Special Plan: ‘Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril’, Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai
Area Galian Maut Manggarai Special Plan yang diusulkan oleh pemerintah daerah Manggarai, Jakarta, menghadirkan peringatan khusus bagi warga sekitar setelah
Special Plan: Lurah Imbau Warga Hindari Area Galian Maut Manggarai
Special Plan yang diusulkan oleh pemerintah daerah Manggarai, Jakarta, menghadirkan peringatan khusus bagi warga sekitar setelah insiden fatal yang terjadi akhir pekan lalu. Seorang balita kehilangan nyawanya setelah jatuh ke dalam lubang yang terbentuk dari proyek pembangunan lapangan multifungsi. Area tersebut sebelumnya merupakan taman milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), yang kini telah disterilkan sebagai langkah preventif.
Keluhan warga terhadap proyek ini mulai meningkat setelah terjadi kecelakaan serius. Lurah Manggarai, M. Arafat Dinsirat, menegaskan bahwa meskipun surat imbauan sudah diberikan sejak 25 Juni 2026, kondisi area proyek tetap menjadi sorotan. Kontraktor terlibat dalam Special Plan telah menginstal pagar seng sebagai langkah mitigasi, tetapi pagar tersebut rusak pada malam insiden, memungkinkan warga masuk ke area yang seharusnya terbatas.
Persiapan dan Langkah Penyelidikan
Setelah kecelakaan terjadi, kepolisian segera melakukan investigasi untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan. Proyek yang tengah berjalan sementara dihentikan hingga penyelidikan selesai. Area proyek kini berstatus “garis polisi” untuk memudahkan proses analisis dan pencegahan risiko serupa.
“Sebelum proyek dimulai, saya sudah berikan surat imbauan ke warga agar tidak mendekati area galian, bermain di sekitarnya, atau membantu pekerjaan. Tujuannya agar semua aktivitas berjalan aman dan nyaman,” kata Arafat Dinsirat, Selasa (30/6/2026).
Arafat menambahkan bahwa pagar seng yang dipasang merupakan bagian dari strategi pengamanan dalam Special Plan. “Area itu sudah disterilkan hanya untuk pekerja proyek. Warga seharusnya tidak bisa masuk ke dalamnya,” ujarnya. Ia juga mengakui bahwa pengawasan terhadap lokasi perlu lebih ketat, terutama selama pengerjaan berlangsung.
Evaluasi Keselamatan dan Perubahan Struktur Proyek
Lubang yang menyebabkan kecelakaan adalah bagian dari struktur utama proyek, bukan area sementara. Pihak kontraktor menyebutkan bahwa lubang tersebut dipersiapkan sebagai pondasi tiang penyangga bangunan serupa hangar yang akan menaungi lapangan futsal mini. Namun, insiden ini menyoroti kekurangan dalam sistem keselamatan yang diusung dalam Special Plan.
“Tiang-tiang itu rencananya akan menjadi penopang bangunan di atasnya. Nanti lapangan futsal mini akan ada di dalam area itu,” jelas Arafat saat diwawancara.
Arafat menegaskan bahwa kecelakaan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali protokol keselamatan dalam Special Plan. Pihaknya berencana mengadakan rapat bersama kontraktor untuk merevisi strategi pencegahan, termasuk penguatan pengawasan dan pemasangan perangkat keamanan tambahan.
Warga setempat mengeluhkan bahwa informasi tentang area proyek yang rawan belum disampaikan secara memadai. Sejumlah penghuni sekitar menyebutkan bahwa mereka tidak menyadari bahaya hingga kejadian maut terjadi. Arafat menyatakan akan memperluas sosialisasi Special Plan ke seluruh masyarakat, termasuk menjelaskan rincian proyek dan risiko yang mungkin terjadi.
Proyek ini ditargetkan selesai pada Agustus 2026, tetapi kelanjutannya bergantung pada hasil penyelidikan kepolisian. Kecelakaan ini juga mempercepat proses evaluasi keselamatan oleh tim teknis yang terlibat dalam Special Plan. Arafat berharap revisi terhadap rencana proyek akan mengurangi potensi risiko serupa di masa depan.
