Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Metropolitan

Petugas Damkar Meninggal Saat Padamkan Kebakaran di Kramat Jati, Asap Tebal Diduga Jadi Penyebab

Sandra Martin - narakabar.com 3 mins read 2 views

Kebakaran lahan kosong di Kramat Jati menelan korban jiwa pada akhir pekan lalu. Seorang petugas pemadam kebakaran tewas saat menjalankan tugasnya memadamkan

Petugas Damkar Meninggal Saat Padamkan Kebakaran di Kramat Jati, Asap Tebal Diduga Jadi Penyebab

Petugas Damkar Meninggal Saat Padamkan Kebakaran Kramat Jati

Narakabar.com – Kebakaran lahan kosong di Kramat Jati menelan korban jiwa pada akhir pekan lalu. Seorang petugas pemadam kebakaran tewas saat menjalankan tugasnya memadamkan api yang melalap tumpukan sampah di kawasan tersebut. Tragisnya, petugas tersebut menghembuskan napas terakhirnya setelah menghirup asap tebal yang menyelimuti lokasi kejadian. Insiden ini terjadi pada hari Minggu, 2 Agustus 2026, dan menjadi peringatan penting mengenai bahaya asap bagi para petugas di lapangan.

Kebakaran bermula pada Sabtu pagi, 1 Agustus 2026, di Jalan Penggilingan Baru 1, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati. Awalnya, api dipicu oleh sekelompok anak-anak yang sedang bermain api di sekitar lahan kosong yang dipenuhi sampah. Dengan bantuan angin kencang yang bertiup saat itu, kobaran api dengan cepat menyebar ke seluruh area yang terbakar. Luas lahan yang terbakar mencapai 6.000 meter persegi, membuat proses pemadaman menjadi lebih menantang bagi tim yang bertugas.

Asap Tebal Menjadi Penyebab Utama Kematian

Saat proses pemadaman berlangsung, terjadi perubahan arah angin yang signifikan. Pergeseran ini menyebabkan kepulan asap tebal mengepung Andriyono, petugas yang sedang berjaga di sisi barat lokasi. Kondisi tersebut membuat korban kehilangan kesadaran di tempat karena kekurangan oksigen. Tim medis dan rekan-rekan sejawatnya segera melakukan evakuasi untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil, dan Andriyono dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Rumah Sakit Harapan Bunda.

Posisi angin saat kejadian mengarah ke barat, membawa asap tebal ke arah petugas yang sedang bersiaga di sisi tersebut. Korban sempat pingsan di tempat akibat kehabisan oksigen.

— Irman Riyadi, Ketua RW 03 Kelurahan Dukuh

Tantangan Pemadaman dan Ground Fire

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petugas saat memadamkan kebakaran adalah fenomena ground fire atau titik api bawah tanah. Tumpukan puing di permukaan menutupi lapisan sampah di bawah tanah, sehingga api terus menyala dan menghasilkan asap tebal bahkan setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. Fenomena ini membuat petugas harus bekerja lebih keras untuk memastikan tidak ada lagi potensi kebakaran susulan.

Hingga hari Minggu siang, tim gabungan yang terdiri dari personel Gulkarmat Jakarta Timur dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Dukuh masih terus melakukan proses pendinginan. Mereka juga mengurai material sampah untuk memastikan keamanan di lokasi. Proses ini membutuhkan waktu dan tenaga ekstra mengingat kondisi asap yang masih tebal di area tersebut.

Kematian Andriyono telah menyedihkan warga sekitar. Irman Riyadi menambahkan bahwa pihak pengurus lingkungan telah melakukan kunjungan duka ke rumah keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa. Keluarga korban menerima dukungan dari tetangga dan rekan-rekan kerja almarhum. Insiden ini juga menjadi pengingat bagi seluruh petugas pemadam kebakaran tentang pentingnya menggunakan alat pelindung diri yang memadai saat menghadapi kebakaran dengan asap tebal.

Para ahli keselamatan kerja menyarankan agar petugas selalu memperhatikan arah angin saat melakukan pemadaman. Perubahan arah angin yang tidak terduga dapat menyebabkan asap tebal menyelimuti petugas dengan cepat. Selain itu, penggunaan masker atau alat pernapasan yang sesuai juga sangat penting untuk mencegah keracunan asap. Petugas yang bertugas di area dengan tumpukan sampah juga perlu waspada terhadap kemungkinan ground fire yang dapat muncul kapan saja.

Kebakaran di Kramat Jati ini menyoroti pentingnya manajemen sampah yang baik di perkotaan. Lahan kosong yang dipenuhi sampah menjadi potensi bahaya kebakaran yang tinggi, terutama saat musim kemarau atau saat ada aktivitas manusia di sekitar lokasi. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap lahan-lahan kosong dan memastikan bahwa petugas pemadam kebakaran memiliki akses yang mudah ke lokasi-lokasi rawan kebakaran. Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, kita dapat mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan.

Gabung diskusi