Skip to content
Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Sandra Martin - narakabar.com 3 mins read

Warga Nusa Tenggara Timur kembali merasakan getaran bumi pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Sekitar pukul 09:31 WITA, instrumen Badan Meteorologi, Klimatologi

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1: BMKG Tegaskan Tidak Ada Ancaman Tsunami

Narakabar.com – Warga Nusa Tenggara Timur kembali merasakan getaran bumi pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Sekitar pukul 09:31 WITA, instrumen Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merekam guncangan bermagnitudo 5,1 yang berpusat di perairan timur laut Kabupaten Manggarai. Peristiwa ini menambah daftar panjang aktivitas tektonik yang mengguncang kawasan Flores dalam kurun waktu kurang dari satu pekan, menyusul gempa utama bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Detail Teknis dan Lokasi Episenter

Berdasarkan analisis parameter sumber gempa, episenter terletak pada koordinat sekitar 64 kilometer arah timur laut dari Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Kedalaman hiposenter tercatat hanya 16 kilometer, menjadikannya gempa dangkal yang secara langsung memengaruhi permukaan tanah di sekitarnya. BMKG mengidentifikasi mekanisme pemicu sebagai aktivitas sesar naik pada struktur Flores Back-Arc Thrust, sebuah zona penunjaman yang aktif di sepanjang sisi selatan Flores.

Intensitas guncaran di daratan mencapai skala IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada level ini, getaran dirasakan oleh sebagian besar penghuni rumah pada siang hari, mirip dengan sensasi bergetarnya jendela atau pintu saat kendaraan berat melintas. Titik-titik yang melaporkan getaran paling terasa antara lain Lamba Leda dan Reok, dua kecamatan yang berdekatan dengan jalur patahan tersebut.

Pemodelan Tsunami dan Data Gempa Susulan

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa hasil pemodelan numerik tidak menunjukkan potensi gelombang tsunami dari peristiwa bermagnitudo 5,1 ini. Pernyataan resmi tersebut diterima di Kupang pada Sabtu siang dan ditujukan untuk meredam kepanikan masyarakat pesisir.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Wijayanto.

Di sisi lain, data monitoring menunjukkan skala aktivitas susulan yang sangat masif. Hingga Sabtu pagi pukul 09:00 WITA, BMKG telah mencatat 5.089 gempa susulan (aftershock) di wilayah Flores dan sekitarnya sejak gempa utama M 7,7 pada 15 Agustus. Gempa susulan terbesar yang tercatat mencapai magnitudo 6,2. Wijayanto menegaskan bahwa guncangan M 5,1 pada 22 Agustus merupakan bagian dari rangkaian aftershock yang masih berlangsung.

“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 5.089 aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitudo terbesar M 6,2,” kata Wijayanto.

Imbauan dan Langkah Praktis bagi Warga

BMKG mengimbau masyarakat Flores untuk tetap tenang sekaligus menjaga kewaspadaan. Beberapa langkah praktis yang dianjurkan meliputi: menjauhi bangunan yang telah menunjukkan retakan struktural akibat gempa-gempa sebelumnya; menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan, air minum, dan senter; serta memantau informasi resmi hanya melalui kanal BMKG agar tidak terpengaruh kabar hoaks yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.

Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta memastikan jalur evakuasi tetap terbuka serta melakukan inspeksi cepat terhadap fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan jembatan yang berada di zona rawan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gempa di Flores

Apakah gempa M 5,1 pada 22 Agustus 2026 berpotensi memicu tsunami?

Tidak. Berdasarkan pemodelan tsunami BMKG, guncangan bermagnitudo 5,1 dengan kedalaman 16 kilometer tersebut tidak menghasilkan perubahan muka laut yang cukup untuk membentuk gelombang tsunami. Masyarakat pesisir tidak perlu melakukan evakuasi ke dataran tinggi.

Berapa banyak gempa susulan yang telah tercatat sejak gempa utama 15 Agustus?

Hingga Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 09:00 WITA, BMKG mencatat 5.089 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2. Angka ini masih dapat bertambah seiring berjalannya waktu, mengingat gempa utama bermagnitudo 7,7 biasanya diikuti ribuan aftershock dalam beberapa minggu pertama.

Apa yang harus dilakukan warga jika merasakan getaran serupa di kemudian hari?

Tetap tenang, menjauhi struktur bangunan yang retak, dan pastikan jalur keluar dari ruangan tetap bebas hambatan. Setelah getaran berhenti, periksa kondisi sekitar sebelum kembali masuk. Pantau pembaruan resmi dari BMKG melalui situs atau aplikasi resmi untuk informasi terkini mengenai magnitudo, lokasi, dan rekomendasi keselamatan.

Gabung diskusi