Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Konvoi Berubah Maut – Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Robert Wilson - narakabar.com 2 mins read 31 views

Konvoi Berubah Maut: Tiga Remaja Diciduk dalam Insiden Pengeroyokan di Terminal Grogol Konvoi Berubah Maut - Sebuah insiden pengeroyokan yang berujung pada

Konvoi Berubah Maut – Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut: Tiga Remaja Diciduk dalam Insiden Pengeroyokan di Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut – Sebuah insiden pengeroyokan yang berujung pada kematian korban telah terjadi di depan Terminal Grogol, Jalan Kyai Tapa, Jakarta Barat, pada hari Sabtu (20/6/2026). Konvoi Berubah Maut, yang awalnya dianggap sebagai kegiatan biasa, berubah menjadi tragedi serius setelah tiga remaja ditangkap oleh Polda Metro Jakarta Barat. Korban, seorang remaja bernama AH, dinyatakan meninggal dunia setelah menerima luka parah akibat serangan dari rombongan pelaku yang menggunakan senjata tajam.

Detektif Polisi dan Penyebab Kematian

Korban, AH, mengalami luka bacok di tangan kiri sebelum diterjang serangan lebih lanjut di area pinggangnya. Serangan tersebut terjadi saat korban bersama temannya, JN, melintas dengan sepeda motor di Jalan Susilo I, Grogol Petamburan. Rombongan remaja yang sedang melakukan konvoi langsung mengejar korban tanpa ada pemicu yang jelas. Meski berusaha berlari, korban tetap menerima luka berat hingga akhirnya kehilangan nyawa. Menurut Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya, kejadian ini tidak termasuk kasus begal, melainkan tindakan penganiayaan antar kelompok pelajar.

Korban sempat dilarikan ke RS Sumber Waras setelah menerima bantuan dari warga setempat. Setelah menjalani perawatan selama sekitar 14 hari, korban diperbolehkan pulang, namun kondisinya kembali memburuk. Polisi menegaskan bahwa korban meninggal dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan penyebab kematian diduga karena cedera internal akibat pukulan yang terus-menerus menerima selama aksi pengeroyokan.

“Dari tiga pelaku yang diamankan, dua di antaranya ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya saat diwawancara. Ia menambahkan bahwa investigasi sedang berjalan untuk memastikan semua fakta sebelum memberikan pernyataan resmi.

Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander Tengbunan menyebutkan bahwa tiga pelaku ditangkap di Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat. Dari lokasi kejadian, polisi menyita barang bukti seperti satu unit ponsel, pakaian yang digunakan saat aksi, serta senjata tajam yang diduga digunakan untuk melukai korban. Selain itu, tim penyidik juga memeriksa saksi-saksi dan rekaman CCTV guna memperkuat bukti-bukti terkait insiden tersebut.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 468 ayat (2) dan/atau Pasal 262 ayat (4) KUHP terkait penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian. Polisi masih memburu satu pelaku lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sementara itu, warga sekitar Terminal Grogol mengungkapkan bahwa insiden ini mengguncang komunitas lokal dan menimbulkan kecaman luas terhadap tindakan brutal yang dilakukan para remaja.

Menurut sumber di lapangan, rombongan pelaku yang melakukan konvoi Berubah Maut adalah sekelompok remaja yang sering terlibat dalam aksi kekerasan di wilayah tersebut. Mereka diduga sudah merencanakan aksi ini sebelumnya, dengan target korban yang dipilih secara sengaja. Dalam wawancara terpisah, Kapolsek menjelaskan bahwa polisi sedang memeriksa alasan mendasar di balik tindakan pengeroyokan tersebut, termasuk hubungan antar pelaku dan korban.

Gabung diskusi