digital akan diterapkan untuk memastikan efisiensi produksi dan distribusi. Investasi Rp1 Triliun Jakarta Kembangkan kawasan ini menjadi model pengembangan peternakan modern yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Dengan lokasi yang strategis di Banten, kawasan peternakan ini memiliki akses logistik yang baik ke Jakarta. Rute distribusi yang teroptimasi akan mengurangi biaya transportasi dan menjaga kualitas produk. Masyarakat Jakarta dapat menikmati daging sapi segar dengan harga yang lebih kompetitif dalam jangka panjang.

“`

Gabung diskusi