Latest Program: Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
ulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya Latest Program - PAM Jaya mengumumkan adanya perawatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang akan dijalankan dari
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
Latest Program – PAM Jaya mengumumkan adanya perawatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota yang akan dijalankan dari Jumat (17/7/2026) hingga Rabu (22/7/2026). Pekerjaan ini dilakukan oleh PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) dan dipastikan telah direncanakan matang bersama mitra lainnya.
Kegiatan servis ini berdampak pada sekitar 55.272 pelanggan di tujuh area. Pemeliharaan bisa menyebabkan penurunan tekanan air atau bahkan penghentian sementara aliran selama enam hari kerja.
Wilayah Terdampak
Kelompok wilayah yang mengalami gangguan mencakup Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kapuk Muara, Kamal Muara, Kamal, Pegadungan, dan Tegal Alur.
“Perawatan instalasi adalah langkah penting untuk menjaga keandalan sistem pasokan air minum jangka panjang. Kami memahami ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, sehingga mengimbau warga menyiapkan air cadangan. Selain itu, PAM Jaya juga berupaya memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” kata Syahrul Hasan, Direktur Operasional PAM Jaya.
Sebagai upaya mitigasi, perusahaan menyediakan mobil tangki untuk menyalurkan air bersih gratis ke pelanggan rumah tangga serta fasilitas publik seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan lembaga sosial.
Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan bisa menghubungi Call Center PAM Jaya di nomor 1500 223. Warga diimbau menampung air sebagai persiapan sebelum pekerjaan dimulai. Penggunaan air secara hemat juga dianjurkan selama masa perawatan berlangsung.
Respons Pramono Soal Tiga Pekerja Proyek Air Bersih Tewas: Bukan Tanggung Jawab Langsung PAM Jaya
PAM Jaya memastikan pekerjaan perawatan telah direncanakan dengan mempertimbangkan aspek teknis, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat. Etty Susilowati, Direktur Utama PT Jakarta Utilitas Propertindo, menyatakan bahwa koordinasi dengan mitra dilakukan untuk meminimalkan gangguan.
