Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin: Orang yang Tinggalkan Partainya Nggak Pernah Jadi Besar

William Williams - narakabar.com 3 mins read 5 views

Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin menjadi sorotan hangat di kalangan aktivis politik Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir dalam acara

Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin: Orang yang Tinggalkan Partainya Nggak Pernah Jadi Besar

Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin Soal Loyalitas Kader

Narakabar.com – Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin menjadi sorotan hangat di kalangan aktivis politik Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir dalam acara pelantikan seluruh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB periode 2026–2031 yang diselenggarakan di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua Jakarta Barat. Acara tersebut berlangsung pada Rabu malam, 22 Juli 2026, dan sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa.

Saat berada di hadapan para pengurus DPC yang baru dilantik dari berbagai wilayah di Indonesia, Pramono menyampaikan pesan penting kepada Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin. Ia berbisik langsung kepada sang ketua mengenai nilai-nilai kesetiaan seorang kader terhadap partai. Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak ini kemudian viral dan menjadi bahan diskusi di media sosial.

“Tadi saya bisik-bisik sama beliau, ‘Cak, hafal nggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, nggak pernah ada yang menjadi besar’. Di PDI Perjuangan ada, di PKB juga ada. Dan inilah yang kemudian makin membuat kokoh,” ujarnya.

Akar Kedekatan Sejak Era Reformasi

Pernyataan tersebut menjadi inti dari pesan Pramono. Ia meyakini bahwa loyalitas merupakan fondasi utama bagi seorang politisi untuk mencapai kedudukan yang signifikan. Hal ini juga diperkuat oleh pengalaman historis yang ia miliki bersama Cak Imin sejak era reformasi 1998. Pramono, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, menceritakan bahwa ia dan Cak Imin sering bertemu dalam berbagai forum diskusi selama masa gerakan mahasiswa tahun 1998.

Kedekatan tersebut telah terjalin sejak lama dan menjadi dasar kepercayaan antara keduanya. Sebelum menyampaikan pesan tentang loyalitas, Pramono juga memberikan apresiasi kepada kepemimpinan Cak Imin. Ia menilai bahwa sang ketua telah berhasil membawa perkembangan positif bagi PKB selama ini. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa konsolidasi internal partai sangat penting untuk kemajuan organisasi.

Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin ini juga mencerminkan pengalaman pribadi Pramono sendiri. Sebagai kader yang setia kepada PKB sebelum kemudian bergabung dengan PDI Perjuangan, ia memahami betul pentingnya kesetiaan terhadap partai asal. Pesan ini bukan hanya ditujukan kepada Cak Imin, tetapi juga kepada seluruh kader PKB yang hadir dalam acara tersebut.

Harapan untuk Masa Depan PKB

Di penghujung sambutannya, Pramono menyampaikan selamat atas Harlah ke-28 PKB serta pelantikan pengurus DPC se-Indonesia. Ia berharap langkah-langkah konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan yang dilakukan PKB dapat memperkuat posisi partai. Selain itu, ia juga menargetkan agar PKB mampu memberikan kontribusi nyata bagi perjalanan demokrasi Indonesia ke depannya.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh ratusan pengurus dari seluruh Indonesia. Mereka datang dari berbagai provinsi untuk mengikuti prosesi pelantikan dan mendengarkan pesan-pesan penting dari tokoh-tokoh senior. Kehadiran Pramono sebagai wakil pemerintah DKI Jakarta menunjukkan dukungan kuat terhadap PKB sebagai mitra kerja sama politik.

Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh kader partai politik di Indonesia. Loyalitas terhadap partai bukan hanya soal keanggotaan, tetapi juga komitmen untuk terus berjuang bersama dalam mencapai tujuan bersama. Dengan konsolidasi yang kuat, PKB diharapkan dapat terus menjadi kekuatan penting dalam kancah politik nasional.

Gabung diskusi