Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Announced: SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

Sandra Martin - narakabar.com 3 mins read 8 views

Announced: Prabowo Keluhkan Kebocoran SDA, TNI AL dan Bea Cukai Masih Bocor! Announced - Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengannounced keluhan terkait

Announced: SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

Announced: Prabowo Keluhkan Kebocoran SDA, TNI AL dan Bea Cukai Masih Bocor!

Announced – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengannounced keluhan terkait praktik penyelundupan sumber daya alam (SDA) yang terus terjadi meskipun pemerintah telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Ia mengungkapkan bahwa kebocoran SDA menjadi masalah serius yang merugikan keuangan negara.

Langkah Pemerintah dan Tantangan yang Dihadapi

Pemerintah telah berkomitmen untuk menekan korupsi dan memperketat pengawasan demi melindungi kekayaan nasional dari eksploitasi yang tidak bertanggung jawab. Namun, Prabowo menyatakan bahwa meskipun langkah-langkah pencegahan seperti pengerahan TNI AL dan Bea Cukai telah diambil, kebocoran SDA masih terjadi secara terus-menerus. “Sudah kita kerahkan angkatan laut. Sudah kita kerahkan bea cukai. Sudah kita kerahkan ribuan prajurit. Masih saja,” ujarnya dalam sambutan yang diannounced selama acara tersebut.

Prabowo menjelaskan bahwa ada satu tambang yang telah beroperasi selama delapan tahun tanpa izin, serta tambang-tambang lain yang setiap bulan menguras ratusan miliar rupiah. “Tenang saja dia. Dan ada tambang-tambang yang setiap bulan menguras ratusan miliar rupiah. Emas, perak, dan logam-logam berharga tetap keluar meskipun sudah diannounced,” katanya. Ia menyoroti bahwa kebocoran SDA tidak hanya terjadi di satu sektor, tetapi secara menyeluruh memengaruhi kestabilan ekonomi.

Analisis Pernyataan Prabowo dan Kebutuhan Reformasi

Prabowo mengakui bahwa mengatasi kebocoran SDA bukanlah tugas mudah. Ia menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi sebagai syarat utama menyelamatkan kekayaan nasional. “Pemerintah harus benar-benar bebas dari korupsi. Tidak boleh ada kebocoran di pemerintahan Republik Indonesia,” pungkasnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Prabowo ingin menekankan kembali kebutuhan reformasi birokrasi dalam mengelola sumber daya alam.

“Ini tidak ringan. Saya mengerti ini tidak mudah, tapi apa boleh buat. Apapun harus kita lakukan agar negara tetap aman,” ujar Prabowo dalam sambutan yang diannounced pada acara tersebut. Ia menyoroti bahwa kebocoran SDA bisa menyebabkan kehancuran ekonomi jika tidak segera diberantas.

Menurut Prabowo, tidak ada negara yang bisa bertahan jika sumber daya alam terus-menerus dicuri tanpa memberikan manfaat bagi rakyat. “Tidak ada negara yang bisa selamat kalau sumber daya alamnya terus diambil. Ini sangat berat. Kalau tidak diberantas, negara akan tenggelam,” tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa kebocoran SDA bukan hanya masalah logistik, tetapi juga tantangan politik dan ekonomi yang kompleks.

Upaya Pemantauan dan Langkah Selanjutnya

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus memiliki sistem pemantauan yang lebih ketat, baik dari segi kelembagaan maupun kebijakan. “Kita perlu menambah kekuatan lembaga-lembaga seperti Bea Cukai dan TNI AL untuk mengawasi pengelolaan SDA,” ujarnya. Ia juga meminta adanya keterbukaan informasi yang lebih baik untuk mengungkap praktik penyelundupan yang masih berlangsung.

“Pemerintah harus menekan korupsi dengan tegas. Tidak boleh ada kebocoran yang terus-menerus terjadi di tengah upaya yang sudah diannounced,” terang Prabowo. Ia mengingatkan bahwa penguasaan sumber daya alam harus diakui sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintahan.

Di sisi lain, Prabowo juga menyoroti peran media dan masyarakat dalam mengawasi pemerintahan. “Kita perlu kerja sama antara lembaga negara, media, dan rakyat untuk mengatasi kebocoran SDA,” katanya. Ia berharap bahwa upaya yang diannounced ini akan menjadi awal dari perbaikan yang signifikan dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

Gabung diskusi