Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas
Ditemukan di Kalteng 7 Korban meninggal dunia dalam insiden KM Virgo Transport 8 kemudian dievakuasi menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggunakan
7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi dari Kalteng ke Banjarmasin
Narakabar.com – Ditemukan di Kalteng 7 Korban meninggal dunia dalam insiden KM Virgo Transport 8 kemudian dievakuasi menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggunakan helikopter Basarnas. Evakuasi udara dilakukan pada Minggu, 27 September 2026, untuk mempercepat penanganan para korban yang sebelumnya ditemukan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Setelah tiba di Banjarmasin, tujuh jenazah tersebut direncanakan menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara. Tahapan ini diperlukan untuk memastikan identitas korban melalui pencocokan dengan data penumpang dalam manifest KM Virgo Transport 8.
Helikopter Basarnas Percepat Proses Evakuasi
Penggunaan helikopter dipilih karena dapat mendukung pemindahan korban secara lebih cepat dari lokasi penanganan di Kalimantan Tengah menuju fasilitas identifikasi di Banjarmasin. Evakuasi melalui jalur udara juga menjadi bagian dari koordinasi Tim SAR Gabungan dalam menangani korban yang ditemukan di titik berbeda.
Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii menyatakan sarana udara dimanfaatkan untuk mempercepat proses evakuasi. Penanganan korban tidak berhenti setelah penemuan, melainkan berlanjut melalui pemindahan, pemeriksaan, dan identifikasi oleh pihak terkait.
“Pemanfaatan sarana udara untuk mempercepat proses evakuasi korban,” kata Syafii dalam keterangannya, Minggu (27/9/2026).
Evakuasi ini menunjukkan pentingnya dukungan lintaswilayah dalam operasi pencarian dan pertolongan. Selain unsur SAR di lapangan, proses tersebut melibatkan kebutuhan transportasi, koordinasi fasilitas kesehatan, serta pencatatan data korban secara cermat.
Tujuh Korban Ditemukan di Beberapa Lokasi
Tujuh korban meninggal yang diterbangkan ke Banjarmasin berasal dari beberapa lokasi penemuan. Empat jenazah ditemukan di Kabupaten Sukamara, dua korban ditemukan di Kabupaten Seruyan, dan satu jenazah ditemukan di Sungai Cabang, Pangkalan Bun.
Lokasi penemuan yang tersebar membuat proses operasi membutuhkan koordinasi yang berkesinambungan. Setiap korban yang ditemukan harus segera ditangani sesuai kondisi di lapangan sebelum kemudian dipindahkan ke lokasi yang memungkinkan proses identifikasi dilakukan.
Dalam perkembangan operasi ini, Ditemukan di Kalteng 7 Korban menjadi bagian dari penanganan yang tetap berjalan bersamaan dengan pencarian terhadap penumpang lain. Tim SAR Gabungan masih melakukan upaya pencarian sesuai perkembangan situasi dan informasi yang diperoleh di lapangan.
160 Orang Telah Ditemukan dari Manifest KM Virgo Transport 8
Data operasi per Jumat, 25 September 2026, pukul 12.00 WITA, mencatat sebanyak 160 orang telah ditemukan dari total 243 nama yang tercantum dalam manifest KM Virgo Transport 8. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan selamat dan 52 orang ditemukan meninggal dunia.
Masih ada 83 orang yang berada dalam pencarian. Angka itu menjadi dasar bagi kelanjutan operasi SAR, termasuk penyisiran di wilayah yang berkaitan dengan pencarian dan penanganan terhadap korban yang kembali ditemukan.
Evakuasi tujuh jenazah ke Banjarmasin tidak menandai berakhirnya operasi pencarian. Tim SAR tetap berfokus mencari penumpang yang belum ditemukan, sekaligus memastikan korban yang telah ditemukan memperoleh penanganan secara cepat dan tepat.
Syafii menegaskan Basarnas bersama unsur SAR lain terus melakukan upaya pencarian, evakuasi, dan identifikasi. Ketiga proses tersebut berjalan saling berkaitan agar penanganan terhadap seluruh korban dapat dilakukan secara menyeluruh.
“Basarnas bersama seluruh unsur SAR akan terus melakukan upaya terbaik dalam proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban,” ungkap Syafii.
Identifikasi Korban Dilakukan di Banjarmasin
Rumah Sakit Bhayangkara di Banjarmasin menjadi lokasi lanjutan untuk proses identifikasi tujuh jenazah yang dievakuasi. Identifikasi penting dilakukan agar identitas setiap korban dapat dipastikan secara akurat, terutama dalam insiden dengan jumlah penumpang yang besar.
Proses ini juga membantu pencocokan data korban dengan manifest yang tersedia. Kepastian identitas diperlukan sebagai bagian dari penanganan lanjutan oleh pihak berwenang dan untuk memberikan informasi yang tepat kepada keluarga korban.
Dengan diterbangkannya para jenazah menggunakan helikopter Basarnas, penanganan korban dapat diteruskan tanpa harus menunggu pemindahan melalui jalur lain. Sementara itu, pencarian terhadap 83 orang yang belum ditemukan tetap menjadi prioritas Tim SAR Gabungan.
FAQ Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8
Ke mana tujuh korban meninggal dunia dievakuasi?
Tujuh jenazah korban KM Virgo Transport 8 dievakuasi ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menggunakan helikopter Basarnas. Setibanya di kota tersebut, korban akan menjalani proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara.
Di mana saja korban ditemukan?
Empat jenazah ditemukan di Kabupaten Sukamara, dua di Kabupaten Seruyan, dan satu di Sungai Cabang, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Berapa orang yang masih dalam pencarian?
Berdasarkan data per 25 September 2026 pukul 12.00 WITA, masih terdapat 83 orang yang belum ditemukan dari total 243 nama dalam manifest KM Virgo Transport 8.
Mengapa evakuasi menggunakan helikopter?
Helikopter digunakan untuk mempercepat pemindahan korban dari Kalimantan Tengah ke Banjarmasin agar proses identifikasi dapat segera dilakukan. Dalam operasi ini, Ditemukan di Kalteng 7 Korban kemudian menjadi bagian dari penanganan lanjutan oleh Tim SAR Gabungan dan pihak terkait.
