Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

Sarah Jackson - narakabar.com 4 mins read

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus dilakukan setelah kapal tersebut kehilangan komunikasi saat

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

Evakuasi Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Berlangsung di Tengah Gelombang Tinggi

Narakabar.com – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus dilakukan setelah kapal tersebut kehilangan komunikasi saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Hingga Minggu, 13 September 2026 pukul 12.00 WITA, tim SAR gabungan telah membawa 103 dari total 243 penumpang dan awak kapal ke tempat aman.

Dari jumlah penumpang yang telah ditemukan dan dievakuasi, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 102 orang lainnya selamat. Proses penyelamatan masih berlanjut untuk mencari serta mengevakuasi penumpang dan awak kapal yang belum ditemukan.

Rincian Penumpang yang Telah Dievakuasi

SAR Mission Coordinator Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan perkembangan operasi pada Minggu siang. Sebanyak 103 orang telah diangkut oleh sejumlah kapal yang terlibat dalam operasi di laut.

“Dapat kami informasikan bahwa total penumpang yang terevakuasi itu berjumlah 103 orang,” kata Putu kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

TB Mahao 9 mengevakuasi 16 orang. Kapal ini selanjutnya bergerak menuju pelabuhan di wilayah Tuban, Jawa Timur. Dari 16 orang tersebut, 15 penumpang selamat, sedangkan seorang lainnya meninggal dunia.

“TB Mahao 9 mengevakuasi 16 orang, 15 orang selamat, satu orang MC Delta (meninggal dunia),” kata Putu.

Evakuasi juga dilakukan oleh TB TCP yang membawa 38 orang. Selain itu, MP Haida mengangkut 49 orang. Seluruh penumpang yang berada di dua kapal tersebut dalam kondisi selamat dan direncanakan dibawa menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

“Kemudian untuk penumpang- penumpang yang dievakuasi oleh TB TCP 38 orang dan MP Haida, itu rencana kami akan evakuasi menuju ke Trisakti, Banjarmasin,” jelasnya.

Cuaca Buruk Menjadi Tantangan Operasi SAR

Pencarian di Laut Jawa berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Gelombang di lokasi kejadian tercatat mencapai sekitar dua hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bagi kapal-kapal penyelamat, termasuk armada Basarnas yang digunakan untuk mendekati area pencarian dan mengevakuasi korban.

KN SAR Laksmana menjadi salah satu kapal yang berada di lapangan. Selain itu, operasi melibatkan KRI Nala, KN Kunyit, serta helikopter Basarnas yang diterbangkan dari Surabaya untuk melakukan pencarian dari udara. Penggunaan unsur laut dan udara diperlukan untuk memperluas jangkauan pencarian di perairan yang menjadi titik terakhir komunikasi kapal.

“Terkait dengan kondisi di lapangan. Kami langsung mendapatkan laporan dari Nakhoda KN SAR Laksmana bahwa tinggi gelombang di lokasi kejadian antara 2 sampai 2,5 meter,” jelasnya.

Putu menyebut gelombang dengan tinggi tersebut sudah cukup berisiko bagi kapal SAR berukuran sekitar 40 meter. Karena itu, kapal berukuran lebih besar akan diprioritaskan dalam operasi di laut agar upaya pencarian dapat tetap berjalan dengan mempertimbangkan keselamatan personel penyelamat.

“Jadi sangat berisiko untuk kapal-kapal seperti kapal kami yang dimiliki Basarnas yang ukurannya 40 meter itu sudah sangat berisiko,” imbuh Putu.

Prioritas terhadap kapal yang lebih besar tidak berarti unsur lain dihentikan. Armada yang tersedia tetap dikerahkan sesuai kemampuan dan kondisi lapangan. Tim SAR menegaskan operasi akan dilakukan semaksimal mungkin untuk menemukan seluruh orang yang masih terkait dengan insiden ini.

“Kemudian kapal-kapal lain yang ukurannya lebih besar akan lebih kami prioritaskan untuk upaya pencarian di lapangan. Ya, jadi kami upayakan semaksimal mungkin, apa pun akan kami laksanakan untuk melaksanakan operasi SAR ini,” tandasnya.

Hilang Kontak Saat Berlayar ke Banjarmasin

Kapal Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 10.13 WIB. Kapal itu membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal dengan tujuan akhir Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dalam perjalanan, kapal sempat menyampaikan bahwa cuaca buruk di rute pelayaran menjadi kendala. Komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 02.00 WITA pada Minggu dini hari. Operasi SAR segera digelar setelah informasi mengenai hilangnya kontak diterima.

Titik terakhir yang diketahui berada di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih di Banjarmasin. Jarak tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antarkapal dan dukungan pencarian melalui udara, terutama ketika cuaca laut membatasi kecepatan serta manuver armada penyelamat.

Bagi keluarga penumpang, perkembangan jumlah korban yang dievakuasi menjadi informasi penting di tengah operasi yang masih berlangsung. Fokus utama tim saat ini adalah menemukan orang-orang yang belum dievakuasi, memastikan keselamatan mereka, dan membawa para penyintas menuju titik penanganan yang telah disiapkan.

Operasi pencarian di laut sangat dipengaruhi oleh kondisi gelombang, jarak pandang, arah angin, serta luasnya wilayah pencarian. Dengan gelombang mencapai 2 hingga 2,5 meter, setiap pergerakan kapal perlu dilakukan secara hati-hati agar penyelamatan dapat terus berlangsung tanpa menambah risiko bagi penumpang maupun personel SAR.

Frequently Asked Questions

What is 103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai?

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai matter?

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi