Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT “Makanan Sehari-hari”, Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU
Sejak awal menduduki kursi Menteri Pekerjaan Umum, gaya bicara dan langkah kebijakan Dody Hanggodo nyaris tak pernah jauh dari sorotan tajam masyarakat. Dari
Dody Hanggodo dan Rentetan Polemik Publik Sejak Menjabat Menteri PU
Narakabar.com – Sejak awal menduduki kursi Menteri Pekerjaan Umum, gaya bicara dan langkah kebijakan Dody Hanggodo nyaris tak pernah jauh dari sorotan tajam masyarakat. Dari rencana perjalanan dinas ke luar negeri hingga perombakan jabatan di internal kementerian, setiap gerak-gerik sang menteri kerap memicu perdebatan di ruang publik.
Puncak terbaru dari rentetan kontroversi itu terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, ketika Dody melontarkan ungkapan yang dinilai tidak peka di hadapan para wakil rakyat.
Pernyataan “Makanan Sehari-hari” di Sidang Komisi V DPR
Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Dody menyampaikan laporan penanganan darurat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur. Ia turut membagikan pengalaman pribadi saat meninjau langsung kawasan terdampak.
Momen yang ia ceritakan adalah ketika dirinya tengah berdiri di podium sebuah upacara dan tiba-tiba merasakan guncangan kuat. Berikut kutipan langsung ucapannya di hadapan anggota dewan:
“Memang tiap hari di seluruh daerah terdampak itu masih gempa, Pak. Jadi saya waktu upacara di itu saya kena gempa 5,8 Pak. Saat saya lagi berdiri di podium. Jadi memang 5,8-5,6 itu sudah jadi makanan sehari-hari.”
Niatnya mungkin menggambarkan dinamika situasi lapangan yang terus berguncang. Namun, pemilihan kata “makanan sehari-hari” untuk merujuk getaran bermagnitudo besar langsung memicu gelombang kritik. Publik menilai istilah tersebut kurang sensitif terhadap penderitaan warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Di sisi lain, respons pemerintah terhadap bencana tetap berjalan. RS Lapangan Ruteng telah resmi beroperasi untuk melayani korban gempa di NTT.
Daftar Kontroversi Sebelumnya
Terbata-bata Akui “Ngutang Dulu” untuk Tangani Bencana
Jauh sebelum pernyataan soal gempa NTT, Dody sudah pernah menjadi bahan perbincangan pada Januari 2026. Dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, ia mengaku secara blak-blakan bahwa kementeriannya kerap menunjuk penyedia jasa lalu “utang dulu” untuk menangani bencana darurat akibat keterbatasan anggaran.
Penjelasan itu sempat dipotong oleh pimpinan sidang karena dianggap memalukan bagi negara yang sesungguhnya memiliki kapasitas pembiayaan mandiri. Suasana sidang pun memanas.
Draf Kunker ke New York dan Mutasi Massal Pegawai
Pada Juli 2026, bocornya draf surat dinas kementerian menghebohkan publik. Dokumen tersebut mencantumkan rencana perjalanan dinas Dody ke New York, Amerika Serikat, lengkap dengan nama istrinya, Irma Hermawati, dan putrinya, Aurellia Tsabitha.
Warga maya mencurigai jadwal itu bertepatan dengan Final Piala Dunia 2026 di New Jersey, sehingga perjalanan tersebut dituding sebagai aksi “aji mumpung.” Kementerian PU kemudian mengklarifikasi bahwa biaya keluarga ditanggung dana pribadi. Meski begitu, kunker tersebut akhirnya dibatalkan.
Tak lama setelah kebocoran dokumen itu, isu mutasi massal pegawai senior di lingkungan Kementerian PU mencuat. Sedikitnya delapan pejabat dimutasi ke berbagai wilayah pelosok. Publik menduga langkah itu merupakan bentuk hukuman atas kebocoran dokumen rahasia.
Dody membantah tudingan tersebut dan menyebut mutasi merupakan rutinitas penyegaran birokrasi. Ia justru mengaitkan perombakan jabatan dengan temuan PPATK yang menyebut 15 persen pegawai Kementerian PU terlibat aktivitas judi online.
Sayembara Umrah dan Rumor Keponakan di PT PP
Isu nepotisme juga sempat melingkupi nama Dody setelah Aisyah Zakkiyah—yang disebut-sebut sebagai keponakannya—diangkat sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk dengan honor yang dinilai fantastis.
Alih-alih menanggapi dengan tenang, Dody justru menantang publik dan pers secara defensif. Ia menjanjikan hadiah umrah sekeluarga bagi siapa pun yang mampu membuktikan tuduhan tersebut.
Intimidasi terhadap Dosen UGM
Kasus terbaru yang memperkeruh atmosfer kritik terhadap kepemimpinan Dody bermula dari ancaman doxing dan intimidasi yang diterima Nabiyla Risfa Izzati, dosen Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menjadi sasaran setelah mengomentari isu mutasi ASN di Kementerian PU melalui media sosial.
Dody bersumpah tidak mengetahui adanya intimidasi tersebut. Namun, peristiwa ini semakin memanaskan sentimen negatif masyarakat terhadap gaya kepemimpinannya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT Makanan?
Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT Makanan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT Makanan matter?
Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT Makanan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
