Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Emily Moore - narakabar.com 2 mins read 4 views

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang dikenal sebagai Cak Imin, menyampaikan pentingnya transformasi kebijakan ekonomi

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun

Narakabar.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang dikenal sebagai Cak Imin, menyampaikan pentingnya transformasi kebijakan ekonomi nasional. Pernyataan tersebut diungkapkannya pada Kamis, 23 Juli 2026, setelah perayaan Hari Lahir ke-28 PKB yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Demokrasi Berhasil, Ekonomi Terombang-ambing

Melalui refleksi perjalanan 28 tahun reformasi dan demokrasi Indonesia, Cak Imin menilai bahwa aspek politik telah menunjukkan kemajuan signifikan. Sistem demokrasi berhasil membuka ruang bagi mobilitas sosial yang lebih luas. Namun, dari perspektif ekonomi, negara masih mengalami kebingungan arah yang berlangsung selama seperempat abad.

“Yang sukses, demokrasi kita telah melahirkan orang-orang kayak saya dan teman-teman ini yang dulunya bukan siapa-siapa jadi menteri, yang dulunya bukan siapa-siapa jadi anggota DPR, yang dulu orang jalanan jadi wakil menteri. Nah, ini dulu termasuk hilang di jalan tapi jadi wakil menteri. Itulah demokrasi yang berhasil, tapi ada demokrasi yang gagal,” ujar Cak Imin.

25 Tahun Terombang-ambing Pasar Global

Cak Imin menyoroti kondisi Indonesia selama dua setengah dekade terakhir yang terjebak dalam arus pasar global dan regional. Tanpa perlindungan legislasi yang memadai, produk-produk ekonomi dan legislasi negara menjadi tidak memiliki arah yang jelas. Kondisi ini juga berdampak pada terpinggirkannya partai-partai politik serta semakin menjauhnya akses ekonomi bagi rakyat kecil.

“Selama 25 tahun ini, kita entah sengaja atau tidak sadar terombang-ambing oleh pasar global, prasar-pasar regional, sehingga produk-produk ekonomi kita, produk-produk legislasi kita amat sangat tanpa arah yang jelas. Bahkan, kadang-kadang partai-partai pun terpinggirkan dengan sendirinya, tidak punya akses ekonomi yang baik, apalagi rakyat. Akses ekonomi menjauh,” cetusnya.

Jalan Baru Ekonomi Melalui Penyelamatan SDA

Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, PKB berkomitmen untuk mengambil jalan baru dalam kebijakan ekonomi. Cak Imin mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib pelaku usaha kecil dan menengah, khususnya di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU). Selama dua dekade terakhir, kelompok ini dinilai tidak mendapat keberpihakan kebijakan yang memadai.

“Karena itu, 28 tahun reformasi, 28 tahun usia PKB, kita berkomitmen untuk mengambil jalan baru ekonomi, jalan baru yang sekian tahun alpa. Alpa apa? Tidak ada policy sedikitpun yang menguntungkan usaha kecil menengah, tidak ada kesempatan. Saya ditanya, ada berapa jumlah pengusaha NU? Sudah 20 tahun ini rontok, pengusaha NU hampir tidak tumbuh. Banyak pelaku-pelaku bisnis yang berantakan,” tegas Cak Imin.

Sebagai solusi, Cak Imin meyakini bahwa arah baru ekonomi harus dimulai dari pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang lebih berpihak pada kepentingan dalam negeri. Ia juga menyatakan optimisme terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan transformasi tersebut.

“Ini semua butuh arah baru dan kami yakin, arah baru itu bisa dimulai dari penyelamatan sumber daya alam dulu dan saya yakin itu bukan saya, terutama teman-teman ini yakin bahwa Pak Prabowo punya tekad yang benar,” pungkasnya.

Gabung diskusi