Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

William Williams - narakabar.com 3 mins read

Pada Jumat, 21 Agustus 2026, formasi rock Usman and The Blackstones (UATB) melepas singel baru bertajuk "Woman". Karya ini lahir dari riset mendalam serta

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

“Woman”: Lagu Penghormatan untuk Korban Mei 1998 yang Dirilis Usman and The Blackstones

Narakabar.com – Pada Jumat, 21 Agustus 2026, formasi rock Usman and The Blackstones (UATB) melepas singel baru bertajuk “Woman”. Karya ini lahir dari riset mendalam serta izin langsung dari keluarga korban kerusuhan Mei 1998, termasuk Wiwin, ibunda mendiang Ita Martadinata.

Sebuah Nama yang Hampir Hilang dari Sejarah

Mei 1998 menjadi salah satu babak paling kelam dalam sejarah Indonesia. Tensi politik yang memuncak memicu gelombang darah dan amarah yang menewaskan banyak nyawa. Di antara para korban huru-hara itu, nasib perempuan kerap tak tercatat secara resmi.

Ita Martadinata adalah satu contoh menyakitkan. Gadis berusia 17 tahun itu kehilangan nyawanya pada Oktober 1998, ditemukan tewas di kediamannya. Ia tengah bersiap memberikan kesaksian sebagai korban pemerkosaan massal di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika tragedi itu menimpanya.

Penyangkalan yang Menambah Luka

Alih-alih mengusut pelaku, pemerintah justru sibuk membantah keberadaan peristiwa pemerkosaan massal tersebut. Menteri Kebudayaan Fadli Zon bahkan dengan nada ringan meragukan kebenaran peristiwa bejat yang diduga terorganisir itu. Padahal, Tim Relawan untuk Kemanusiaan mendokumentasikan 152 korban kekerasan dan pelecehan, mayoritas perempuan beretnis Tionghoa. Dua puluh delapan tahun kemudian, kekecewaan lintas generasi atas penyangkalan ini masih terasa tajam.

Satu Tahun Meracik Sebuah Lagu

Usman Hamid, vokalis sekaligus Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, mengungkapkan bahwa proses kreatif “Woman” memakan waktu hingga satu tahun. Draf awal diperdengarkan langsung kepada Wiwin sebagai keluarga korban. Wiwin memberikan persetujuan dan menitipkan pesan agar lagu diracik dengan ciamik sehingga semangat menuntut keadilan dapat tersampaikan secara utuh.

“Saya menulis lagu ini karena ada terlalu banyak kisah perempuan seperti Ita (Martadinata) yang dilewatkan begitu saja,” kata Usman melalui keterangan tertulis pada Jumat (21/8/2026).

Aransemen yang Menyatu dengan Pesan

Untuk urusan aransemen, UATB menyerahkan tanggung jawab kepada Kelana Halim, yang berhasil memadukan nuansa musik folk dengan lirik reflektif gubahan Usman. Gesekan senar cello dari Setyawan menambah kedalaman nuansa pilu tanpa menghilangkan nada optimisme. Sementara itu, keputusan menggandeng Louise Mercy di departemen vokal menghadirkan suara yang mengawang merdu—sebuah metafora bagi semangat perjuangan perempuan di era kini.

Refleksi atas Peristiwa yang Berulang

Usman berharap “Woman” menjadi bahan kontemplasi bagi seluruh masyarakat. Pada Agustus 2025, tanah air kembali diguncang kerusuhan akibat turbulensi politik serupa, membuktikan bahwa pola kekerasan itu belum benar-benar berakhir.

“Sebagai refleksi atas peristiwa yang terus berulang. Dari kerusuhan Agustus 2025 hingga sebagai persembahan bagi perempuan-perempuan yang masih terus berjuang, bertahan, juga untuk yang masih belum mendapatkan keadilan. Itu termasuk melawan penyangkalan pemerintah atas fakta perkosaan massal Mei 1998, dengan gugatan di pengadilan yang masih terus berjalan di tingkat Mahkamah Agung saat ini,” tambah Usman.

Frequently Asked Questions

What is 28 Tahun Berlalu Luka Mei 1998?

28 Tahun Berlalu Luka Mei 1998 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 28 Tahun Berlalu Luka Mei 1998 matter?

28 Tahun Berlalu Luka Mei 1998 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi